Return Sama 14%, Risiko Beda Jauh: Ini Fungsi Rasio Sharpe
Baca 4 menit
Baca 4 menit
Di grup saham, orang pamer return. Jarang ada yang cerita soal perjalanannya.
Dua orang bisa sama-sama tutup tahun di angka +14%. Yang satu tidurnya nyenyak. Yang satu lagi hampir jual semua pas Maret karena portofolionya merah parah. Angka akhirnya identik, pengalamannya jauh berbeda.
Rasio Sharpe adalah angka yang membedakan dua portofolio tadi. Dan hampir tidak ada yang melihatnya.
Return itu baru setengah cerita. Dia cuma bilang kamu dapat berapa, bukan seberapa berat jalan ke sana.
Rasio Sharpe melengkapi kalimatnya. Pertanyaannya: berapa tambahan return yang kamu dapat, untuk setiap satuan gejolak yang kamu tahan?
Ada tiga komponen, dan semuanya lebih sederhana dari kedengarannya.
Return portofolio. Berapa untungmu selama periode itu.
Suku bunga bebas risiko. Berapa yang bisa kamu dapat tanpa ambil risiko sama sekali. Di Indonesia patokannya BI Rate, yang ditahan Bank Indonesia di level 5,75% pada rapat 21 sampai 22 Juli 2026. Kalau investasimu tidak bisa mengalahkan angka itu, kamu ambil risiko tanpa imbalan.
Volatilitas. Seberapa liar nilai portofoliomu naik turun sepanjang jalan. Secara statistik ini standar deviasi dari return-mu. Bahasa gampangnya: pergerakan bulanannya adem, atau bikin deg-degan?
(Return portofolio − Bunga bebas risiko) ÷ Volatilitas
Ini dua portofolio yang finis di titik yang persis sama.
| Portofolio A | Portofolio B | |
|---|---|---|
| Return setahun | 14% | 14% |
| Bunga bebas risiko (BI Rate) | 5,75% | 5,75% |
| Return di atas bebas risiko | 8,25% | 8,25% |
| Volatilitas | 8% | 28% |
| Rasio Sharpe | 1,03 | 0,29 |
Portofolio A dapat sekitar satu satuan kelebihan return untuk tiap satuan gejolak. Portofolio B cuma dapat sepertiganya, padahal hasil akhirnya sama.
Tahunnya Portofolio B isinya bulan-bulan anjlok dalam lalu balik naik kencang. Portofolio A naik pelan-pelan. Papan skor tidak bisa membedakan keduanya. Rasio Sharpe bisa.
Tidak ada nilai kelulusan yang baku, tapi rentang ini patokan yang masuk akal, dan sama dengan ambang yang dipakai NetWort waktu memberi warna metrik ini di dashboard-mu.
Di atas 1,0. Bagus. Kamu dibayar sepadan atas risiko yang kamu tanggung.
Antara 0,5 dan 1,0. Masih wajar, tapi ada ruang perbaikan. Sering jadi tanda portofolio terlalu menumpuk di beberapa saham yang bergejolak.
Di bawah 0,5. Gejolaknya tidak membeli banyak. Layak dicek, kira-kira alokasi yang lebih adem hasilnya bagaimana.
Negatif. Portofoliomu kalah dari bunga bebas risiko. Uangmu lebih baik ditaruh di tempat yang membosankan.
Gampang saja menganggap volatilitas tidak penting. Toh dua-duanya finis di 14%, buat apa peduli jalannya?
Ada dua alasan.
Pertama soal perilaku, dan ini yang benar-benar memakan uang orang. Pemilik Portofolio B hampir jual pas Maret. Banyak yang di posisi itu beneran jual, tepat di titik terendah, dan tidak pernah kebagian 14% itu. Portofolio yang tidak sanggup kamu pegang lewat satu kuartal jelek itu sebenarnya bukan milikmu.
Kedua, volatilitas tinggi artinya rentang kemungkinan hasilnya lebar. Portofolio B yang finis di +14% itu satu tarikan dari distribusi yang sama mungkinnya kasih −10%. Rentang Portofolio A jauh lebih sempit. Hasil tahun ini sama, peluang tahun depan beda jauh.
Rasio Sharpe menganggap semua volatilitas itu buruk, termasuk yang ke atas. Portofolio yang sesekali melonjak 20% dalam sebulan tetap kena penalti, padahal tidak ada yang protes kalau kejutannya model begitu.
Angkanya juga sangat tergantung periode pengukuran. Rasio Sharpe yang dihitung dari enam bulan yang adem akan terlihat cantik untuk portofolio yang belum pernah diuji tekanan. Periode panjang lebih jujur.
Dan dia mengasumsikan pola return-nya cukup normal. Aset yang rawan jatuh mendadak, termasuk banyak kripto, bisa mencatat rasio Sharpe yang enak dilihat sampai bulan di mana tiba-tiba tidak. Baca berbarengan dengan maximum drawdown, bukan sebagai gantinya.
Kamu butuh return selama satu periode, bunga bebas risiko untuk periode itu, dan standar deviasi dari return-mu. Di spreadsheet, bagian volatilitas pakai STDEV atas return bulanan, lalu dikali akar 12 biar jadi tahunan.
NetWort menghitungnya dari riwayat transaksimu yang asli, jadi angkanya mencerminkan arus setoran beneran, bukan asumsi rapi bahwa kamu setor semua di hari pertama. Bedanya sama seperti pada return utamamu, dan itulah kenapa angka di aplikasi broker sering beda dengan return aslimu.
Rasio Sharpe-mu ada di bagian Kesehatan Portofolio pada dashboard, bersebelahan dengan volatilitas, beta, dan maximum drawdown. Buka dan lihat keempatnya sekaligus. Kalau return-mu kelihatan bagus tapi rasio Sharpe-nya di bawah 0,5, yang perlu diselidiki bukan return-nya. Tapi harga yang kamu bayar untuk itu. Dan kalau kamu belum yakin return itu sendiri bagus atau tidak, bandingkan dulu dengan IHSG atau S&P 500 sebagai titik awal.
Untuk BI Rate terkini dan gambaran suku bunga yang jadi bahan hitungan ini, cek halaman konteks makro.