Dua Order Beli di Harga yang Sama Nggak Dieksekusi Asal-Asalan. Ini Aturan Antrian Aslinya, Price-Time Priority
Baca 4 menit
Baca 4 menit
Kamu pasang order beli sebuah saham di harga Rp2.500. Orang lain juga pasang order beli, di harga yang persis sama, cuma beberapa detik setelah kamu. Begitu ada order jual yang cocok tapi jumlahnya nggak cukup buat kalian berdua, cuma satu order yang keeksekusi. Ini bukan diundi, dan bukan ditentukan dari besar kecilnya order atau sekuritas mana yang kamu pakai. Mesin pencocokan order milik bursa jalanin aturan tetap namanya price-time priority, dan aturan ini perlakuin semua order dengan harga sama secara identik: siapa yang duluan masuk, dia yang duluan dilayani.
IDX (Bursa Efek Indonesia) mencocokkan setiap order beli dan jual lewat mesin pencocokan order elektroniknya sendiri, JATS. Mesin ini mengurutkan order pakai dua kriteria, diterapkan secara berurutan, sesuai dokumentasi mekanisme perdagangan resmi IDX (IDX):
Anggap saham Bank Central Asia (BBCA) lagi ada di bid terbaik Rp2.500. Andi pasang order beli 10 lot di Rp2.500 jam 09:31:02. Budi pasang order beli 10 lot di harga yang sama, Rp2.500, jam 09:31:08, enam detik setelah Andi. Terus ada penjual yang masukin order jual 10 lot di Rp2.500.
Order Andi langsung keeksekusi penuh. Order Budi tetap ngantri di Rp2.500, nunggu penjual berikutnya yang cocok, semata-mata karena order Andi lebih dulu sampai di bursa enam detik lebih awal. Besar kecilnya order atau sekuritas mana yang dipakai sama sekali nggak ngubah hasilnya. Kamu bisa liat harga live dan logika antrian yang sama ini berlaku di halaman aset BBCA NetWort.
Posisi kamu di antrian bukan sesuatu yang terkunci selamanya. Dua tindakan yang paling sering dilakukan justru ngubahnya dengan cara berlawanan:
Ini paling kerasa justru di situasi yang kamu kira cuma soal teknis: saham yang harganya lagi mepet ke batas fraksi harga-nya, jadi ruang buat nawar lebih tinggi tipis banget, atau saham yang volumenya sepi sampai cuma segelintir lot yang transaksi di harga terbaik sepanjang hari. Di kedua situasi itu, siapa yang lebih dulu ngantri di harga itu yang beneran dapat eksekusi, dan semua orang yang ngantri setelahnya cuma pegang order yang keliatannya sama persis di kertas tapi nggak pernah jalan.
Ini juga yang bikin banyak investor baru IDX bingung: order yang nggak keeksekusi sepanjang sesi padahal harganya keliatan udah wajar. Kalau ordermu masuk setelah tumpukan order lain di harga yang sama, apalagi pas market baru buka atau pas saham mendekati auto reject, kamu mungkin cuma kejauhan di antrian buat volume yang tersedia bisa nyampe ke ordermu.
Sebelum nganggep order yang nggak keeksekusi berarti harganya salah, cek dulu kedalaman order book di halaman Explore NetWort buat liat seberapa banyak volume yang beneran ngantri di depanmu pada level harga itu. Kalau sebuah saham rutin transaksi berkali-kali lipat dari ukuran ordermu persis di harga yang kamu pasang, sabar doang mungkin nggak cukup, dan ngubah harga jadi cara yang lebih realistis buat dapat eksekusi ketimbang nunggu antrian habis.