Berapa Lama IHSG Pulih Setelah Anjlok Parah? Ini Datanya dari 2008 dan 2020
Baca 5 menit
Baca 5 menit
Kalau kamu mantengin IHSG sejak awal tahun ini, kamu pasti tahu rasanya. Indeks sempat cetak rekor tertinggi sepanjang masa di 9.075,41 pada 15 Januari 2026, lalu anjlok sampai 5.643,19 pada 30 Juni 2026, sebelum naik lagi ke sekitar 6.525,69 pada 21 Agustus 2026 (Databoks). Artinya IHSG masih sekitar 28% di bawah puncaknya di Januari. Pertanyaan yang sebenarnya penting kalau kamu lagi nyangkut rugi segitu bukan seberapa dalam jatuhnya, tapi berapa lama biasanya butuh waktu buat pulih.
Drawdown itu istilah buat mengukur seberapa besar penurunan dari puncak tertinggi ke titik terendah setelahnya, dalam persen. Pulih artinya indeks balik lagi ke level puncak itu, bukan sekadar naik dari titik terendahnya. Dua hal ini sering ketuker, padahal jarak di antara keduanya itu yang bikin penantiannya lama. IHSG sudah dua kali mengalami drawdown besar dalam dua dekade terakhir yang datanya lengkap sampai tanggal pulihnya. Ini faktanya, dalam hitungan bulan, bukan perasaan.
IHSG ditutup di rekor tertinggi 2.830,26 pada 9 Januari 2008, didorong reli saham tambang seiring naiknya harga minyak dunia. Sembilan bulan kemudian, krisis keuangan global dan kasus gagal bayar saham salah satu grup domestik menyeret indeks turun ke 1.111,39 pada 28 Oktober 2008, penurunan sekitar 61% (Kompas). Sedalam itu, IHSG harus naik sekitar 155% dari titik terendahnya cuma buat balik ke level semula, karena persentase rugi dan persentase untung yang dibutuhkan buat menutupnya itu tidak simetris.
IHSG baru berhasil tembus lagi di atas 2.830 pada 31 Maret 2010. Dihitung dari titik terendah Oktober 2008, itu sekitar 17 bulan pendakian sampai krisisnya benar-benar lunas dalam hitungan indeks. Kalau dihitung bolak-balik dari puncak Januari 2008, jaraknya lebih dekat ke 27 bulan, lebih dari dua tahun.
Covid-19 menghantam IHSG cepat dan keras. Dari level sebelum pandemi di 6.329,31 pertengahan Januari 2020, indeks jatuh ke 3.937,63 pada 24 Maret 2020, penurunan sekitar 38% cuma dalam waktu sekitar sepuluh minggu. Besarnya penurunan mirip sama yang terjadi tahun ini, cuma waktunya jauh lebih singkat.
Nah, di sinilah pertanyaan "berapa lama pulih" jadi menarik, karena jawabannya bukan cuma satu, tapi dua. IHSG baru ditutup lagi di atas level sebelum pandemi, 6.329, pada 11 Januari 2021 (Kompas), sekitar 9,5 bulan setelah titik terendah Maret 2020. Kalau yang kamu hitung cuma "balik ke posisi sebelum crash", itu jawabannya.
Tapi rekor tertinggi IHSG saat itu sebenarnya bukan level sebelum pandemi, melainkan 6.693,46 yang dicetak Februari 2018. Indeks bahkan belum sepenuhnya pulih dari periode stagnan sebelum Covid-19 datang. Rekor lama itu baru terpecahkan pada 19 November 2021, saat IHSG ditutup di 6.720,26 (IDX Channel), hampir 20 bulan setelah titik terendah Maret 2020.
| Krisis 2008 | Krisis 2020 | |
|---|---|---|
| Puncak | 2.830,26 (9 Jan 2008) | 6.329,31 (medio Jan 2020) |
| Titik terendah | 1.111,39 (28 Okt 2008) | 3.937,63 (24 Mar 2020) |
| Penurunan | Sekitar 61% | Sekitar 38% |
| Pulih ke puncak sebelumnya | 31 Mar 2010 | 11 Jan 2021 |
| Bulan dari titik terendah ke pulih | Sekitar 17 | Sekitar 9,5 |
Crash yang penurunannya sekitar 1,6 kali lebih dalam butuh waktu hampir dua kali lebih lama buat pulih total. Ini bukan kebetulan, dan bukan cuma soal matematika persentase rugi yang lebih besar.
Drawdown 2008 lahir dari krisis perbankan global yang sistemik: pasar kredit macet total, dan pemulihannya baru bisa jalan setelah seluruh sistem keuangan dunia stabil lagi, baru dana asing balik masuk ke pasar berkembang seperti Indonesia. Drawdown 2020 itu kejutan tunggal yang tajam, ekonomi berhenti mendadak karena lockdown, tapi hampir langsung direspons stimulus global dan pemangkasan suku bunga besar-besaran yang mendorong dana balik ke aset berisiko dalam hitungan bulan. Sama-sama IHSG, tapi mekanisme di balik jatuhnya beda jauh, dan itu langsung kelihatan dari lama pendakiannya.
Ini juga sebabnya data pemulihan masa lalu cuma menjelaskan apa yang sudah terjadi, bukan ramalan. Nggak ada yang bisa mastiin dari awal krisis berikutnya bakal mirip yang mana.
Per 21 Agustus 2026, indeks masih sekitar 28% di bawah rekor tertinggi Januari 2026, meski sudah naik sekitar 16% dari titik terendahnya di 30 Juni 2026 (Databoks). Besarnya penurunan ini kurang lebih sama dengan crash Covid-19 2020, meski bentuk dan penyebab jatuhnya beda. Kamu bisa cek sentimen dan volatilitas IDX hari ini kapan saja di halaman pasar NetWort.
Data ini nggak bisa bilang kapan, atau apakah, drawdown yang sekarang bakal pulih total. Yang bisa disimpulkan dari kasus 2008 dan 2020 adalah kata "pulih" bisa berarti penantian yang jauh berbeda tergantung puncak mana yang kamu jadikan patokan, dan IHSG yang pernah turun 30% lebih pun, tercatat, pernah balik lagi sepenuhnya.
Kalau kamu sekarang lagi nyangkut rugi, angka yang sebenarnya penting buat kamu bukan drawdown IHSG, tapi drawdown portofolio kamu sendiri. Kartu Portfolio Health di NetWort melacak max drawdown portofolio kamu secara real time, bareng sinyal risiko lainnya, jadi kamu bisa pantau pemulihanmu sendiri langsung, bukan cuma nebak-nebak. Cek punya kamu di dashboard.
Buat sisi matematika lainnya, seberapa besar untung yang dibutuhkan buat balik modal dari rugi tertentu, baca matematika asimetris pemulihan rugi.