Halving Bitcoin Beneran Bikin Harga Naik? Ini Kata Data 3 Siklus Terakhir
Baca 5 menit
Baca 5 menit
Hari ini harga Bitcoin ada di sekitar $64.580. Pada 19 April 2024, hari terjadinya halving Bitcoin terakhir, harganya ada di sekitar $63.762 (CoinDesk; Bitbo). Dua puluh tujuh bulan, satu titik tertinggi sepanjang masa di sekitar $126.200, dan satu kejatuhan 49% kemudian, harganya kembali lagi ke titik hampir sama persis dengan waktu halving itu terjadi.
Itu bukan yang terjadi setelah dua halving sebelumnya. Data halving Bitcoin pengaruh harga-nya memang selalu menunjukkan reli setelah setiap halving, tapi reli kali ini sudah hilang dengan cara yang tidak pernah terjadi di dua siklus sebelumnya. Ini datanya, siklus demi siklus.
Kira-kira setiap empat tahun sekali, jaringan Bitcoin memotong separuh jumlah bitcoin baru yang dibuat dan dibayarkan ke penambang (miner) setiap kali mereka berhasil menambahkan satu blok ke blockchain. Aturan ini sudah ditulis di dalam kode Bitcoin sejak awal dan terjadi otomatis, berdasarkan jumlah blok yang sudah ditambang, bukan berdasarkan tanggal kalender.
Jumlah reward per blok itu turun dari 50 BTC (sebelum 2012) jadi 25 (2012), 12,5 (2016), 6,25 (2020), dan sekarang 3,125 (Kraken). Logikanya sederhana: kalau bitcoin baru yang beredar makin sedikit sementara permintaannya tetap, harganya seharusnya naik. Tapi apakah itu benar-benar terjadi, dan dalam jangka waktu yang bisa diandalkan, itu pertanyaan yang berbeda.
Sudah ada empat kali halving: November 2012, Juli 2016, Mei 2020, dan April 2024. Halving pertama susah dibandingkan secara adil, karena harga Bitcoin naik dari sekitar $12 ke lebih dari $1.000, lompatan besar itu lebih karena harga awalnya memang sangat kecil. Tiga halving terakhir jadi perbandingan yang lebih jujur.
| Halving | Harga saat halving | Puncak | Harga puncak | Kenaikan ke puncak |
|---|---|---|---|---|
| 9 Juli 2016 | ~$650 | 17 Des 2017 | ~$19.700 | ~2.930% |
| 11 Mei 2020 | ~$8.700 | 10 Nov 2021 | ~$69.044 | ~694% |
| 19 April 2024 | ~$63.762 | 6 Okt 2025 | ~$126.198 | ~98% |
(Harga saat halving dan harga puncak dari Kraken, Bitget, Bitbo, CarbonCredits, dan U.S. News, semuanya diambil 6 Agustus 2026. Persentase kenaikan dihitung sendiri dari dua harga bersumber di tiap baris.)
Ada dua hal yang langsung kelihatan. Setiap puncak selalu datang 17 sampai 18 bulan setelah halvingnya, jaraknya konsisten di tiga siklus berturut-turut. Dan persentase kenaikan tiap siklus makin kecil dari siklus sebelumnya, yang sebenarnya masuk akal: melipatgandakan aset seharga $650 jauh lebih gampang daripada melipatgandakan aset seharga $63.762.
Reli yang akhirnya berbalik arah total bukan hal baru buat Bitcoin. Dua siklus sebelumnya juga sama-sama jatuh keras setelah puncaknya. Bedanya ada di berapa banyak untung dari reli itu yang masih tersisa, diukur di titik yang sama di tiap siklus: sekitar 10 bulan setelah puncak.
| Siklus | Puncak | Harga ~10 bulan setelah puncak | Harga saat halving | Masih untung dari harga halving |
|---|---|---|---|---|
| Halving 2016 | ~$19.700 (Des 2017) | ~$6.300-6.600 (Okt 2018) | ~$650 | ~870% sampai 900% |
| Halving 2020 | ~$69.044 (Nov 2021) | ~$20.050 (Ags 2022) | ~$8.700 | ~130% |
| Halving 2024 | ~$126.198 (Okt 2025) | ~$64.580 (Ags 2026) | ~$63.762 | ~1%, nyaris balik ke titik awal |
(Harga Oktober 2018 dan Agustus 2022 dari StatMuse Money, diambil 6 Agustus 2026. Harga sekarang dari CoinDesk, diambil 6 Agustus 2026.)
Setelah puncak 2017, Bitcoin jatuh sekitar 68% sampai akhir 2018, tapi harganya masih untung sekitar 870 sampai 900% dibanding harga saat halving 2016. Setelah puncak 2021, Bitcoin jatuh sekitar 71% sampai pertengahan 2022, tapi masih untung sekitar 130% dibanding harga saat halving 2020. Kali ini, Bitcoin jatuh sekitar 49% dari puncaknya di Oktober 2025 yang sekitar $126.198, ke sekitar $64.580 per 6 Agustus 2026 (CoinDesk), dan penurunan itu saja sudah cukup untuk menghapus hampir seluruh untung dari reli setelah halving. Dua puluh tujuh bulan setelah halving, harganya kembali ke titik yang hampir sama dengan awal.
Laporan soal kejatuhan ini menunjuk kebijakan bank sentral AS yang tetap ketat, ketegangan AS-Iran, arus keluar dana ETF Bitcoin sebesar $4,4 miliar selama 13 hari berturut-turut, dan penjualan bitcoin mendadak oleh Strategy (dulu bernama MicroStrategy) sebagai pemicu jatuhnya harga (Backpack Exchange). Empat hal itu tidak ada satu pun yang khusus berhubungan dengan jadwal halving Bitcoin setiap empat tahun. Yang penting buat artikel ini lebih sederhana: bantalan untung di atas harga halving makin menipis tiap siklus, dan di siklus ini, buat pertama kalinya, bantalan itu habis sama sekali.
Jarak waktu dari halving ke puncak sudah konsisten tiga siklus berturut-turut, jadi makin sulit menyebutnya kebetulan. Tapi "halving memprediksi reli" dan "reli-nya aman untuk ditahan" itu dua klaim yang beda, dan tiga siklus terakhir selalu menjawabnya dengan cara berbeda. Di setiap siklus sejauh ini, reli-nya selalu berbalik arah total di suatu titik setelah puncak. Yang berubah kali ini cuma seberapa banyak untung yang masih tersisa saat pembalikan arah itu akhirnya terjadi.
Itu cerita soal volatilitas, bukan alasan buat berharap hasil tertentu di siklus berikutnya. Halving berikutnya baru diperkirakan terjadi sekitar 2028, dan tidak ada yang di sini bisa memastikan apa yang akan terjadi pada Bitcoin sampai saat itu.
Kalau kamu memegang bitcoin, atau sedang mempertimbangkannya, angka yang penting bukan tanggal halvingnya. Yang penting adalah seberapa besar bagian portofoliomu bergantung pada posisi Bitcoin di siklusnya sekarang. Halaman aset Bitcoin di NetWort menampilkan riwayat harga lengkapnya dalam bentuk grafik, dan Explore memungkinkan kamu membandingkan volatilitas dan drawdown antar aset berdampingan, termasuk melihat bagaimana ayunan harga seperti di atas akan terasa di portofoliomu sendiri. Untuk seberapa besar alokasi kripto yang masuk akal buat menahan siklus seperti ini, baca juga berapa persen alokasi kripto ideal.