Apa Itu Max Drawdown, dan Kenapa Angka Ini Menentukan Kamu Panic Sell atau Tidak
Baca 4 menitDiperbarui 22 Agustus 2026
Baca 4 menitDiperbarui 22 Agustus 2026
Tanggal 20 Maret 2020, IHSG tutup di 4.194,94. Turun 33,41% sejak awal tahun, level terendah sejak 2015. Bulan itu bursa sempat kena trading halt.
Tanggal 21 Desember di tahun yang sama, indeksnya sudah balik ke kisaran 6.100.
Yang tahan pegang, tahunnya berakhir datar sampai lumayan. Yang jual di Maret, sepertiga uangnya hilang permanen. Indeks sama, sembilan bulan yang sama, hasil akhirnya berlawanan. Max drawdown adalah angka yang menjelaskan jarak antara dua orang itu.
Max drawdown adalah penurunan terparah dari puncak ke titik terendah selama satu periode. Bukan turun dari harga belimu. Tapi turun dari titik tertinggi yang pernah dicapai portofoliomu, ke titik terendah sesudahnya.
(Nilai terendah − Nilai puncak) ÷ Nilai puncak
Kalau portofoliomu pernah sentuh Rp 200.000.000 lalu turun ke Rp 140.000.000, max drawdown-mu −30%. Angkanya tetap −30% di catatan walaupun nanti pulih total, karena intinya bukan kamu finis di mana. Tapi apa yang harus kamu tahan di tengah jalan.
Volatilitas cerita soal seberapa bergoyang rata-ratanya. Max drawdown cerita soal seberapa parah momen terburuknya. Orang tahan menghadapi rata-rata. Yang bikin panik itu titik ekstremnya.
Turun dan balik lagi itu tidak simetris, dan ini bagian yang paling sering salah dipahami.
| Penurunan | Kenaikan yang dibutuhkan buat balik modal |
|---|---|
| −10% | +11% |
| −20% | +25% |
| −33% | +50% |
| −50% | +100% |
| −70% | +233% |
Kehilangan sepertiga uang tidak cukup ditutup dengan naik sepertiga. Butuh naik setengah. Ketimpangan inilah alasan kenapa menghindari lubang yang dalam jauh lebih penting daripada mengejar rally yang cepat.
Ini bagian yang kurang enak didengar. Max drawdown itu statistik tentang asetmu, tapi gunanya di dunia nyata adalah sebagai ramalan tentang perilakumu.
Tanya diri sendiri dengan jujur: kalau besok kamu buka aplikasi dan totalnya minus 35%, kamu bakal ngapain? Bukan apa yang seharusnya dilakukan investor disiplin. Tapi apa yang benar-benar akan kamu lakukan.
Kalau jawaban jujurnya "jual sebagian besar", berarti portofolio dengan max drawdown historis 35% terlalu agresif buat kamu, sebagus apa pun return jangka panjangnya di atas kertas. Kamu tidak akan pernah menikmati return itu, karena kamu sudah tidak pegang waktu return-nya datang.
Itulah kenapa contoh Maret 2020 lebih berharga daripada rumus apa pun. Orang yang kebagian pemulihan bukan orang yang lebih pintar. Mereka cuma pegang sesuatu yang sanggup mereka tahan.
Tidak ada jawaban baku, tapi ini patokan kasarnya, sesuai rentang yang dipakai dashboard:
Lebih baik dari −15%. Nyaman. Kebanyakan orang bisa tahan tanpa gatal pengin jual.
Antara −15% dan −30%. Wajar untuk portofolio yang berat di saham. Tidak enak, tapi masih bisa dilewati kalau kamu sudah siap.
Lebih buruk dari −30%. Kamu harus sudah memutuskan dari jauh hari bahwa kamu tidak akan jual. Posisi kripto tunggal bisa lewat angka ini secara rutin.
Kata "siap" di situ penting banget. Turun 25% yang sudah kamu antisipasi rasanya beda total dari turun 25% yang datang tiba-tiba, padahal angkanya persis sama.
Max drawdown sendirian bisa menyesatkan, dua arah sekaligus.
Portofolio yang cuma diukur di tahun-tahun adem akan menunjukkan max drawdown yang cantik, semata karena belum pernah diuji. Cek dulu periodenya. Kalau belum mencakup guncangan pasar beneran, angkanya belum bercerita banyak.
Sebaliknya, satu drawdown dalam akibat kejadian sekali lewat belum tentu berarti portofolionya rapuh sekarang, apalagi kalau posisi penyebabnya sudah dilepas.
Baca berbarengan dengan volatilitas, beta, dan rasio Sharpe. Volatilitas menggambarkan minggu-minggu biasa. Beta menggambarkan seberapa besar pergerakan minggu itu mengikuti pasar secara keseluruhan. Sharpe menggambarkan apakah gejolaknya dibayar sepadan. Max drawdown menggambarkan malam terburuknya. Kamu butuh keempatnya sebelum memutuskan sebuah alokasi cocok atau tidak. Tapi keempatnya belum menjawab pertanyaan lain: apakah return di baliknya itu sendiri bagus. Untuk itu kamu tetap butuh pembanding.
Max drawdown-mu ada di bagian Kesehatan Portofolio pada dashboard, dihitung dari riwayat kepemilikanmu yang asli, bukan asumsi kamu setor sekaligus di hari pertama. Alasan yang sama kenapa angka return yang ditunjukkan brokermu juga bukan return aslimu: keduanya baru berarti kalau dihitung dari apa yang benar-benar kamu lakukan, bukan jalan pintas.
Buka, lihat angkanya, lalu lakukan tes jujur tadi: bayangkan total portofoliomu sekarang turun persis sebesar persentase itu, dan putuskan sekarang kamu akan bagaimana. Kalau jawabannya "jual", kamu baru saja belajar sesuatu yang berharga sebelum pasar memaksamu belajar dengan cara mahal. Mengubah alokasi waktu kepala masih dingin jauh lebih murah daripada mengubahnya di tengah Maret.
Buat melihat posisi pasar hari ini, halaman market memantau sentimen dan volatilitas terkini.