Rights Issue Kadang Dibarengin Waran Gratis. Ini yang Beneran Kamu Dapetin dari Situ
Baca 5 menit
Baca 5 menit
Kamu baru aja exercise rights issue, terus di akun sekuritasmu muncul satu baris tambahan: waran, kadang jumlahnya sampai ratusan, dan kamu tidak bayar apa-apa buat itu. Rasanya kayak bonus, atau malah kayak jebakan. Sebenarnya bukan dua-duanya. Itu instrumen terpisah dengan aturan sendiri, dan apakah nilainya beneran ada atau tidak, itu tergantung penuh sama ke mana harga sahamnya bergerak nanti, bukan sama rights issue yang udah kamu lewati.
Waran itu instrumen yang ngasih kamu hak, bukan kewajiban, buat beli satu saham baru langsung dari perusahaan di harga pelaksanaan yang sudah dipatok, kapan aja sebelum tanggal jatuh tempo yang ditentukan. Ini beda sama hak (HMETD) dari rights issue, yang cuma bisa dipakai buat beli saham di penawaran spesifik itu doang, dalam jendela waktu yang cuma hitungan hari. Waran jendela waktunya bisa sampai bertahun-tahun, dan perusahaan baru dapat uangmu, dan baru menerbitkan saham barunya, kalau kamu beneran milih buat exercise sebelum waran itu kedaluwarsa.
Kalau perusahaan Indonesia bareng-bareng ngeluarin waran sama rights issue, itu semacam pemanis: beli saham barunya sekarang, perusahaan kasih tambahan opsi yang bisa diperdagangkan buat beli saham lagi nanti, di harga yang dipatok hari ini.
Rasionya selalu tertulis jelas di prospektus rights issue, dan beda-beda tiap perusahaan. Contoh nyata bikin mekanismenya lebih gampang dipahami.
PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) melakukan dua rights issue di tahun 2021 yang sama-sama dibarengin waran gratis, dan dua-duanya pakai harga pelaksanaan yang sama:
Dua-duanya tercatat di jadwal rights issue resmi perusahaan, dilaporkan Britama dan dikonfirmasi terpisah oleh Investor.id, yang dua-duanya nyebut harga pelaksanaan Rp70 yang sama buat ronde kedua.
Waran Rp70 milik BRMS nunjukin apa yang terjadi kalau harga sahamnya beneran naik ke sana. Operasi pengolahan emas perusahaan ini di Sulawesi berkembang pesat, dan sampai akhir Desember 2023, meja trading Bareksa naruh BRMS di kisaran trading-buy Rp168 sampai Rp173 per saham, lebih dari dua kali lipat harga pelaksanaan Rp70.
Di harga segitu, exercise satu waran berarti bayar Rp70 buat saham yang nilainya di atas Rp168, untung di atas kertas lebih dari 100% cuma dari selisih harga pelaksanaannya, belum termasuk berapa pun yang tadinya dibayar buat dapetin waran itu sendiri. Itu namanya waran yang dalam kondisi in the money.
Ini bagian yang tidak bisa terjadi ke rights issue-nya sendiri, tapi bisa terjadi ke waran. Misalnya ada perusahaan rekaan, "PT Contoh Tbk," ngebarengin waran dengan harga pelaksanaan Rp500, jatuh tempo dua tahun lagi. Kalau sahamnya diperdagangkan di Rp350 sepanjang dua tahun itu dan tidak pernah sekalipun ditutup di atas Rp500 sebelum jatuh tempo, warannya berakhir tanpa nilai sama sekali, entah sahamnya waktu itu ada di Rp499 atau di Rp100.
Alasannya sederhana: tidak ada yang mau exercise hak buat beli saham seharga Rp500 kalau pasar bisa jual saham yang sama di harga Rp350. Nilai satu waran cuma datang dari selisih antara harga saham dan harga pelaksanaan, dan kalau selisihnya tidak pernah positif sebelum jatuh tempo, selisihnya ya nol.
Ini beda struktural yang nyata dari rights issue yang membarenginya:
| Haknya (HMETD) | Warannya | |
|---|---|---|
| Buat apa | Beli saham baru di rights issue yang itu doang | Beli saham lagi nanti, di harga yang udah dipatok hari ini |
| Berapa lama waktunya | Hitungan hari, cuma selama jendela perdagangan rights | Bulan sampai tahunan, sesuai jadwal yang ditentukan perusahaan |
| Kapan nilainya nol | Hampir tidak pernah pas baru diterbitkan, karena harga pelaksanaannya dipatok di bawah harga pasar sebelum rights issue | Kapan pun harga sahamnya ada di bawah harga pelaksanaan pas jatuh tempo, dan ini sering kejadian |
Harga pelaksanaan rights issue memang sengaja dipatok diskon dari harga pasar hari itu, makanya haknya sendiri jarang banget langsung tanpa nilai begitu diterbitkan. Harga pelaksanaan waran juga dipatok pas diterbitkan, tapi sahamnya harus beneran naik ke sana, dan bertahan di sana, bulan atau tahun kemudian. Tidak ada yang memaksa itu bakal kejadian.
Harga pelaksanaan dan jadwal jendela exercise tiap waran itu tertulis di prospektus rights issue perusahaan yang bersangkutan, bukan aturan umum yang berlaku sama buat semua waran di IDX. Waran yang tercatat di IDX juga bisa punya jendela exercise berkala, bukan cuma satu tanggal jatuh tempo, jadi cek tanggal spesifik yang diumumkan penerbitnya, jangan asumsikan cuma ada satu batas waktu.
Cek posisi harga saham sekarang dibanding harga pelaksanaan waran mana pun lewat direktori ticker NetWort, yang mendata semua saham IDX yang dipantau platform ini lengkap dengan harga terkininya. Halaman aset BRMS contoh nyata yang bisa kamu cek hari ini, jauh melewati level Rp70 yang bikin warannya berharga di tahun 2021.