Trader Ini Coba Swap $50 Juta di DEX, Baliknya Cuma $36 Ribu. Ini yang Disebut Slippage AMM
Baca 6 menit
Baca 6 menit
Pada 12 Maret 2026, seorang trader coba nge-swap aset senilai 50,4 juta dolar AS (sekitar Rp892 miliar dengan kurs sekitar Rp17.700 per dolar AS pertengahan September 2026) dari stablecoin ke token AAVE lewat decentralized exchange (DEX). Transaksinya jalan normal. Bukan hack, bukan wallet dibobol. Trader itu cuma dapat sekitar 36 ribu dolar AS (sekitar Rp637 juta) dari token yang dia terima, cuma sekitar 0,07% dari uang yang dia masukkan. Ini contoh paling ekstrem dari slippage DEX: harga yang kamu lihat di layar dan harga yang beneran kamu dapat pas transaksi selesai bisa jauh banget bedanya, dan penyebabnya bukan nasib buruk, tapi matematika yang sederhana.
Decentralized exchange (DEX) biasanya tidak mencocokkan order kamu sama order orang lain kayak bursa saham biasa. Kebanyakan DEX pakai automated market maker (AMM): kolam dua jenis token, disimpan di smart contract, yang menentukan harga transaksi lewat rumus, bukan lewat order book.
Versi yang paling umum dipakai, dipopulerkan Uniswap dan ditiru hampir semua DEX lain, menjaga hasil kali jumlah dua token di kolam itu supaya tetap sama tiap ada transaksi:
Artinya begini. Kalau kamu beli satu token dari kolam itu, kamu nambahin token yang kamu bayar dan ngambil token yang kamu mau. Supaya x × y tetap sama dengan k yang sama, harga harus naik seiring makin banyak token yang kamu mau itu diambil dari kolam. Transaksi kecil cuma menggeser harga sedikit. Transaksi besar, dibanding seberapa banyak uang yang ada di kolam itu, menggeser harga jauh lebih besar. Pergeseran harga ini, antara harga yang ditawarkan pas kamu mulai transaksi dan harga yang beneran kamu dapat pas transaksi selesai, disebut price impact, dan slippage adalah yang kamu rasakan akibat pergeseran itu.
Transaksi di atas beneran terjadi, dan ini contoh price impact paling jelas yang bisa kamu temuin. Menurut laporan The Block, The Defiant, CCN, dan beberapa media lain, trader tadi coba mindahin 50,4 juta dolar AS dari posisi deposit di Aave ke token AAVE, pakai fitur swap yang ada langsung di interface Aave sendiri. Transaksinya lewat beberapa tahap: pertama ke USDT, terus ke ETH lewat kolam yang besar dan likuiditasnya cukup, dan terakhir ke AAVE lewat kolam yang jauh lebih kecil di exchange lain, yang cuma punya likuiditas sekitar 73 ribu dolar AS (sekitar Rp1,29 miliar).
Kolam terakhir itulah yang bikin semuanya ambruk. Ngedorong nilai puluhan juta dolar lewat kolam yang cuma isinya 73 ribu dolar bukan cuma menggeser harga sedikit, tapi bikin harganya ambruk hampir total. Trader itu akhirnya cuma dapat sekitar 324 token AAVE, senilai sekitar 36 ribu dolar AS waktu itu, rugi hampir seluruh 50 juta dolar yang dia masukkan.
Menurut pendiri Aave, Stani Kulechov, interface-nya sudah nampilin peringatan soal slippage yang ekstrem sebelum transaksi ini dikonfirmasi, dan estimasi hasil yang ditampilin juga sudah jauh di bawah nilai wajarnya. Transaksinya tetap jalan. Di sisi lain, analisis on-chain yang dikaitkan sama Arkham Intelligence menunjukkan ada pihak block-building yang juga narik puluhan juta dolar dari transaksi yang sama ini, pakai cara yang sejenis dengan yang dibahas di penjelasan NetWort soal MEV dan sandwich attack. Dua masalah ini bisa numpuk di satu transaksi yang sama: kolam yang tipis bikin price impact-nya parah, dan siapapun yang ngintip transaksi itu bisa narik keuntungan lebih banyak lagi setelah harganya sudah bergerak.
Price impact itu tidak tetap. Besarnya tergantung seberapa besar transaksimu dibanding seberapa banyak likuiditas yang ada di kolam yang kamu pakai.
Dokumentasi resmi Uniswap sendiri kasih perbandingan sederhana: swap 100 ribu dolar AS (sekitar Rp1,77 miliar) antara dua stablecoin, lewat kolam yang likuiditasnya lebih dari 10 juta dolar AS (sekitar Rp177 miliar), cuma menggeser harga sedikit banget, sampai trader bisa pasang batas slippage seketat 0,05% dan transaksinya tetap jalan normal. Itu contoh kolam yang dalam. Transaksinya nyaris tidak kerasa di kolam segitu besar.
Bandingin sama kasus AAVE tadi, di mana nilai sekitar 50 juta dolar AS coba lewat kolam yang isinya cuma sekitar 73 ribu dolar AS. Perbandingan antara ukuran transaksi dan kedalaman kolam itulah yang nentuin apakah kamu dapat harga yang wajar atau rugi hampir semuanya. Rumusnya sendiri tidak peduli kolamnya dalam atau tipis. Reaksinya sama persis buat keduanya.
Setiap DEX minta kamu atur batas slippage sebelum konfirmasi swap. Ini adalah selisih maksimal yang kamu mau terima antara harga yang ditawarkan dan harga yang beneran kamu dapat pas transaksi selesai. Kalau selisihnya bakal lebih besar dari batas yang kamu atur, transaksinya gagal, bukannya tetap jalan di harga yang kamu tidak setujui.
Batas slippage default di Uniswap adalah 0,5%, dengan opsi "auto" yang bisa menyesuaikan antara 0,5% sampai 5% tergantung pasangan token dan kondisi network, menurut dokumentasi resmi Uniswap sendiri. PancakeSwap pakai default yang sama, 0,5%, dengan rentang auto yang sebanding. Keduanya juga kasih opsi buat kamu atur angka sendiri.
Kalau kamu pegang token seperti AAVE atau aset lain yang diperdagangkan lewat kolam likuiditas kayak ini, cek riwayat harga dan volume asetnya lewat Explore screener NetWort dulu buat tahu seberapa likuid pasarnya, sebelum rumus AMM sendiri yang nentuin harga buat kamu.