Ethereum Bisa Mengurangi Suplainya Sendiri. Ini Cara Issuance dan Fee Burn Menentukan ETH Inflasi atau Deflasi
Baca 4 menit
Baca 4 menit
Bitcoin punya batas 21 juta koin. Ethereum nggak punya batas. Jadi, bisa nggak suplai Ethereum turun? Bisa. Dan kadang memang turun.
Suplai ETH itu inflasi (jumlahnya nambah) atau deflasi (jumlahnya berkurang), tergantung dua angka harian: berapa ETH baru yang dibuat, dan berapa yang dihancurkan. Di sini kita bahas dua-duanya dengan bahasa simpel, lengkap dengan contoh hitungan.
Bayangkan bak mandi. Ada keran yang menambah air. Ada lubang pembuangan yang mengurangi air. Tinggi air itu suplai ETH.
Sebelum September 2022, penambang yang menjalankan Ethereum dan dibayar pakai ETH baru. Lalu ada upgrade bernama the Merge yang mengganti sistemnya ke staking.
Menurut ethereum.org, penambang dulu menerima sekitar 13.000 ETH per hari sebelum the Merge. Staker menerima sekitar 1.700 ETH per hari, jadi ETH baru turun sekitar 88% (angka ini kami lihat lewat ringkasan hasil pencarian halaman ethereum.org, karena halamannya sendiri tidak bisa dibuka).
Issuance nggak tetap. Angkanya naik sedikit kalau makin banyak ETH yang di-stake. Satu ringkasan 2026 menyebut sekitar 2.600 ETH per hari. Ringkasan lain bilang sekitar 254.000 ETH diterbitkan selama 90 hari sampai 27 Juli 2026, atau sekitar 2.800 ETH per hari. Sumbernya beda-beda, jadi anggap saja kisarannya 1.700 sampai 2.800.
Sejak Agustus 2021, tiap transaksi Ethereum membayar base fee yang dibakar. Jaringan ramai, fee tinggi, burn besar. Jaringan sepi, fee rendah, burn kecil.
Burn inilah yang naik turun. Setelah upgrade Dencun pada Maret 2024, banyak aplikasi pindah ke jaringan "layer 2" yang lebih murah. Layer 2 adalah jaringan samping yang mengerjakan transaksi dengan murah, lalu mengirim ringkasan kecil ke Ethereum. Akibatnya, biaya yang masuk ke Ethereum jauh berkurang, jadi ETH yang dibakar juga jauh berkurang.
Satu ringkasan 2026 melaporkan rata-rata burn sekitar 58 ETH per hari selama 90 hari sampai Juli 2026, dengan total sekitar 5.200 ETH terbakar di periode itu. Bandingkan dengan ribuan ETH per hari saat masa ramai 2021 sampai 2022, dan kelihatan betapa kecil lubang pembuangannya sekarang.
Tabel di bawah memakai angka ilustrasi supaya kelihatan bagaimana tandanya bisa berbalik. Ini bukan prediksi.
| Jenis hari | Issuance (ETH) | Burn (ETH) | Net (ETH) | Suplai |
|---|---|---|---|---|
| Hari sepi | 2.800 | 58 | +2.742 | Naik |
| Hari impas | 2.800 | 2.800 | 0 | Tetap |
| Hari sangat ramai | 2.800 | 5.000 | −2.200 | Turun |
Intinya: supaya suplai turun, burn harus lebih besar dari issuance. Itu butuh banyak aktivitas berbayar di Ethereum sendiri.
Pakai angka 90 hari tadi, kita hitung sendiri:
Kalau dihitung setahun, itu sekitar 1 juta ETH baru. Dibanding suplai sekitar 121 juta ETH (angka yang dilaporkan ringkasan 2026), kenaikannya sekitar 0,8% per tahun.
Hasil ini beda dengan beberapa artikel. Ada yang bilang laju net sekitar 0,2% per tahun. Angka itu cocok dengan jendela 90 hari, bukan setahun penuh, jadi kami tidak memakainya sebagai laju tahunan. Angka kami berasal dari ringkasan pencarian dashboard seperti ultrasound.money yang tidak bisa kami buka, jadi cek dashboard langsungnya untuk angka terbaru. Data diambil 5 Oktober 2026.
Suplai cuma satu bagian dari gambaran. Ia tidak menentukan harga. Permintaan, staking, suasana pasar, dan kondisi ekonomi juga berperan.
Tapi angka ini berguna dipantau. Suplai yang turun dan suplai yang naik adalah dua cerita berbeda, dan cerita ETH berubah setelah 2024. Sekarang kamu tahu dua angka mana yang perlu dilihat.
Buka halaman ETH di NetWort untuk lihat riwayat harga dan angka risikonya. Lalu bandingkan pergerakannya dengan aset lain di portofoliomu.