Interest Coverage Ratio: Apakah Perusahaan Ini Sanggup Bayar Bunga Utang dari Labanya Sendiri?
Baca 5 menit
Baca 5 menit
Dua perusahaan sama-sama untung Rp120 miliar dari bisnis utamanya tahun ini. Keduanya punya utang Rp600 miliar. Di atas kertas, mereka tampak kembar.
Lalu Bank Indonesia menaikkan suku bunga. Beban bunga satu perusahaan melonjak. Perusahaan satunya tidak berubah. Kenapa bisa beda?
Jawabannya dimulai dari satu angka sederhana: interest coverage ratio. Di tulisan ini kamu akan belajar rumusnya dengan bahasa sehari-hari, melihat contoh hitungan, dan memahami kenapa BI-Rate naik bisa menekan perusahaan yang utangnya berbunga mengambang. Tulisan ini tidak menyebut saham mana pun layak dibeli atau dijual.
Interest coverage ratio (ICR) menjawab satu pertanyaan. Berapa kali laba operasi perusahaan bisa menutup beban bunganya?
Laba operasi di sini disebut EBIT, singkatan dari earnings before interest and taxes. Artinya laba dari kerja utama perusahaan, sebelum bayar bunga ke pemberi pinjaman dan sebelum bayar pajak.
Rumus ini sama di berbagai panduan keuangan. Sebagian menyebutnya "times interest earned" (Stockbit Snips, Pintu).
Kalau EBIT Rp200 juta dan beban bunga Rp100 juta, rasionya 2. Artinya bunga tertutup dua kali lipat.
Kita pakai dua perusahaan rekaan. Keduanya bukan emiten sungguhan. Semua angka adalah hitungan NetWort, dalam miliar rupiah.
| Pos | PT Contoh A | PT Contoh B |
|---|---|---|
| Penjualan | 1.000 | 1.000 |
| Biaya operasi | −880 | −880 |
| EBIT | 120 | 120 |
| Utang | 600 | 600 |
| Bunga utang | 9% | 9% |
| Beban bunga | 54 | 54 |
| Interest coverage ratio | 2,2x | 2,2x |
Keduanya menutup bunga sekitar 2,2 kali. EBIT 120 dibagi bunga 54 hasilnya 2,22.
Bedanya ada di jenis utangnya. PT Contoh A punya utang bunga mengambang (floating rate), yang ikut naik turun mengikuti suku bunga pasar. PT Contoh B punya utang bunga tetap (fixed rate), yang dikunci selama masa pinjaman.
BI-Rate adalah suku bunga acuan Bank Indonesia. Bunga kredit bank cenderung mengikutinya, walau tidak langsung. Tulisan kami soal kenapa bunga kredit bank lambat mengikuti BI-Rate menjelaskan jedanya.
Bank Indonesia menahan BI-Rate di 5,75% pada rapat 22 sampai 23 September 2026. Sebelumnya BI sempat menaikkan 100 basis poin (satu poin persentase) dalam dua bulan berturut-turut, dan menahan sejak Juni (Kontan, dilihat lewat pencarian pada 12 Oktober 2026). Halaman aslinya tidak bisa kami buka, jadi cek angka resminya di bi.go.id.
Sekarang bayangkan bunga kredit PT Contoh A naik. PT Contoh B yang bunganya tetap tidak merasakan apa-apa.
| Bunga utang | Beban bunga A | Rasio A | Rasio B |
|---|---|---|---|
| 9% (sekarang) | 54 | 2,22x | 2,22x |
| 10% (+1 poin) | 60 | 2,00x | 2,22x |
| 11% (+2 poin) | 66 | 1,82x | 2,22x |
| 12% (+3 poin) | 72 | 1,67x | 2,22x |
Pada +3 poin, PT Contoh A membayar bunga sepertiga lebih besar dan rasionya turun dari 2,22x ke 1,67x. Di sini EBIT dianggap tetap 120. Di dunia nyata, jarang semulus itu.
Bunga jarang naik saat semua bisnis sedang ramai. Ekonomi yang melambat bisa menurunkan EBIT di waktu yang sama.
Misalkan EBIT PT Contoh A juga turun 30%, dari 120 jadi 84. Dengan bunga 11%, beban bunganya 66.
84 ÷ 66 = 1,27x.
Perusahaan yang tadi tampak nyaman di 2,2x sekarang punya bantalan tipis. Inilah alasan utama pemberi pinjaman memantau rasio ini. Laba turun dan bunga naik menekan rasio dari dua sisi.
Tidak ada batas resmi. Ini hanya patokan umum dari panduan keuangan, bukan aturan:
Ada panduan lain yang bilang 2x sudah cukup baik. Standarnya juga beda per industri (FreshBooks, Stockbit Snips). Perusahaan dengan pendapatan stabil bisa hidup dengan rasio lebih rendah daripada perusahaan tambang yang labanya naik turun mengikuti harga komoditas.
Di bawah 1x, EBIT lebih kecil daripada bunga. Perusahaan harus memakai simpanan, menjual aset, atau berutang lagi untuk membayar bunga.
Rasio ini cek cepat, bukan vonis. Ingat batasannya:
Setelah itu lihat latar suku bunganya di halaman makro NetWort yang memantau BI-Rate dan indikator lain.
Buka screener Explore dan pilih dua emiten BEI dari sektor yang utangnya besar. Buka laporan terbaru masing-masing, hitung interest coverage ratio-nya, lalu bandingkan. Setelah itu tanyakan: mana yang lebih cepat terasa kalau BI-Rate naik?