Batu Mulia Ruby dan Safir Bisa Jadi Investasi? Kenapa Sertifikat Lab Lebih Penting dari Karat
Baca 4 menit
Baca 4 menit
Satu ruby seberat 25,59 karat terjual $30,3 juta di Jenewa pada Mei 2015. Artinya sekitar $1,18 juta per karat. Sotheby's sebelumnya memperkirakan harganya hanya $12 sampai $18 juta (Pricescope, Mei 2015).
Di tahun yang sama, harga batu akik di Indonesia ambruk, dengan satu batu yang dilaporkan kehilangan 98% harganya. Dua-duanya sama-sama "batu". Kenapa yang satu cetak rekor dunia, yang satu ambruk?
Jawabannya: pasarnya beda. Artikel ini menjelaskan bedanya, dan apa artinya untuk investasi batu mulia ruby dan safir kalau kamu punya satu.
Batu akik tidak punya cara standar untuk menilai kualitas. Pembeli sulit membedakan batu langka dari batu biasa. Waktu tren surut, harga tidak punya pegangan. Cerita lengkapnya ada di artikel kami soal naik turunnya harga batu akik.
Ruby, safir, dan zamrud kelas atas beda. Ini disebut batu mulia berwarna, yaitu batu berharga yang nilainya datang dari warna, bukan dari beningnya seperti berlian. Batu yang mahal biasanya diperiksa laboratorium gemologi, yaitu lembaga yang meneliti batu lalu menulis laporan. Isinya: jenis batu, asal tambangnya, dan apakah batu itu pernah diberi perlakuan.
Laporan itu yang membuat orang asing di negara lain berani percaya dan membayar. Batu akik tidak pernah punya ini.
Anggap saja seperti hasil cek kesehatan untuk batu. Untuk ruby dan safir, pembeli melihat tiga hal:
Rumah lelang besar mengandalkan lab bernama. Safir Regent Kashmir, yang terjual tahun 2025, digambarkan sebagai batu biru royal tanpa pemanasan dari Kashmir, dan pemberitaan mengutip laporan Swiss Gemmological Institute (SSEF) soal warna dan kejernihannya (The Jewellery Editor).
Ini dua rekor paling terkenal. Keduanya menunjukkan batas atas untuk batu terbaik dengan dokumen terbaik, bukan harga batu biasa.
| Batu | Penjualan | Berat | Harga | Per karat |
|---|---|---|---|---|
| Sunrise Ruby (Burma, tanpa pemanasan) | Sotheby's Jenewa, 12 Mei 2015 | 25,59 ct | $30,3 juta | sekitar $1,18 juta |
| Safir Regent Kashmir (tanpa pemanasan) | Christie's Hong Kong, 27 Mei 2025 | 35,09 ct | $9,5 juta | $271.515 |
Sumber: Pricescope untuk ruby, Rapaport untuk safir.
Angka per karat safir itu adalah rekor saat penjualan 2025. Rekor bisa pecah, jadi cek yang terbaru sebelum kamu mengutipnya.
Regent Kashmir juga pernah terjual tahun 2015 seharga $7,4 juta, atau $209.689 per karat. Sepuluh tahun kemudian terjual lagi dengan harga lebih tinggi. Satu batu, satu nama, satu rekam jejak dokumen selama sepuluh tahun. Pembeli batu akik tidak punya itu.
Dua batu di atas punya pola sama. Ruby dari Burma (sekarang Myanmar), safir dari Kashmir. Di dunia perdagangan batu, dua daerah itu punya nama yang dikenal kolektor, dan lab bisa menyebut asalnya di laporan.
Pedagang bilang batu yang sama dengan laporan yang lebih lemah bisa laku jauh lebih murah. Kami tidak menemukan data netral yang dipublikasikan soal seberapa besar selisihnya, jadi kami tidak menaruh persentase. Yang bisa kami katakan: rumah lelang mengandalkan laporan asal untuk lot terbaiknya, dan itu tanda pasar menghargainya.
Tidak. Rekor seperti ini ada di puncak pasar. Kebanyakan batu jauh di bawahnya.
Hal yang tetap menghambat, meski ada sertifikat:
Panduan kami soal risiko likuiditas barang koleksi menjelaskan kenapa harga yang kelihatan sering bukan harga yang bisa kamu dapat saat butuh jual cepat.
Simpan laporan lab bersama batunya. Itu bagian dari alasan batu bisa dijual.
Lalu catat nilainya dengan jujur. Di halaman Holdings NetWort, batu mulia masuk ke Luxury Goods. Tipe Standard defaultnya -15% per tahun dan tipe Collectible defaultnya +5% per tahun. Keduanya bukan hitungan untuk batu tertentu, jadi ganti dengan nilai hasil riset kamu, misalnya harga lelang atau penawaran pedagang untuk batu serupa yang bersertifikat.
Buka Holdings dan catat batu kamu dengan nilai yang realistis, bukan harga di nota.