Perlu Punya Altcoin, atau Bitcoin Saja Cukup? Ini Kata Data Dominasi
Baca 5 menit
Baca 5 menit
Kalau kamu taruh uang di altcoin awal 2026 dengan harapan untungnya ngalahin Bitcoin, datanya bilang kamu kemungkinan besar malah ketinggalan sekarang. Ethereum turun sekitar 62% dari titik tertingginya di 2025. Bitcoin turun sekitar 49% dari titik tertingginya sendiri, di periode yang sama. Sama-sama jatuh, tapi bedanya jauh, dan selisih itu ada namanya: dominasi Bitcoin.
Dominasi Bitcoin itu sederhana: berapa persen porsi Bitcoin dari total nilai seluruh mata uang kripto digabung jadi satu. Kalau angkanya naik, artinya altcoin secara keseluruhan lagi kalah dibanding Bitcoin. Kalau turun, altcoin lagi ngejar Bitcoin. Apakah pegang altcoin di atas Bitcoin selama ini sepadan atau tidak, itu hampir sepenuhnya tergantung ke arah mana angka ini bergerak saat itu, bukan aturan yang tetap.
Caranya: bagi market cap Bitcoin dengan market cap seluruh kripto yang ada, hasilnya dalam persen, itu dominasi Bitcoin. Per awal Agustus 2026, market cap Bitcoin ada di sekitar $1,3 triliun, sementara total market cap seluruh kripto sekitar $2,2 sampai $2,3 triliun, jadi dominasinya sekitar 58% sampai 59% (CoinMarketCap, CoinGecko, keduanya diambil 6 Agustus 2026).
Angka ini bukan angka tetap. Dominasinya sempat naik di atas 60% pada April 2026, lalu ke sekitar 63% pada Juni, titik tertinggi dalam empat tahun terakhir, sebelum turun lagi ke kisaran 50-an akhir dalam beberapa minggu terakhir (BeInCrypto, diambil 6 Agustus 2026). Ada juga ukuran lain, Altcoin Season Index, yang menghitung berapa banyak dari sekitar 50 altcoin teratas yang mengalahkan Bitcoin dalam 90 hari terakhir. Angkanya perlu mencapai 75 atau lebih supaya bisa disebut "altcoin season" beneran. Pembacaan terbaru tahun ini ada di kisaran 35 sampai 37 saja, masih jauh di bawah, dan indeksnya menyebut kondisi ini sebagai "Bitcoin Season" (CoinMarketCap Academy, diambil 6 Agustus 2026).
Supaya kelihatan kenapa rasio ini penting, lihat apa yang terjadi terakhir kali angkanya bergerak jauh ke arah sebaliknya. Dominasi Bitcoin dibuka di sekitar 69,5% di awal 2021, lalu turun jadi sekitar 38% sampai 39% di paruh kedua tahun itu (berbagai pelacak dominasi disilangkan dengan grafik historis CoinGecko, diambil 6 Agustus 2026). Di periode yang sama, Ethereum naik dari sekitar $730 ke puncaknya di sekitar $4.300, dan Solana naik dari sekitar $1,50 ke sekitar $50. Altcoin Season Index-nya sendiri sempat mencapai 98 dari 100 pada 16 April 2021, praktis sudah dikonfirmasi sebagai altcoin season.
Itu periode di mana pegang altcoin bareng Bitcoin, atau bahkan tanpa Bitcoin sama sekali, hasilnya jauh lebih unggul dibanding cuma pegang Bitcoin saja. Ini juga periode yang biasanya terbayang di kepala orang saat mikir soal untungnya diversifikasi kripto. Tapi ini bukan kondisi pasar yang berlaku sepanjang 2026.
Dominasinya sempat bergerak datar selama sekitar delapan bulan, dari Agustus 2025 sampai April 2026, sebelum akhirnya menembus 60% (BeInCrypto, diambil 6 Agustus 2026). Cara paling jelas buat lihat artinya dalam praktik adalah bandingkan seberapa jauh Bitcoin dan Ethereum masing-masing sudah jatuh dari titik tertingginya sendiri di 2025.
| Aset | Puncak 2025 | Harga sekarang (6 Ags 2026) | Penurunan dari puncak |
|---|---|---|---|
| Bitcoin | ~$126.198 (6 Okt 2025) | ~$64.580 | ~49% |
| Ethereum | ~$4.950 (25 Ags 2025) | ~$1.890 | ~62% |
(Harga Bitcoin dari CoinDesk dan Bitbo; puncak Ethereum dari AiCoin dan Axios; harga Ethereum sekarang dari CoinDesk. Semua diambil 6 Agustus 2026. Persentase penurunan dihitung sendiri dari dua harga bersumber di tiap baris. Konversi kasar ke rupiah pakai kurs USD/IDR sekitar Rp17.920, per 6 Agustus 2026: Bitcoin sekarang setara sekitar Rp1,16 miliar per koin, Ethereum sekitar Rp33,9 juta per koin, Investing.com, diambil hari yang sama.)
Dua-duanya sama-sama jatuh. Tapi Ethereum jatuh lebih dalam. Selisih sekitar 13 poin persentase itu adalah wujud nyata dari dominasi yang naik, kelihatan langsung di dua harga asli, bukan cuma angka rasio yang abstrak.
Jawaban jujurnya, data dominasi tidak memberi kamu jawaban ya atau tidak yang permanen. Yang dia kasih adalah bacaan kondisi pasar saat ini:
Tidak ada satu pun kondisi ini yang permanen, dan selama ini peralihan dari satu kondisi ke kondisi lain tidak pernah memberi tanda-tanda dulu sebelum terjadi. Fakta bahwa Altcoin Season Index terus dipantau dan dipublikasikan sebagai angka tersendiri justru jadi bukti bahwa trader profesional menganggap ini kondisi yang harus terus dipantau, bukan keputusan yang cukup diambil sekali saja.
Angka yang benar-benar penting buat portofoliomu bukan angka dominasi pasar secara keseluruhan, tapi seberapa baik campuran Bitcoin dan altcoin yang kamu pegang selama ini, dibandingkan kalau kamu cuma pegang Bitcoin saja. Halaman Holdings di NetWort merinci return tiap posisi satu per satu, jadi kamu bisa lihat langsung apakah porsi altcoinmu selama ini membantu atau justru merugikan, dibanding cuma pegang Bitcoin atau Ethereum saja. Kalau kamu masih mempertimbangkan seberapa besar porsi altcoin yang masuk akal, baca juga berapa persen alokasi kripto ideal dan halving bitcoin pengaruh harga.