Maret 2018, pemerintah Indonesia jual sukuk senilai $1,25 miliar, tenor 5 tahun, di New York dan London, dengan yield 3,75%. Itu bukan sukuk pertama yang pernah diterbitkan Indonesia. Itu green sukuk negara pertama di dunia, belum pernah ada negara mana pun yang menerbitkannya sebelumnya (sukuk.com; Green Finance Platform). Kalau kamu pernah lihat tulisan "Green Sukuk" di salah satu produk SBN ritel dan bingung kata "hijau" itu ngaruh ke apa, soalnya risiko dan jaminan pemerintahnya keliatan sama persis kayak sukuk biasa, ini penjelasan apa yang beneran beda dan apa yang enggak.
Apa yang Bikin Sukuk Disebut 'Hijau'?
Sukuk biasa, seperti yang sudah dibahas di artikel kami soal beda sukuk dan SBN konvensional, strukturnya dibangun di atas sewa aset milik negara, bukan bunga. Green sukuk pakai struktur hukum yang sama persis. Yang ditambahkan cuma satu aturan soal dana yang terkumpul boleh dipakai ke mana.
Dananya wajib masuk ke salah satu dari lima kategori: energi terbarukan, transportasi berkelanjutan, pengelolaan sampah, infrastruktur tahan bencana iklim, atau pertanian berkelanjutan. Setiap tahun, tiap kementerian menandai pos anggaran mana saja yang memenuhi syarat lewat proses bernama Climate Budget Tagging, dan cuma proyek yang sudah ditandai di APBN tahun itu yang boleh dibiayai pakai dana green sukuk (Bareksa). Risiko kamu sebagai pemegang sukuk nggak berubah. Kamu tetap meminjamkan uang ke pemerintah yang sama, dengan jaminan yang sama. Yang berubah cuma komitmen hukum soal ke mana uangnya dibelanjakan.
Sebesar Apa Sih Program Green Sukuk Indonesia Sekarang?
Penerbitan 2018 itu baru permulaan. Juni 2021, Indonesia jual sukuk global $3 miliar dalam tiga tranche, dan tranche 30 tahun senilai $750 juta di dalamnya jadi green sukuk bertenor 30 tahun pertama yang pernah diterbitkan penerbit mana pun di dunia, baik negara maupun korporasi. Penawaran itu diminati sampai $10,3 miliar, lebih dari tiga kali lipat dari yang ditawarkan (DDCAP; Bank Indonesia).
Sampai penerbitan green sukuk global kelima di 2022, Indonesia sudah kumpulin total $6,9 miliar dalam denominasi dolar saja, belum termasuk green sukuk ritel dan wholesale dalam rupiah yang dijual terpisah di pasar domestik. Sektor transportasi berkelanjutan menyerap porsi terbesar, sekitar 32%, disusul ketahanan pangan dan ketahanan iklim di angka sekitar 28% (Databoks/Katadata).
Versi Ritel yang Beneran Bisa Kamu Beli
Kamu nggak perlu jadi investor institusi global buat punya green sukuk. Seri Sukuk Tabungan (ST) ritel Indonesia kadang punya satu tranche berlabel hijau, dijual bareng tranche biasa dalam seri yang sama. ST016, ditawarkan 8 Mei sampai 3 Juni 2026, jadi contoh paling baru:
ST016T2 (biasa)
ST016T4 (Green Sukuk)
Tenor
2 tahun
4 tahun
Kupon minimal
6,05% (BI rate + 130 bps)
6,25% (BI rate + 150 bps)
Maksimal pembelian
Rp 5 miliar
Rp 10 miliar
Jatuh tempo
10 Juni 2028
10 Mei 2030
Keduanya dijual dengan minimal pembelian Rp 1 juta dan kupon floating with floor, artinya bisa naik ikut BI rate tapi nggak bisa turun di bawah angka minimal yang sudah ditetapkan (Kompas; Bareksa).
Cara Kamu Beneran Tahu Uangnya Kepakai Sesuai Janji
Ini bagian yang nggak dimiliki sukuk biasa. Kementerian Keuangan menerbitkan Laporan Alokasi dan Dampak Green Sukuk setiap tahun, disusun bareng UNDP, yang mengungkap proyek mana saja yang dapat dana dan hasilnya apa. Penggunaan dananya juga diaudit BPK (UK Islamic Finance Council; Bareksa).
Laporan-laporan sebelumnya sudah menyebut proyek spesifik yang dibiayai lewat skema ini, di antaranya stasiun KRL Manggarai di Jakarta, jalur LRT Palembang, fasilitas pengelolaan sampah di Piyungan, Yogyakarta, dan instalasi panel surya di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Jejak yang bisa dilacak itu, dari satu seri sukuk ke satu proyek bernama dan bisa diaudit, itulah yang sebenarnya dijual. Yield-nya bukan daya tarik utamanya.
Cek Dulu Suku Bunga Sebelum Beli Seri Berikutnya
Setiap seri ST atau SR menetapkan kuponnya berdasarkan BI rate yang berlaku saat itu, jadi posisi BI rate saat seri green sukuk baru dibuka bakal menentukan kupon yang kamu kunci. Sebelum jendela penawaran berikutnya dibuka, cek BI rate terkini dan yield obligasi pemerintah Indonesia di halaman Macro Context NetWort.