Rasio Emas-Perak Anjlok ke Titik Terendah 14 Tahun, Lalu Balik Lagi. Ini Artinya
Baca 6 menit
Baca 6 menit
Akhir Januari 2026, cuma butuh sekitar 50 ons perak buat menyamai harga 1 ons emas, angka terendah dalam 14 tahun terakhir. Awal Agustus, angkanya naik lagi ke sekitar 67. Perubahan satu angka ini, dari titik ekstrem balik ke normal, adalah seluruh cerita rasio emas-perak di tahun 2026, dan ini contoh nyata yang bisa kamu cek sendiri soal bagaimana rasio ini biasanya bergerak.
Rasio emas-perak cuma harga emas dibagi harga perak. Kalau emas ada di US$4.300 per ons dan perak ada di US$64 per ons, rasionya sekitar 67: butuh 67 ons perak buat menyamai nilai 1 ons emas.
Rasio yang rendah berarti perak lagi mahal dibanding emas. Rasio yang tinggi berarti perak lagi murah dibanding emas. Trader dan investor logam mulia memperhatikan angka ini karena, dalam jangka panjang, rasio ini cenderung balik lagi ke kisaran historisnya, bukan diam di titik ekstrem selamanya, menurut penjelasan resmi GoldSilver soal cara membaca rasio ini.
Kalau dilihat dari data beberapa dekade terakhir, rasio ini biasanya rata-rata ada di kisaran 60 sampai 70, menurut data historis Cedar Gold Group dan SD Bullion sejak 1971.
Emas mencetak rekor tertinggi di kisaran US$5.594 sampai US$5.602 per ons pada 28 Januari 2026, didorong aksi lari ke aset aman waktu ketegangan AS-Iran memanas (CNBC, Fortune, keduanya diakses 2026-08-09).
Perak naik lebih jauh lagi. Perak mencetak rekor tertinggi sepanjang masa di US$121,62 per ons pada 29 Januari 2026, setelah naik lebih dari 80% cuma dalam sekitar 50 hari (Investing News Network, TradingKey, keduanya diakses 2026-08-09).
Karena perak naik jauh lebih kencang dibanding emas, rasio di antara keduanya turun sampai di bawah 50 pada akhir Januari 2026, level terendah dalam 14 tahun, menurut laporan TradingKey dan GoldSilver soal pergerakan ini.
Ini bukan pertama kalinya rasio turun sejauh ini. Pada April 2011, waktu perak mendekati rekor tertingginya kala itu di US$49,51 per ons melawan emas di US$1.563, rasionya turun ke sekitar 32, salah satu titik terendah dalam beberapa dekade (Cedar Gold Group, diakses 2026-08-09).
Titik ekstrem itu tidak bertahan lama. Perak jatuh keras sesudahnya, ditutup di US$13,78 per ons pada akhir 2015, turun sekitar 72% dari puncaknya di 2011, sementara emas ditutup di US$1.061,30 pada tahun yang sama (StatMuse, dicek silang dengan data historis SD Bullion, keduanya diakses 2026-08-09). Emas juga turun, tapi jauh lebih ringan. Sampai akhir 2015, rasionya naik lagi ke sekitar 77, lebih dari dua kali lipat angka April 2011.
Polanya sama: rasio yang tiba-tiba sangat rendah, secara historis, berarti perak sudah naik terlalu jauh dibanding emas, bukan tanda perak akan terus begitu. Waktu kedua logam ini koreksi, perak biasanya turun lebih dalam dibanding emas, dan rasionya naik lagi.
Kejadian di 2026 ikut pola yang sama, cuma dipadatkan jadi hitungan bulan, bukan tahun.
Pada 15 Juni 2026, rasionya sudah naik lagi ke sekitar 61,7, berdasarkan harga emas di kisaran US$4.344 dan perak di kisaran US$70,38, mendekati rata-rata jangka panjangnya (laporan outlook perak Juni 2026 dari GoldSilver, diakses 2026-08-09).
Pada 7 Agustus 2026, harga spot emas ada di US$4.315,19 dan harga spot perak ada di US$64,10, membuat rasionya sekitar 67,3 (laporan harian pasar logam mulia USAGOLD, diakses 2026-08-09, angka rasio dihitung sendiri dari dua harga di laporan itu).
Kalau dihitung dari puncak masing-masing logam di Januari sampai harga 7 Agustus di atas, perak sudah turun sekitar 47%, sementara emas cuma turun sekitar 23% (keduanya dihitung sendiri dari angka puncak dan angka 7 Agustus di atas). Perak turun jauh lebih dalam dibanding emas, persis pola yang sama seperti kejadian 2011.
| Tanggal | Emas | Perak | Rasio |
|---|---|---|---|
| 28-29 Jan 2026 (puncak keduanya) | ~US$5.598 | US$121,62 | Di bawah 50 |
| 15 Jun 2026 | ~US$4.344 | ~US$70,38 | ~61,7 |
| 7 Agu 2026 | US$4.315,19 | US$64,10 | ~67,3 |
Rasio di sekitar 67 sudah masuk ke kisaran rata-rata historis beberapa dekade terakhir. Artinya, perak sudah tidak lagi murah atau mahal secara ekstrem dibanding emas kalau dilihat cuma dari rasio ini saja, perubahan besar dibanding angka ekstrem di Januari, cuma beberapa bulan sebelumnya.
Sebagian investor pakai rasio ini sebagai salah satu pertimbangan buat bagi-bagi kepemilikan emas dan perak: rasio yang sangat rendah secara historis jadi tanda perak relatif mahal, dan rasio yang sangat tinggi (di atas kira-kira 80) secara historis jadi tanda perak relatif murah. Rasio ini sendiri tidak memprediksi ke mana harga kedua logam akan bergerak selanjutnya, dan ini bukan sinyal buat beli atau jual salah satunya.
Pasar perak di Indonesia juga menunjukkan versi lebih kecil dari ayunan yang sama. Harga perak Antam naik dari Rp39.050 per gram pada 2 Agustus 2026 jadi Rp42.550 per gram pada 8 Agustus 2026, naik sekitar 8,96% dalam kurang dari seminggu, sementara harga emasnya bergerak jauh lebih kecil di periode yang sama (Beritasatu, Akurat, keduanya diakses 2026-08-09). Ayunan perak yang lebih besar, ke dua arah, juga kelihatan di pasar lokal.
Rasio ini bergerak tiap hari, jadi angka mana pun di artikel ini pasti sudah berubah saat kamu membacanya. Sebelum kamu pakai angka ini buat apa pun:
Kamu bisa pantau kurs rupiah dan kondisi macro yang ikut menggerakkan harga kedua logam ini di pasar lokal. NetWort juga mencatat emas dan perak sebagai kepemilikan tersendiri, sejajar dengan saham dan kriptomu, jadi kamu bisa cek holdings kamu sendiri dibanding harga spot yang berlaku sekarang, bukan angka lama dari nota yang sudah usang.