JISDOR: Kenapa Rupiah Punya Lebih dari Satu Kurs dan Mana yang Dipakai Banknya
Baca 5 menit
Baca 5 menit
Kamu mau kirim uang ke luar negeri, lalu cek kurs di Google. Angkanya Rp17.917 per dolar AS. Tapi saat transfer di bank, kamu bayar lebih mahal. Kok bisa?
Jawabannya: rupiah punya lebih dari satu kurs. Salah satunya JISDOR, kurs acuan dari Bank Indonesia (BI). Kurs yang dipakai banknya adalah hal lain. Yuk kita bedah satu per satu.
JISDOR singkatan dari Jakarta Interbank Spot Dollar Rate. Ini kurs acuan BI untuk satu dolar AS dalam rupiah.
"Interbank" artinya transaksi antarbank. "Spot" artinya transaksi yang diselesaikan segera, bukan di tanggal nanti. Jadi JISDOR disusun dari transaksi dolar nyata antarbank di Indonesia. BI menyebutnya harga spot USD/IDR yang dibentuk dari kurs transaksi tersebut (Bank Indonesia, lewat ringkasan pencarian).
Anggap JISDOR sebagai harga patokan pasar. Bukan harga yang kamu bayar di loket.
Banyak artikel masih menulis JISDOR terbit pukul 10.00 WIB. Itu benar di awal, saat JISDOR mulai dipakai tahun 2013.
Sejak 5 April 2021, jendela datanya diperlebar menjadi pukul 08.00 sampai 16.00 WIB, dan publikasinya bergeser ke pukul 16.15 WIB (Kontan). Halaman BI sekarang menunjukkan jendela data pukul 09.00 sampai 15.00 WIB dan publikasi pukul 15.15 WIB, berdasarkan perubahan aturan 2026 (ringkasan pencarian, diakses 14 Oktober 2026).
Intinya: JISDOR adalah angka akhir hari. Kalau tidak ada transaksi antarbank di jendela itu, yang tampil adalah kurs hari kerja sebelumnya.
Ini peta singkatnya.
| Kurs | Siapa yang menetapkan | Artinya |
|---|---|---|
| JISDOR | Bank Indonesia | Acuan spot dari transaksi antarbank |
| Kurs spot langsung | Pasar, setiap menit | Harga transaksi antarbank saat ini (Bloomberg, Reuters) |
| Kurs Transaksi BI | Bank Indonesia | Kurs jual dan beli untuk transaksi BI sendiri, titik tengahnya dari JISDOR |
| Kurs bank kamu | Bank | Harga jual dan beli terpisah untuk nasabah |
Kurs spot bergerak sepanjang hari. Situs berita biasanya mengutipnya saat tengah hari atau penutupan. JISDOR hanyalah satu potret harian dari arus itu, jadi jarang persis sama dengan angka di layarmu.
BI juga menerbitkan Kurs Transaksi dengan harga beli dan harga jual. Kurs ini dipakai untuk transaksi BI dengan pihak ketiga, misalnya pemerintah. Terbit setiap hari kerja pukul 08.00 WIB. Titik tengahnya mengacu pada JISDOR hari kerja sebelumnya (Kontan, lewat ringkasan pencarian).
Jadi "kurs tengah BI" yang sering disebut dibangun dari JISDOR. Ia bukan harga pasar yang terpisah.
Bank tidak bertransaksi denganmu di harga acuan. Bank memasang dua harga:
Kurs jual selalu lebih tinggi dari kurs beli. Selisih itulah sumber untung bank. Kalau kamu membeli dolar untuk dikirim ke luar negeri, kamu membayar kurs jual.
Selisih di bawah ini hanya rekaan untuk menunjukkan hitungannya. Ini bukan kutipan kurs bank sungguhan.
Misalnya kamu mau mengirim $1.000 untuk biaya kuliah di luar negeri. JISDOR Rp17.917 (6 Oktober 2026). Kurs jual banknya Rp18.067, yaitu Rp150 di atasnya.
Kamu tidak membayar biaya apa pun. Ongkosnya tersembunyi di dalam kurs.
Seberapa besar selisih sebenarnya? Pada satu hari di 2026, kurs jual bank berada 60 sampai 380 poin di atas kurs spot langsung, tergantung bank dan jenis transaksi (IDN Financials, tanggal lengkap tidak terlihat di versi yang kami baca, spot Bloomberg sekitar Rp16.920 pukul 12.00). Selisihnya berubah menurut bank, saluran, dan hari. Pakai rentang itu sebagai satu potret, bukan aturan.
Tiga alasan sederhana:
Pilih kurs sesuai keperluanmu.
Kalau kamu punya saham AS atau aset dalam dolar, return dalam rupiah bergantung pada kurs. Besarnya pengaruh itu kami bahas di artikel return IHSG dalam dolar dan rupiah.
Saat asetmu dalam dolar, kurs mana yang dipakai untuk menilainya berpengaruh sedikit. Kurs acuan memberi angka yang bersih dan mudah dibandingkan. Kurs beli bank menunjukkan berapa yang kamu terima kalau menjual hari ini.
Buka halaman Macro Context NetWort. Lihat garis USD/IDR. Lalu cek kurs jual banknya hari ini dan hitung selisihnya dalam rupiah, dengan langkah yang sama seperti contoh di atas.