Januari 2026, harga platinum sempat cetak rekor tertinggi sepanjang masa di US$2.920,41 per ons. Awal Agustus, harganya tinggal sekitar US$1.753, turun sekitar 40% cuma dalam enam bulan (Kitco, metalcharts.org, keduanya diakses 2026-08-09). Paladium punya cerita mirip: sempat naik mendekati US$2.200 di akhir Januari, lalu turun lagi ke bawah US$1.400. Emas, di periode yang sama, hampir tidak bergerak. Kalau kamu cuma mantau emas dan perak, kamu melewatkan salah satu pergerakan investasi platinum dan paladium paling tajam tahun ini.
Apa yang sebenarnya terjadi pada platinum dan paladium di 2026
Kedua logam ini sama-sama melonjak tajam di Januari, lalu turun lagi hampir ke titik semula. Harga emas ditambahkan sebagai pembanding, diambil dari sumber dan hari yang sama untuk ketiganya.
Logam
Penutupan 31 Des 2025
Puncak, akhir Jan 2026
8 Agu 2026
Perubahan dari puncak
Platinum
US$2.033,23 (Fortune)
US$2.920,41, 26 Jan (Kitco/metalcharts.org)
US$1.753,00 (Kitco)
-40,0%
Paladium
US$1.651,40 (Long Forecast)
~US$2.195,50, 26 Jan, futures (beberapa media)
US$1.397,00 (Kitco)
-36,4%
Emas
tidak relevan di sini
tidak relevan di sini
US$4.343,30 (Kitco)
relatif datar sepanjang tahun
Lonjakan platinum di Januari sebagian besar didorong pembelian investasi dan spekulasi. Waktu itu harga emas sudah di atas US$5.000 per ons, jadi platinum di kisaran US$2.500 kelihatan murah sebagai perbandingan, dan investor asal China terutama ikut memborong sebagai strategi "mengejar ketertinggalan" (Kitco News, SunCrypto, keduanya diakses 2026-08-09). Tapi lonjakan ini cepat mereda. Awal Februari, harga platinum sudah turun lagi ke sekitar US$2.100.
Kenaikan paladium di akhir Januari sebenarnya kalah jauh kalau dibandingkan rekornya sendiri. Rekor tertinggi sepanjang masa paladium ada di US$3.425 per ons, dicetak Maret 2022, saat krisis chip semikonduktor bikin pabrikan mobil rebutan setiap ons logam buat catalytic converter. Puncak futures US$2.195,50 di Januari 2026 masih jauh dari rekor lama itu (Investing News Network, diakses 2026-08-09).
Kenapa platinum dan paladium bergerak beda jauh dari emas
Emas dan perak kebanyakan bergerak karena permintaan aset aman: suku bunga, kekuatan dolar, ketegangan geopolitik. Platinum dan paladium beda. Keduanya lebih dulu logam industri.
Sekitar 80% sampai 90% permintaan paladium datang dari catalytic converter mobil bermesin bensin (Investing News Network, diakses 2026-08-09). Permintaan platinum lebih beragam, dipakai buat catalytic converter mobil diesel, perhiasan, sampai fuel cell hidrogen dan katalis kimia industri, di luar permintaan investasi. Fondasi industri inilah yang bikin kedua logam ini bisa melonjak kencang gara-gara cerita soal pasokan, lalu jatuh lagi sama kencangnya begitu antusiasme investor mereda, sementara harga emas diam saja.
Cerita pasokan di balik lonjakan platinum
Cerita platinum di 2026 bukan cuma soal spekulasi. Laporan Platinum Quarterly kuartal pertama 2026 dari World Platinum Investment Council, terbit 18 Mei 2026, memperkirakan defisit pasar platinum tahunan keempat berturut-turut: pasokan lebih sedikit dari permintaan sebanyak 297.000 ons di 2026, menyusul defisit 1,1 juta ons di 2025 (World Platinum Investment Council, diakses 2026-08-09). Empat tahun berturut-turut dunia memakai platinum lebih banyak dari yang ditambang dan didaur ulang adalah alasan nyata dan bisa dicek kenapa harganya tetap tinggi meski lonjakan Januari sudah mereda.
Prospek paladium tidak seketat dulu
Situasi pasokan paladium sudah mengendur dibanding beberapa tahun lalu. Proyeksi jangka menengah World Platinum Investment Council sekarang memperkirakan defisit pasar paladium bertahan sampai 2027, sebelum perlahan berubah jadi surplus mulai 2028, seiring pasokan daur ulang yang terus tumbuh (World Platinum Investment Council, diakses 2026-08-09). Ini cerita defisit yang tidak seurgent platinum, yang ikut menjelaskan kenapa lonjakan paladium di Januari lebih cepat dan lebih dalam merosotnya, turun lebih dari sepertiga dari puncaknya sendiri di Agustus.
Dulu platinum lebih mahal dari emas. Sekarang harganya kurang dari separuhnya
Ini bagian yang paling banyak dilewatkan orang, karena terjadi pelan-pelan. Dari 1975 sampai 2000, platinum rata-rata diperdagangkan dengan premium 35% di atas emas, artinya rasio platinum terhadap emas rata-rata sekitar 1,35 (SD Bullion, Antique Sage, keduanya diakses 2026-08-09). Harga platinum jatuh di bawah emas secara permanen sejak Januari 2015, dan sampai sekarang belum pernah naik lagi ke atasnya (BullionVault, diakses 2026-08-09).
US$1.753,00 ÷ US$4.343,30 ≈ 0,40
Rasio platinum terhadap emas, dihitung sendiri dari harga di atas, sumber dan hari yang sama
Dengan harga sekarang, platinum diperdagangkan di sekitar 40% dari harga emas, atau dengan kata lain, emas sekarang harganya sekitar 2,5 kali lipat platinum per ons, perbandingan yang bakal kedengaran aneh buat tukang emas di era 1990-an.
Kenapa kamu tidak akan menemukan platinum atau paladium di Antam atau Pegadaian
Kalau kamu pernah cek harga emas di Indonesia, kamu pasti tahu betapa gampangnya harga itu dipantau: Antam dan Pegadaian merilis harga jual dan buyback tiap hari, muncul di berita dan aplikasi pemantau harga. Platinum dan paladium tidak punya hal serupa di sini. Toko emas di Indonesia tidak menjual batangan platinum, karena permintaan ritel domestiknya terlalu kecil untuk didukung secara komersial (Indodax Academy, diakses 2026-08-09). Buat kebanyakan investor Indonesia, jalan yang lebih realistis adalah lewat produk yang tercatat di bursa internasional, seperti GraniteShares Platinum Trust (PLTM) atau abrdn Physical Platinum Shares ETF (PPLT), yang menyimpan platinum fisik di brankas dan mengikuti harga spot-nya (Asia Commodity Marketplace, diakses 2026-08-09), bukan lewat harga toko lokal seperti cara kerja emas.
Ketiadaan platinum dan paladium di jalur ritel lokal ini salah satu alasan kenapa pergerakan harga 40% dalam enam bulan nyaris tidak kelihatan di Indonesia: tidak ada loket buyback lokal yang mengumumkan angkanya tiap pagi.
Sebagai gambaran kasar, kalau harga spot dunia dikonversi ke rupiah pakai kurs Rp17.801 per dolar AS (kurs pasar 9 Agustus 2026, dan kisaran serupa di BCA dan BNI, keduanya diakses 2026-08-09), platinum setara sekitar Rp1.003.000 per gram dan paladium sekitar Rp799.500 per gram, jauh di bawah harga emas dunia yang setara sekitar Rp2.485.700 per gram di hari yang sama. Angka ini hasil hitungan sendiri dari harga spot dan kurs di atas, bukan harga jual toko, karena memang tidak ada toko fisik di Indonesia yang menjual platinum atau paladium batangan.
Yang perlu kamu cek sebelum menganggap platinum atau paladium sebagai lindung nilai
Cek harga spot dari sumber langsung saat itu juga, bukan dari artikel ini. Kedua logam ini bergerak cepat, dan semua angka di sini pasti sudah berubah saat kamu membacanya.
Ingat, ini logam industri lebih dulu. Lonjakan yang didorong permintaan industri otomotif atau gangguan tambang bergerak beda dari lonjakan emas yang didorong penurunan suku bunga atau aksi lari ke aset aman.
Cek akses dan biaya sebenarnya. Tanpa pasar ritel lokal, investor Indonesia biasanya harus lewat ETF internasional atau produk broker, yang punya biaya dan eksposur kurs sendiri.
Jangan anggap Januari 2026 bakal terulang. Pergerakan hampir 40% dalam enam bulan menunjukkan betapa jauh kedua logam ini bisa bergerak sendiri, lepas dari emas, ke arah mana pun.
Kalau kamu sudah punya emas, perak, atau logam mulia lain, holdings manual di NetWort memungkinkan kamu mencatat platinum dan paladium sejajar dengan logam lainnya, jadi pergerakan seperti ini kelihatan di angka portofolio kamu sendiri, bukan cuma lewat begitu saja. Buat kondisi kurs dan suku bunga yang juga ikut menggerakkan harga logam mulia, cek dashboard macro. Buat lihat bagaimana rasio emas dan perak bergerak di 2026, baca penjelasan rasio emas-perak.