Kekayaan Lee Thiam Wah: US$5,9 Miliar Versi Forbes, Pemilik 99 Speed Mart yang Hartanya Hampir Dua Kali Lipat
Baca 5 menit
Baca 5 menit
Kekayaan Lee Thiam Wah tercatat US$5,9 miliar di pelacak real-time Forbes pada 2 November 2026, peringkat 709 di dunia. Setahun sebelumnya, daftar 50 orang terkaya Malaysia versi Forbes (April 2025) menaruh pendiri 99 Speed Mart ini di US$3,5 miliar. Daftar April 2026 menulis US$6,7 miliar, peringkat 6 di Malaysia. Semuanya angka Forbes, jadi bisa dibandingkan langsung.
Forbes mencatat sumber kekayaannya sebagai ritel. Dia pendiri sekaligus chief executive 99 Speed Mart Retail Holdings, yang oleh Forbes disebut operator mini-mart terbesar di Malaysia berdasarkan jumlah gerai. Menurut profil Forbes, dia membuka toko pertamanya di Klang pada 1987, mendirikan jaringan Pasar Mini 99 pada 1992, lalu menyatukan tokonya di bawah merek 99 Speedmart pada 2000.
Kalau kamu terbiasa dengan Alfamart dan Indomaret, bayangkan versi Malaysia-nya: ribuan gerai kecil yang hartanya terkumpul di satu saham tercatat. Berikut angkanya.
| Penerbit | Tanggal | Angka | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Forbes, World's Billionaires 2025 | Daftar April 2025 | US$3,7 miliar | Peringkat 979 dunia |
| Forbes, 50 orang terkaya Malaysia | Daftar April 2025 | US$3,5 miliar | Peringkat 8 di Malaysia |
| Forbes, World's Billionaires 2026 | Daftar Maret 2026 | US$6,8 miliar | Peringkat 595 dunia |
| Forbes, 50 orang terkaya Malaysia | Daftar April 2026 (The Star, 16 April 2026) | US$6,7 miliar | Peringkat 6 di Malaysia, "hampir dua kali lipat" |
| Forbes, Real-Time Net Worth | 2 November 2026 | US$5,9 miliar | Peringkat 709 dunia |
Semua baris dari Forbes dan semuanya atas namanya sendiri, jadi tidak ada pengelompokan keluarga yang perlu diurai. Di daftar Malaysia, US$3,5 miliar ke US$6,7 miliar naik sekitar 91%. Di daftar dunia, US$3,7 miliar ke US$6,8 miliar naik sekitar 84%. Kami tidak menemukan angka Bloomberg Billionaires Index untuk dia yang bisa dibaca dan diberi tanggal, jadi tidak ada angka Bloomberg di sini.
Daftar Forbes adalah potret pada satu tanggal penilaian, sedangkan pelacak real-time bergerak mengikuti harga saham. Angka pelacak US$5,9 miliar sekitar US$0,9 miliar di bawah angka daftar Maret 2026 (US$6,8 miliar). Kami tidak menemukan penjelasan bersumber untuk selisih itu, jadi tidak kami tebak.
99 Speed Mart tercatat di Bursa Malaysia. Perusahaan ini IPO pada September 2024, dan Forbes menyebut penawarannya mengumpulkan US$532 juta. The Edge Malaysia melaporkan kepemilikannya di sekitar waktu pencatatan sekitar 79,7%, terdiri dari 28,2% langsung dan 51,5% lewat Lee LYG Holdings yang dimilikinya penuh. Kami tidak menemukan pengungkapan yang lebih baru soal persentase persisnya, jadi anggap itu angka era pencatatan.
Jadi ini kekayaan dari satu saham tercatat, mirip strukturnya dengan Koon Poh Keong dan Press Metal, dan berbeda dari grup privat seperti di profil Robert Kuok. Forbes tidak membuka seluruh perhitungannya, jadi kamu tidak bisa menghitung ulang angkanya persis. Istrinya, Ng Lee Tieng, dan putranya, Lee Yan Zhong, duduk di dewan perusahaan, menurut profil Forbes.
Ada dua fakta bertanggal di sekitar kenaikan ini. Tidak ada penerbit yang kami baca mengaitkan keduanya dengan angka Forbes secara pasti.
Perusahaan menyebut laba kuartal kedua turun dari kuartal pertama (RM188,56 juta) terutama karena rebat promosi pemasok lebih tinggi di kuartal pertama setelah kampanye Imlek dan Hari Raya. Pada 18 Mei 2026 saham ditutup di RM3,28, dengan nilai pasar RM27,6 miliar, menurut The Star. Kami tidak menemukan harga penutupan yang lebih baru dan bertanggal, jadi tidak kami cantumkan.
Sebagian besar bisa. Aset utamanya perusahaan tercatat dengan saham pengendali yang diungkap, jadi arah angkanya mengikuti harga yang bisa dilihat siapa saja. Yang tidak kelihatan adalah cara Forbes memperlakukan uang tunai dari dividen, penjualan saham saat pencatatan, atau aset lain. 99 Speed Mart tidak ada di daftar aset kurasi NetWort, jadi tidak ada halaman harga untuk ditautkan, tapi ringkasan pasar menunjukkan bagaimana saham-saham tercatat bergerak.
Untuk kekayaan lain yang dibangun dari jaringan ritel, lihat profil Djoko Susanto, tempat Forbes dan Bloomberg berbeda angka. Untuk kekayaan Malaysia dalam seri Forbes yang sama, lihat Quek Leng Chan.
Tetap di satu seri. Angka daftar Forbes (US$3,5 miliar ke US$6,7 miliar) dan pelacak real-time (US$5,9 miliar) sama-sama Forbes, tapi daftar adalah potret satu tanggal penilaian dan pelacak bergerak tiap hari.
Kekayaan saham tercatat mengikuti harga sahamnya. Angka operasional (gerai, laba) dan angka kekayaan berkaitan, tapi tidak ada penerbit yang kami baca memberi rumus yang menghubungkannya.
Tidak ada hal dalam catatan publik yang kami tinjau untuk artikel ini yang menunjukkan apa pun selain bisnis yang dilaporkan terbuka oleh Forbes dan media Malaysia.