NetWort
PasarBlogTicker
ENID
Mulai
Blog

Stock Split Nggak Ngubah Kepemilikanmu. Terus Kenapa Harganya Masih Bisa Bergerak?

14 Agustus 2026ยทBaca 6 menit

Read this article in English

Memuat...

NetWort Research

Investment research team

The NetWort research team analyses Indonesian and global markets using the same data that powers the NetWort portfolio tracker.

Bacaan terkait

  • Tiap Aplikasi Emas Digital Punya Harga Beli-Jual yang Beda. Ini Biaya Aslinya dari Selisihnya

Juni 2024, investor Nvidia bangun tidur dan lihat jumlah sahamnya jadi sepuluh kali lipat dari hari sebelumnya. Harga per lembarnya turun jadi sepersepuluh. Total uang yang mereka investasikan sama sekali nggak berubah. Tapi harganya terus naik berbulan-bulan setelah itu, dan banyak berita nyebut stock split itu sebagai salah satu alasannya.

Itu yang bikin stock split membingungkan: sebuah aksi korporasi yang, di atas kertas, nggak ngubah apa pun dari kepemilikanmu, tapi sering diikuti harga yang tetap bergerak. Ini penjelasan sebenarnya soal hitungannya, dan apa yang benar-benar mendorong harga di sampingnya.

Sebenarnya apa yang terjadi ke sahammu waktu stock split

Stock split membagi setiap lembar sahammu jadi beberapa lembar yang lebih kecil, tanpa mengubah total nilai kepemilikanmu. Rasio 1:5 mengubah 1 lembar jadi 5 lembar, dengan harga seperlima dari sebelumnya per lembar. Rasio 10:1 seperti punya Nvidia mengubah 1 lembar jadi 10 lembar, harga sepersepuluh per lembar.

Unilever Indonesia (UNVR) melakukan stock split rasio 1:5, efektif 2 Januari 2020. Investor yang tadinya punya saham seharga Rp42.000 per lembar jadi punya lima kali lebih banyak lembar, masing-masing seharga Rp8.400, menurut contoh perhitungan yang dipublikasikan Ajaib.

Sebelum splitSesudah split
Jumlah lembar100500
Harga per lembarRp42.000Rp8.400
Total nilaiRp4.200.000Rp4.200.000

Baris terakhir itu nggak berubah sama sekali. Itu satu-satunya efek mekanis dari stock split: lembar lebih banyak, harga masing-masing lebih kecil secara proporsional, tapi total nilai dan persentase kepemilikanmu di perusahaan tetap sama. Kapitalisasi pasar, harga saham dikali total jumlah lembar yang beredar, jumlahnya identik sebelum dan sesudah split.

Bank Central Asia (BBCA) melakukan stock split rasio 1:5 yang sama pada 13 Oktober 2021. Sahamnya ditutup di harga Rp7.500 pada hari pertama perdagangan pasca-split, dilaporkan Bisnis.com, angka yang kira-kira seperlima dari harga sebelum split. Nggak ada apa pun dari bisnis, pendapatan, atau laba Bank Central Asia yang berubah hari itu.

Kalau hitungannya nggak berubah, kenapa harga Nvidia terus naik?

Stock split Nvidia rasio 10:1 berlaku setelah penutupan pasar 7 Juni 2024, memotong harga sahamnya dari sekitar $1.208,88 jadi $120,88, dilaporkan Forbes. Sampai Juni 2026, Yahoo Finance melaporkan sahamnya sudah naik lebih dari 67% sejak split itu, menambah hampir $2 triliun ke kapitalisasi pasarnya.

Tapi ini yang perlu kamu tahu: kenaikan itu bukan bukti kalau stock split-nya sendiri yang menciptakan nilai. Pendapatan Nvidia di tahun fiskal 2025 mencapai sekitar $130,5 miliar, naik 114% dibanding tahun sebelumnya, dengan pendapatan dari bisnis data center naik 142% seiring melonjaknya permintaan chip AI. Bisnis Nvidia tumbuh besar-besaran selama periode itu. Stock split yang terjadi di satu minggu tertentu di tengah pertumbuhan itu bukan yang menggerakkan harganya. Gampang banget ketuker antara "sahamnya split, terus harganya naik" dengan "split-nya yang bikin harganya naik." Dua hal itu kebetulan terjadi berbarengan, bukan hubungan sebab-akibat.

Alasan asli, yang terbukti dari data, kenapa harga suka tetap bergerak

Bahkan setelah kamu keluarkan kasus seperti Nvidia, di mana pertumbuhan bisnisnya sendiri sudah menjelaskan hampir semuanya, riset soal stock split tetap menemukan pola yang nyata, walau lebih kecil. Studi yang banyak dikutip oleh peneliti keuangan Ikenberry, Rankine, dan Stice meneliti 1.275 stock split dengan rasio 2:1, dan menemukan pengumuman split diikuti rata-rata excess return (return saham di atas rata-rata pasar pada periode yang sama) sebesar 3,38%, lalu tambahan 7,93% di tahun berikutnya, dan 12,15% dalam tiga tahun.

Peneliti menyebut ini underreaction: pasar nggak langsung menyerap penuh informasi dari pengumuman split, jadi harganya terus bergerak naik perlahan selama berbulan-bulan sesudahnya. Kemungkinan alasannya bukan mekanisme split itu sendiri, tapi apa yang disinyalkan oleh keputusan split. Perusahaan umumnya cuma melakukan split kalau manajemennya cukup percaya diri dengan performa jangka pendeknya sehingga mau bikin sahamnya lebih terjangkau buat lebih banyak pembeli. Split-nya sendiri cuma efek samping dari rasa percaya diri itu, bukan penyebab pergerakan harga sesudahnya.

Stock split nggak nambah satu rupiah pun ke nilai perusahaan. Pergerakan harga yang kadang mengikuti split adalah reaksi pasar terhadap apa yang disinyalkan keputusan split soal keyakinan manajemen, dan terhadap pertumbuhan bisnis yang kebetulan terjadi di waktu bersamaan, bukan terhadap hitungan split itu sendiri.

Apakah stock split juga bikin saham lebih likuid?

Likuiditas adalah seberapa gampang suatu saham dibeli atau dijual tanpa bikin harganya bergerak banyak. Stock split sering digambarkan sebagai cara meningkatkan likuiditas karena bikin saham "lebih terjangkau," sehingga menarik lebih banyak pembeli.

Riset soal ini sebenarnya masih campur aduk. Beberapa studi menemukan jumlah transaksi dan penawaran meningkat cukup berarti setelah split, sementara ukuran lain seperti total volume perdagangan harian nggak menunjukkan perubahan signifikan. Temuan soal berapa lama efek likuiditas ini bertahan juga nggak sepakat, sebagian riset menemukan efeknya memudar dalam hitungan bulan dan likuiditasnya kembali mendekati, bahkan kadang di bawah, level sebelum split. Nggak ada satu angka pasti yang bisa dikutip di sini, jadi anggap "split selalu bikin saham lebih likuid" sebagai penyederhanaan, bukan fakta.

Harga per lembar yang lebih murah juga penting karena alasan praktis yang terpisah: di bursa yang berdagang dalam satuan lot tetap, seperti lot standar BEI sebesar 100 lembar, harga per lembar yang lebih rendah menurunkan jumlah rupiah minimum yang dibutuhkan buat beli satu lot. Itu efek keterjangkauan yang nyata, terpisah dari perubahan likuiditas atau nilai.

Artinya buat kamu sebagai investor

Stock split bukan sinyal buat langsung diambil tindakan sendirian, dan bukan bukti kalau saham itu jadi lebih baik atau lebih buruk dibanding sehari sebelumnya. Ada dua hal yang perlu kamu pisahkan dalam cara berpikirmu:

  1. Efek mekanisnya nol. Persentase kepemilikanmu dan total nilai posisimu nggak berubah gara-gara split. Kalau ada yang bilang split sendirian "menciptakan nilai," itu salah.
  2. Pergerakan harga di sekitar split datang dari tempat lain. Biasanya itu soal apa yang disinyalkan pengumumannya tentang pandangan manajemen, atau fundamental yang memang sudah membaik sebelum splitnya diumumkan, seperti yang jelas terlihat di perjalanan Nvidia dari 2024 sampai 2026.

Kalau perusahaan yang kamu pegang mengumumkan stock split, pertanyaan yang berguna bukan "harus beli sekarang nggak sebelum harganya makin murah," karena harga per lembar yang turun nggak ngasih tahu apa-apa soal apakah sahamnya sebenarnya murah atau mahal dibanding bisnis di baliknya. Pertanyaan yang berguna adalah pertanyaan yang seharusnya sudah kamu tanyakan terlepas dari ada split atau enggak: apakah bisnis di balik saham itu masih berjalan sesuai ekspektasimu waktu kamu pertama beli.

Cek riwayat harga asli, bukan cuma judul berita splitnya

Sebelum bereaksi ke berita stock split, lihat dulu apa yang beneran terjadi ke harga dan bisnis di baliknya, bukan cuma rasio yang jadi judul berita. Halaman aset NetWort menampilkan riwayat harga lengkap suatu saham, termasuk bagaimana harganya beneran bergerak di sekitar aksi korporasi seperti split Nvidia Juni 2024 itu, jadi kamu bisa lihat pola aslinya, bukan cuma cerita di sekitarnya. Buat contoh dari IDX, halaman aset Bank Central Asia menampilkan hal yang sama untuk split BBCA tahun 2021.

Artikel ini bersifat edukasi dan bukan nasihat investasi. Artikel ini tidak merekomendasikan membeli, menahan, atau menjual saham tertentu. Harga saham, kapitalisasi pasar, dan hasil keuangan terus berubah; angka-angka di atas mengikuti tanggal sumber yang disebutkan dan mungkin sudah berubah saat kamu membacanya. Pertimbangkan kondisi keuanganmu sendiri, atau konsultasikan dengan penasihat keuangan berlisensi, sebelum mengambil keputusan investasi.