Rata-Rata Return Sama Persis, tapi Uangmu Bisa Habis Duluan. Ini yang Disebut Risiko Urutan Return
Baca 5 menit
Baca 5 menit
Bayangkan dua orang pensiun. Keduanya mulai dengan Rp1 miliar. Keduanya dapat return rata-rata yang persis sama selama tiga tahun ke depan, 5% per tahun. Keduanya menarik jumlah yang sama tiap tahun buat biaya hidup. Salah satunya berakhir dengan hampir Rp70 juta lebih banyak dibanding yang lain, cuma gara-gara urutan tahun baik dan tahun buruknya beda. Ini yang disebut risiko urutan return, dan pengaruhnya lebih besar dari yang kamu kira.
Risiko urutan return adalah risiko bahwa urutan return investasimu, bukan cuma rata-ratanya, yang menentukan apakah uangmu bakal cukup sampai akhir. Ini cuma muncul kalau ada uang yang masuk atau keluar dari portofolio secara rutin, paling jelas kelihatan waktu kamu menarik dana pensiun. Peneliti perencanaan keuangan Michael Kitces bilang, meskipun pasar akhirnya rata-rata sesuai return jangka panjangnya, kalau return di awal terlalu rendah terlalu lama, penarikan dana yang terus berjalan bisa menghabiskan portofolio sebelum return bagusnya sempat datang. Portofolio yang nggak pernah disentuh sama sekali nggak punya risiko ini. Risiko ini murni soal apa yang terjadi kalau kamu narik uang sementara saldonya masih naik turun.
Kenapa risikonya paling kerasa di tahun-tahun awal penarikan? Karena di situ portofolionya lagi paling besar, jadi satu tahun buruk bikin kerusakan paling besar dalam angka rupiah. Tahun buruk yang datang sepuluh atau dua puluh tahun setelah pensiun kena ke saldo yang udah lebih kecil, jadi kerugiannya dalam rupiah lebih ringan meskipun persentase kerugiannya sama persis.
Sejarah pasar Indonesia sendiri punya versi nyata dari ini. IHSG turun sekitar 50,6% sepanjang 2008, waktu modal asing kabur besar-besaran dari pasar berkembang gara-gara krisis keuangan global. Setahun setelahnya, 2009, IHSG naik sekitar 87%, salah satu pemulihan satu tahun paling tajam dalam sejarah indeks ini.
Bayangkan seseorang yang pensiun akhir 2007 dan mulai menarik jumlah tetap dari portofolio yang berat di IHSG sejak awal 2008. Tiap penarikan tahun itu diambil dari saldo yang lagi anjlok, artinya makin banyak unit yang harus dijual buat dapat jumlah rupiah yang sama, jadi makin sedikit unit yang tersisa buat ikut menikmati lonjakan 87% waktu 2009 datang. Orang yang pensiun dua tahun kemudian, di 2010, dapat return rata-rata jangka panjang yang sama persis selama dekade berikutnya, tapi nggak pernah harus membiayai penarikannya langsung dari tahun terburuk dalam sejarah indeks belakangan ini. Pasar yang sama, rata-rata jangka panjang yang sama, pengalaman awal yang jauh berbeda.
Ini mekanismenya dalam bentuk paling sederhana, hitungan hipotetis buat ilustrasi, bukan portofolio sungguhan. Dua orang pensiun sama-sama mulai dengan Rp1.000.000.000 dan menarik Rp60.000.000 di awal tiap tahun, selama tiga tahun. Keduanya sama-sama mengalami tiga return tahunan yang persis sama, -25%, +10%, dan +30%, rata-ratanya 5% per tahun, mau urutannya gimana pun. Orang A dapat urutan itu apa adanya. Orang B dapat tiga angka yang sama, tapi dibalik.
| Tahun | Return Orang A | Saldo Orang A setelah penarikan dan return | Return Orang B | Saldo Orang B setelah penarikan dan return |
|---|---|---|---|---|
| 1 | -25% | Rp705.000.000 | +30% | Rp1.222.000.000 |
| 2 | +10% | Rp709.500.000 | +10% | Rp1.278.200.000 |
| 3 | +30% | Rp844.350.000 | -25% | Rp913.650.000 |
Orang B berakhir dengan Rp913.650.000, sekitar Rp69.300.000 lebih banyak dibanding Orang A yang berakhir di Rp844.350.000, padahal tiga returnnya sama persis, penarikannya sama persis, dan rata-ratanya sama-sama 5%. Satu-satunya yang berubah cuma di tahun keberapa angka -25% itu jatuh.
Risiko ini justru kebalik arahnya buat orang yang masih rutin nabung, bukan lagi menarik. Kitces bilang jelas, risiko urutan return "tidak berlaku kalau portofolionya tidak ada penarikan." Kalau kamu masih rutin masukin jumlah tetap ke portofolio tiap bulan, bukan ambil uang keluar, tahun buruk di awal justru bukan ancaman seperti buat orang yang lagi pensiun. Setoran rupiah yang tetap bisa beli lebih banyak unit waktu harga lagi turun, dan unit ekstra itu masih ada di akunmu waktu harganya akhirnya pulih. Mekanismenya sama persis kayak tabel di atas, cuma arahnya kebalik karena uangnya lagi masuk, bukan keluar.
Nggak ada yang bisa nebak tahun mana yang bakal jadi tahun buruk. Yang bisa kamu kontrol adalah seberapa rentan rencanamu sendiri kalau tahun buruk itu kebetulan jatuh di awal. Jumlah penarikan yang tetap, nggak peduli gimana kinerja portofolio tahun sebelumnya, lebih rentan dibanding penarikan yang bisa mengecil setelah tahun buruk. Portofolio yang rutin kamu kembalikan ke jadwal rebalancing yang kamu tentukan juga mencegah satu kelas aset yang lagi jelek menyeret saldo keseluruhan lebih dalam dari seharusnya.
Cek jumlah penarikan dan alokasi kamu sekarang terhadap kepemilikan asli di tampilan Portfolio Health NetWort, dan lihat kondisi suku bunga dan pasar hari ini di halaman Macro Context sebelum menganggap tahun depan bakal sama kayak tahun ini.