Kekayaan Robert Kuok tercatat US$12,4 miliar di pelacak real-time Forbes pada 30 Oktober 2026, peringkat 256 di dunia. Pada daftar World's Billionaires 2026 yang dirilis Forbes 10 Maret 2026, angkanya US$14,2 miliar, peringkat 204. Keduanya dari Forbes, jadi selisih sekitar 13% itu perbandingan sebelum dan sesudah yang sah dalam satu tracker.
Kuok, 103 tahun, warga negara Malaysia yang tinggal di Hong Kong, adalah orang terkaya Malaysia di daftar Forbes. Forbes menyebut ia memulai kariernya pada 1949 di Johor dengan berdagang beras, gula, dan tepung terigu, lalu mendirikan jaringan Shangri-La Hotels and Resorts di Singapura pada 1971. Keponakannya, Kuok Khoon Hong, memimpin Wilmar International, produsen minyak sawit raksasa yang punya profilnya sendiri di seri ini.
Berapa kekayaan Robert Kuok, dan siapa yang bilang
Penerbit
Tanggal
Angka
Keterangan
Forbes, daftar 50 orang terkaya Malaysia
17 April 2025 (Malay Mail)
US$11,4 miliar
Peringkat 1 di Malaysia
Forbes, World's Billionaires 2026
10 Maret 2026 (Free Malaysia Today)
US$14,2 miliar
Peringkat 204 di dunia
Forbes, daftar 50 orang terkaya Malaysia
16 April 2026 (Bernama, The Vibes)
US$13,6 miliar
Naik 19%, peringkat 1 di Malaysia
Forbes, Real-Time Net Worth
22 Oktober 2026 (Katadata)
US$12,5 miliar
Peringkat 1 di Malaysia
Forbes, Real-Time Net Worth
30 Oktober 2026
US$12,4 miliar
Peringkat 256 di dunia
Semua baris adalah Forbes. Dua daftar Malaysia (April 2025 dan April 2026) bisa dibandingkan langsung: angkanya naik dari US$11,4 miliar ke US$13,6 miliar, sekitar 19%, sama dengan yang dilaporkan Bernama. Total kekayaan 50 orang terkaya Malaysia di daftar yang sama naik sekitar 30%, dari sekitar US$90 miliar ke US$116 miliar, jadi kenaikan Kuok lebih kecil dari kenaikan total daftarnya.
Daftar World's Billionaires Maret (US$14,2 miliar) dan daftar Malaysia April (US$13,6 miliar) sama-sama Forbes tapi beda angka, padahal terbit berselang satu bulan. Dalam sumber yang kami baca, Forbes tidak menjelaskan selisih itu, jadi kami tampilkan keduanya dan tidak memilih. Angka real-time terakhir lebih rendah dari keduanya: sekitar 13% di bawah angka Maret dan sekitar 9% di bawah angka April.
Kami tidak menemukan angka Bloomberg Billionaires Index untuk Kuok yang bisa kami baca dan beri tanggal, jadi tidak ada angka Bloomberg di sini. Angka tanpa tanggal dari situs lain, termasuk satu yang menyebut US$22 miliar, tidak kami pakai.
Hartanya disimpan di mana
Forbes menulis bahwa Kuok memiliki Kuok Group, dengan kepentingan di hotel, properti, dan komoditas, dan mencantumkan sumber kekayaannya sebagai minyak sawit, pelayaran, dan properti. Halaman Forbes juga menyebut:
Wilmar International, tempat keponakannya Kuok Khoon Hong menjadi pemimpin dan tempat Kuok, menurut Forbes, memegang saham yang signifikan.
PPB Group, Kerry Properties, dan Shangri-La Asia terdaftar sebagai perusahaan yang terkait dengannya. Forbes tidak menjelaskan persentase kepemilikan di tiga perusahaan itu, jadi kami tidak menulis angka persentase apa pun.
Putra sulungnya, Beau Kuok, memimpin Kuok Group, dan putra bungsunya, Kuok Khoon Hua, menjadi chairman dan CEO Kerry Properties di Hong Kong.
Cucunya, Kuok Meng Wei, memimpin investasi pusat data AI keluarga lewat K2 Strategic.
Profil Forbes memperbarui teksnya terakhir pada 15 April 2026.
Apa yang menggerakkan angkanya
Teks profil Forbes tidak menjelaskan apa yang menggerakkan angka dari US$14,2 miliar di Maret ke US$12,4 miliar di akhir Oktober, dan kami tidak menemukan keterangan Forbes yang mengaitkan satu peristiwa perusahaan dengan perubahan itu. Yang bisa dikatakan sifatnya mekanis: bagian kekayaan yang ada di perusahaan tercatat dihitung ulang mengikuti harga saham di bursa masing-masing, sedangkan kepemilikan privat lewat Kuok Group tidak punya harga harian.
Dalam rentang satu tahun, daftar Malaysia mencatat kenaikan 19% dari April 2025 ke April 2026. Setelah itu angka real-time bergerak turun. Kami tidak menafsirkan arah itu lebih jauh.
Seberapa bisa angka ini dipastikan
Sebagian saja. Perusahaan tercatat yang dikaitkan Forbes dengan Kuok bisa dilihat harga sahamnya, tapi Forbes tidak merinci persentase kepemilikan, dan kami tidak menemukan rincian Kuok Group yang dipublikasikan. Hasilnya, dua daftar Forbes yang terbit berselang satu bulan menulis US$14,2 miliar dan US$13,6 miliar untuk orang yang sama.
Sebagai pembanding, kekayaan keponakannya, Kuok Khoon Hong, sebagian besar ada di Wilmar yang tercatat di Singapura dan angkanya US$3,8 miliar di Forbes pada 30 Oktober 2026. Untuk sesama pendiri Wilmar, lihat Martua Sitorus. Untuk perbandingan dengan kekayaan privat Asia yang selisih antar tracker-nya sangat besar, lihat Sukanto Tanoto. Untuk grup keluarga Malaysia lainnya, lihat Quek Leng Chan.
Yang bisa kamu ambil dari sini
Cek dulu daftar Forbes yang mana. Daftar dunia Maret menulis US$14,2 miliar, daftar Malaysia April menulis US$13,6 miliar, dan tracker langsung menulis US$12,4 miliar. Semuanya akurat sebagai bacaan pada tanggal masing-masing.
Kekayaan yang berbasis grup privat sulit dipatok ke satu angka. Peringkat Kuok bisa dari 204 sampai 256 dalam tujuh setengah bulan, tanpa laporan bahwa bisnisnya berubah.
Tidak ada hal dalam catatan publik yang kami tinjau untuk artikel ini yang mengindikasikan sesuatu selain kepemilikan bisnis yang besar dan dilaporkan terbuka oleh Forbes.