Kekayaan Mark Zuckerberg: Anjlok US$18 Miliar Sehari, Kendalinya Tetap Utuh
Baca 6 menitDiperbarui 22 Agustus 2026
Baca 6 menitDiperbarui 22 Agustus 2026
Kalau kamu ingat IPO GoTo tahun 2022, kamu mungkin pernah dengar istilah saham hak suara multipel, saham Seri B yang satu lembarnya setara 30 suara biasa, diatur OJK lewat POJK No. 22/2021 supaya pendiri tetap pegang kendali strategis walau porsi kepemilikannya kecil. Mark Zuckerberg memakai mekanisme yang jauh lebih besar skalanya, versi Amerika Serikat, dan itu salah satu alasan kekayaan Mark Zuckerberg tetap jadi berita meski sahamnya cuma bergerak beberapa persen dalam sehari.
Per 5 Agustus 2026, tracker real-time Forbes mencatat kekayaan Zuckerberg US$202,1 miliar, sekitar Rp3.644 triliun, peringkat 6 dunia. Sehari sebelumnya, 4 Agustus 2026, Bloomberg Billionaires Index mencatat US$209 miliar, juga peringkat 6 dunia, angka yang berdekatan tapi tidak sama persis dari metodologi berbeda di minggu yang sama.
Angka itu belum cerita paling menarik. Lima hari sebelumnya, pada 30 Juli 2026, tracker Forbes yang sama mencatat kekayaan Zuckerberg anjlok US$18,2 miliar dalam satu hari jadi US$183,3 miliar, setelah saham Meta merosot 11 hari beruntun gara-gara kekhawatiran pasar soal belanja AI perusahaan. Tiga minggu sebelum itu, tracker yang sama sempat mencatat kekayaannya mendekati US$222 miliar. Penerbit sama, metodologi sama, tapi ayunan sekitar US$40 miliar cuma dalam sebulan.
| Penerbit | Angka | Tanggal | Peringkat |
|---|---|---|---|
| Forbes Real-Time Billionaires | ~US$222 miliar | sekitar 20 Juli 2026 | 5 dunia |
| Forbes Real-Time Billionaires | US$183,3 miliar | 30 Juli 2026 | 6 dunia |
| Bloomberg Billionaires Index | US$209 miliar | 4 Agustus 2026 | 6 dunia |
| Forbes Real-Time Billionaires | US$202,1 miliar (~Rp3.644 triliun) | 5 Agustus 2026 | 6 dunia |
Dua tracker itu cuma beda sekitar US$7 miliar di awal Agustus, selisih yang terbilang tipis untuk ukuran seri ini. Wajar, karena kekayaan Zuckerberg nyaris seluruhnya ada di satu saham yang tercatat di bursa. Ayunan yang lebih besar justru bukan antar penerbit, tapi di dalam tracker Forbes sendiri sepanjang tiga minggu, dan itu lebih menceritakan soal bagaimana Wall Street menilai taruhan AI Meta ketimbang beda metodologi.
Hampir semuanya ada di saham Meta Platforms, yang dipegang lewat struktur dua kelas saham yang memisahkan berapa persen perusahaan yang Zuckerberg miliki dari berapa besar kendalinya atas perusahaan itu.
Zuckerberg mendirikan Facebook pada 2004 dan menerima gaji US$1 per tahun sebagai CEO selama lebih dari sepuluh tahun, jadi kekayaannya sama sekali bukan dari gaji. Semuanya dari saham, dan saham Meta terbagi dua kelas: Kelas A, satu suara per lembar, dan Kelas B, sepuluh suara per lembar. Menurut pernyataan proksi Meta tahun 2026 yang diajukan ke SEC, Zuckerberg memegang sekitar 99,8% dari seluruh saham Kelas B yang beredar, setara dengan sekitar 61% dari total hak suara Meta, padahal itu cuma mewakili sekitar 13% sampai 14% kepemilikan ekonomi perusahaan.
Selisih itulah intinya, mirip semangat aturan SMHS yang dipakai GoTo saat IPO di Bursa Efek Indonesia, meski rasio dan skalanya jauh berbeda: saham Seri B GoTo diberi 30 suara per lembar berdasarkan POJK No. 22/2021, dengan tujuan yang sama, menjaga kendali pendiri walau kepemilikannya menyusut. Nilai dolar saham Zuckerberg, angka yang muncul di tracker kekayaan, sebenarnya cuma porsi yang relatif kecil dari kapitalisasi pasar Meta yang lebih dari US$1,5 triliun. Kendalinya atas keputusan perusahaan sama sekali tidak kecil. Dalam voting pemegang saham mana pun, sahamnya sendiri bisa mengalahkan gabungan seluruh investor lain.
Hampir semua pergerakannya, ke dua arah, datang dari harga saham Meta sendiri, dalam waktu sebulan.
Pada 10 Juli 2026, Forbes melaporkan kekayaan Zuckerberg naik US$12 miliar dalam seminggu, setelah saham Meta menutup pekan terbaiknya sejak 2024, menyusul peluncuran model AI baru dan kabar rencana chip AI buatan sendiri. Sampai sekitar 20 Juli 2026, reli itu membawa angka real-time Forbes ke sekitar US$222 miliar, kekayaan terbesar kelima di dunia saat itu.
Baliknya cepat. Pada laporan kuartal pertama 2026 tanggal 29 April, manajemen Meta sudah menaikkan proyeksi belanja modal AI tahun penuh jadi sampai US$145 miliar, naik dari kisaran US$115 sampai US$135 miliar sebelumnya, menurut Fortune. Pada pembaruan laba berikutnya, proyeksi naik lagi jadi US$137,5 miliar untuk tahun ini, dan manajemen menolak memberi estimasi 2027. Forbes melaporkan kombinasi ini, saham Meta merosot 11 hari beruntun dan investor mempertanyakan apakah belanja AI akan membuahkan hasil, memangkas kekayaan Zuckerberg US$18,2 miliar hanya dalam satu hari, 30 Juli 2026, jadi US$183,3 miliar. Seminggu berikutnya, saham Meta pulih sebagian, membawa angka Forbes kembali naik ke US$202,1 miliar per 5 Agustus.
Lebih bisa diketahui dibanding kebanyakan kekayaan lain di seri ini, alasannya sama seperti Jensen Huang: Meta perusahaan publik penuh, harga sahamnya ditentukan pasar setiap detik bursa buka, dan kepemilikan Zuckerberg diungkapkan lewat dokumen resmi SEC dengan tanggal dan persentase yang spesifik.
Yang tidak sederhana adalah apa arti kepemilikan itu. Pembagian Kelas A dan Kelas B membuat kelompok saham yang sama menjawab dua pertanyaan sekaligus, satu soal nilai dolar dan satu soal kendali, dan dua angka itu jauh berbeda, 13-14% secara ekonomi berbanding 61% hak suara. Kasus Huang punya kerumitan definisi yang mirip, soal apakah saham yayasan yang dia dirikan terhitung kekayaan pribadinya atau bukan. Kasus Zuckerberg bukan soal beda hitungan antar tracker; baik Forbes maupun Bloomberg sama-sama melaporkan kepemilikan ekonominya, bukan hak suaranya, sebagai kekayaan bersihnya. Ini pengingat bahwa "kekayaan" dan "kendali" adalah dua ukuran berbeda, meski saham yang mendasarinya sama persis.
Dua hal, dan tidak satu pun butuh pendapat soal belanja infrastruktur AI.
Hak suara dan kepemilikan ekonomi bukan angka yang sama, dan angka kekayaan di judul berita cuma pernah melaporkan yang kedua. Seorang pendiri bisa pegang kendali efektif atas perusahaan sambil cuma memiliki sebagian kecil sahamnya, lewat struktur seperti saham dua kelas Meta atau SMHS ala GoTo. Penting tahu angka mana yang sedang dikutip sebuah sumber, sebelum menganggap saham besar otomatis berarti kendali besar, atau sebaliknya.
Ayunan satu saham adalah keseluruhan cerita buat kekayaan yang terkonsentrasi, ke arah mana pun. Kekayaan Elon Musk bergerak dengan cara yang sama dalam skala yang lebih besar lagi. Kalau portofoliomu sendiri punya satu posisi yang porsinya kelewat besar, risiko saham terlalu besar di portofolio ini layak kamu baca sepuluh menit, dan tampilan kontribusi risiko di NetWort menunjukkan persis berapa besar hasil portofoliomu ditentukan satu saham itu, pakai angkamu sendiri, bukan angka miliarder.