Aplikasi Broker Bilang +18%, Return Aslimu 11%. Ini Sebabnya.
Baca 3 menit
Buka aplikasi broker mana pun, kamu akan lihat satu angka persentase di samping nilai portofolio. Hampir selalu itu simple return: berapa nilai asetmu sekarang, dibanding berapa total yang kamu setor.
Angka itu gampang dihitung, dan gampang disalahpahami. Diam-diam dia menganggap setiap rupiah yang kamu investasikan sudah bekerja selama waktu yang sama. Buat siapa pun yang nabung saham bertahap, alias mayoritas investor ritel, anggapan itu keliru.
Dua angka yang berbeda
Simple return cuma bertanya: berapa modal masuk, berapa nilainya sekarang?
(Nilai sekarang − Total modal) ÷ Total modal
XIRR menanyakan hal yang lebih sulit: berapa tingkat return tahunan yang konsisten, yang bisa mengubah setoran-setoranmu, pada tanggal spesifik saat kamu menyetorkannya, menjadi saldo hari ini? Ini perhitungan internal rate of return yang biasa dipakai untuk membandingkan proyek di corporate finance, tapi diterapkan ke arus kasmu sendiri.
Selisihnya baru terasa kalau uangmu masuk di waktu yang berbeda-beda. Dan itu persis yang terjadi kalau kamu nabung rutin tiap bulan.
Contoh perhitungannya
Misal kamu beli reksa dana indeks Rp 10 juta setiap bulan selama setahun. Awal tahun pasarnya lesu, lalu naik kencang di kuartal terakhir.
| Nominal | Mengendap | |
|---|---|---|
| Setoran Januari | Rp 10.000.000 | 12 bulan |
| Setoran Juni | Rp 10.000.000 | 7 bulan |
| Setoran Desember | Rp 10.000.000 | 1 bulan |
| Total modal | Rp 120.000.000 | |
| Nilai akhir tahun | Rp 141.600.000 |
Simple return bilang +18%. Angka itu tidak bohong. Kamu memang setor 120 juta dan sekarang punya 141,6 juta.
Tapi setoran Desember-mu cuma menikmati return itu selama satu bulan, bukan dua belas. Rata-rata rupiahmu mengendap sekitar enam setengah bulan, bukan setahun penuh. XIRR memperhitungkan hal ini, dan hasilnya ada di kisaran 11% per tahun.
Mana yang sedang membuatmu terlihat bagus
Arah selisihnya bisa memberi tahu sesuatu.
XIRR di bawah simple return berarti modal yang masuk belakangan yang paling berjasa. Kamu kebetulan nambah dana sesaat sebelum pasar naik. Menyenangkan, tapi artinya angka utamamu sebagian adalah keberuntungan timing, bukan bukti strateginya berhasil.
XIRR di atas simple return berarti modal awalmu sudah lama diam dan compounding. Ini hasil yang membosankan tapi bagus, dan justru diremehkan oleh simple return.
Selisih yang sangat lebar ke arah mana pun biasanya menandakan setoranmu tidak rata, dan tidak ada satu persentase pun yang jujur menggambarkan tahun itu.
Kenapa ini lebih relevan di Indonesia
Ada dua faktor lokal yang melebarkan selisihnya.
Nabung rutin lewat aplikasi fintech sekarang jadi pintu masuk utama investor ritel di sini, jadi arus kas yang tidak rata itu norma, bukan pengecualian. Ditambah lagi, IHSG punya periode di mana sebagian besar kenaikan setahun terjadi hanya dalam beberapa minggu. Kalau return menumpuk di rentang waktu sempit, kapan kamu beli jadi lebih menentukan daripada apa yang kamu beli.
Kombinasi itu justru kondisi di mana simple return paling tidak berguna.
Cara mengecek angkamu sendiri
Kamu butuh tiga hal: semua setoran dan penarikan lengkap dengan tanggalnya, saldomu sekarang, dan alat hitungnya. Di spreadsheet, fungsinya memang bernama XIRR. Masukkan nominal di satu kolom, tanggal di kolom lain, setoran ditulis negatif dan nilai sekarang positif.
NetWort menghitung ini otomatis dari riwayat transaksimu. Itu sebabnya angka di dashboard kadang berbeda dengan yang ditampilkan aplikasi brokermu. Itu bukan selisih yang salah. Itu jawaban atas pertanyaan yang berbeda, dan lebih menuntut.