Pesan 10 Lot IPO, Dapat 1. Ini Bedanya Pooling dan Fixed Allotment di BEI
Baca 4 menit
Baca 4 menit
Kamu pesan 10 lot saham IPO yang lagi ramai. Dana untuk 10 lot sudah ditahan. Beberapa hari kemudian, kamu cuma dapat 1 lot. Sisanya dikembalikan.
Apakah ada yang salah? Tidak. Begitulah jatah IPO di BEI bekerja kalau peminatnya jauh lebih banyak dari saham yang tersedia. Di sini kita bahas kenapa itu terjadi, dan apa yang berubah sejak November 2025.
Satu lot di BEI isinya 100 saham. IPO adalah saat sebuah perusahaan pertama kali menjual sahamnya ke publik.
Saat perusahaan mau listing, penjamin emisi (perusahaan sekuritas yang mengatur penjualan) membagi sahamnya ke dua jalur. Aturannya beda.
Fixed allotment atau penjatahan pasti. Penjamin emisi sendiri yang memilih siapa yang dapat dan berapa banyak. Pembelinya kebanyakan institusi besar. Kamu tidak bisa mendaftar ke jalur ini sendiri.
Pooling atau penjatahan terpusat. Semua pesanan publik dikumpulkan di satu kolam di sistem e-IPO, yaitu platform resmi untuk pesan saham IPO secara online. Yang menentukan siapa dapat berapa adalah sistem, bukan orang.
Kalau kamu pesan lewat aplikasi sekuritas biasa, pesananmu masuk ke jalur pooling. Pooling lewat e-IPO wajib sejak 1 Januari 2021 berdasarkan POJK 41/POJK.04/2020, menurut Bisnis.com dan ringkasan aturan dari OJK.
Isi kolam pooling jumlahnya tetap. Kalau pesanan lebih besar dari isi kolam, jatah dipotong. Kondisi ini disebut oversubscribed.
Ini contohnya. Angkanya karangan untuk memudahkan, bukan IPO sungguhan.
| Item | Contoh |
|---|---|
| Nilai IPO | Rp200 miliar |
| Harga saham | Rp200 |
| Minimum pooling (lihat bagian berikut) | 15%, atau Rp30 miliar |
| Porsi ritel dari pooling | Rp15 miliar |
| Kolam ritel dalam lot | 750.000 lot |
Misalkan 300.000 investor ritel masing-masing pesan 10 lot. Total permintaan 3.000.000 lot, sementara kolamnya cuma 750.000 lot. Permintaan 4 kali lipat dari stok.
Tiap orang kira-kira dapat seperempat dari pesanannya. Itu 2,5 lot, yang dibulatkan jadi 2 lot. Dana untuk lot sisanya kembali ke rekeningmu.
Sekarang bayangkan 1.000.000 investor masing-masing pesan 10 lot. Jumlah lot di kolam lebih sedikit dari jumlah orangnya. Tidak semua orang bisa dapat 1 lot. Pemberitaan soal aturan ini menyebut bahwa kalau kolam kurang, pesanan dilayani berdasarkan waktu pemesanan. Kami tidak bisa membuka teks aturan OJK untuk memastikan detailnya, jadi cek prospektus tiap emiten.
OJK mengganti surat edaran lama (SEOJK 15/2020) dengan yang baru, yaitu SEOJK 25/SEOJK.04/2025. Aturan ini berlaku sejak 17 November 2025, menurut ringkasan dari ABNR, Katadata dan Fortune Indonesia.
Ada tiga perubahan yang penting buat investor kecil:
| Nilai IPO | Minimum porsi pooling |
|---|---|
| Golongan I: di bawah Rp100 miliar | 20% |
| Golongan II: Rp100 miliar sampai Rp250 miliar | 15% |
| Golongan III dan IV: Rp250 miliar sampai Rp1 triliun | Antara 15% dan 2,5% |
| Golongan V: di atas Rp1 triliun | 2,5% |
Angka-angka ini kami baca dari ringkasan hasil pencarian atas surat edaran tersebut, karena situs OJK, Hukumonline dan beberapa halaman berita tidak bisa dibuka dari sistem kami. Datanya diambil 6 Oktober 2026. Ringkasannya juga menyebut ada penyesuaian tambahan pada minimum itu kalau IPO sangat oversubscribed. Cek surat edarannya untuk tingkatan yang tepat.
Anggap poin di bawah sebagai fakta soal sistemnya, bukan saran.
Setelah saham IPO listing, lihat naik turun harganya yang sebenarnya, jangan cuma berita hari pertama. Buka Explore di NetWort, lalu lihat volatilitas dan penurunan terdalam dari puncaknya. Bandingkan dengan saham blue chip yang sudah ada di portofoliomu.