Kekayaan Zhang Yiming Naik Rp390 Triliun dalam Sehari Gara-Gara Satu Angka Diskon Dihapus
Baca 6 menit
Baca 6 menit
Bayangkan kekayaanmu naik lebih dari US$24 miliar, sekitar Rp390 triliun, dalam satu hari, tanpa menjual satu pun aset dan tanpa perusahaanmu mengumumkan apa-apa. Itu yang terjadi pada kekayaan Zhang Yiming, pendiri ByteDance, pada 3 Juni 2026. Bukan bisnis TikTok atau Douyin yang berubah hari itu. Yang berubah cuma satu angka di model penilaian Bloomberg: "diskon risiko" yang selama ini ditempelkan ke ByteDance gara-gara sengketa bertahun-tahun soal operasional TikTok di Amerika Serikat. Begitu sengketa itu kelar, diskonnya dipangkas, dan kekayaan Zhang langsung melompat puluhan miliar dolar tanpa satu lembar saham pun berpindah tangan.
| Penerbit | Tanggal | Angka | Keterangan |
|---|---|---|---|
| Bloomberg Billionaires Index | tersirat, tepat sebelum 2 Juni 2026 | sekitar US$68,8 miliar | dihitung dari kenaikan sehari sebesar "lebih dari US$24 miliar" yang dilaporkan Bloomberg sendiri |
| Bloomberg Billionaires Index | 3 Juni 2026 | US$92,8 miliar | setelah diskon risiko ByteDance dipangkas dari 25% jadi 10% |
| Forbes, World's Billionaires 2026 | 10 Maret 2026 | US$69,3 miliar | daftar tahunan terpisah, tidak digabung ke dalam garis waktu Bloomberg di atas |
Angka "sebelum" senilai US$68,8 miliar bukan taksiran artikel ini. Itu hasil hitungan sederhana dari dua angka yang dilaporkan Bloomberg sendiri: angka setelahnya US$92,8 miliar, dan kenaikan sehari yang disebutkan sebagai "lebih dari US$24 miliar" (Bloomberg, 3 Juni 2026, sebagaimana dikutip ulang The National dan IBTimes UK di hari yang sama). Kedua titik data itu sama-sama dari satu tracker, jadi lonjakan sekitar 35% ini murni perbandingan di dalam satu tracker, bukan selisih dua penerbit. Angka Forbes sebesar US$69,3 miliar berasal dari tracker lain di tanggal lain, dan kami cantumkan di sini hanya supaya kamu tahu angka itu ada, bukan untuk dicampur dengan pergerakan versi Bloomberg.
ByteDance, induk TikTok dan Douyin, sepenuhnya perusahaan tertutup, jadi tidak ada harga saham yang bisa dicek langsung. Zhang tercatat memegang sekitar 21% perusahaan, menurut petisi TikTok sendiri ke pengadilan AS (Mei 2024), porsi terbesar dari total 20-21% saham milik para pendiri, sementara rekan pendiri Liang Rubo memegang sekitar 1%. Zhang mundur dari jabatan CEO ByteDance pada Mei 2021 dan keluar dari jajaran direksi di tahun yang sama, menyerahkan kedua peran itu ke Liang, teman sekamarnya semasa kuliah, meski saham milik pendiri dilaporkan tetap membawa hak suara berbobot lebih besar, hal yang lazim di perusahaan teknologi besar asal China. Fortune (8 Mei 2024), mengutip dokumen dari gugatan TikTok sendiri melawan pemerintah AS, melaporkan bahwa Zhang tinggal di Singapura sambil tetap memegang kewarganegaraan China.
Karena tidak ada saham yang diperdagangkan publik, angka versi Bloomberg bergantung pada sebuah model: valuasi perusahaan dikalikan porsi saham Zhang, dikurangi diskon untuk risiko regulasi dan likuiditas yang khas ByteDance. Diskon itu, bukan harga satu aset tertentu, yang bergerak pada 3 Juni.
Sejak Maret 2024, Bloomberg menempelkan diskon risiko 25% ke valuasi ByteDance, setelah DPR AS meloloskan undang-undang yang mengancam melarang TikTok kalau ByteDance tidak menjual operasional Amerikanya. Pada 2 Juni 2026, Bloomberg memangkas diskon itu jadi 10%, mencerminkan rampungnya pengalihan bisnis TikTok di AS ke konsorsium yang dipimpin Oracle, Silver Lake, dan MGX asal Abu Dhabi. Penilaian terbaru dari pemegang saham institusional, termasuk BlackRock, Fidelity Investments, dan T. Rowe Price Group, yang diajukan dalam keterbukaan informasi akhir Mei 2026, ikut masuk ke dalam perhitungan ulang yang sama (Bloomberg, 3 Juni 2026).
Secara terpisah, valuasi internal ByteDance sendiri sudah bergerak lewat beberapa titik data bertanggal yang tidak masuk ke angka Bloomberg di atas, tapi menunjukkan pergeseran regulasi yang sama dari sisi lain: program pembelian kembali saham karyawan mematok harga unit saham terbatas (RSU) di US$200,41 per lembar pada putaran Agustus 2025, naik 5,5% dari US$189,90 pada putaran April 2025, yang menyiratkan valuasi perusahaan sekitar US$330 miliar (The Information, Agustus 2025). Transaksi pasar sekunder pada November 2025 dilaporkan menilai ByteDance di US$480 miliar, dan General Atlantic mulai memasarkan penjualan sahamnya di valuasi US$550 miliar pada Februari 2026, beberapa bulan setelah pemerintah AS menyetujui restrukturisasi TikTok menjadi usaha patungan yang mayoritas dimiliki investor AS pada Januari tahun itu. Tidak satu pun angka level-perusahaan ini sama dengan kekayaan pribadi Zhang; Bloomberg tetap memakai asumsi porsi saham dan diskonnya sendiri di atas valuasi apa pun yang dipakainya.
Hampir semua taipan teknologi lain di seri ini (Musk, Bezos, Zuckerberg, Page, Brin) punya saham yang diperdagangkan setiap hari bursa, jadi tugas tracker kebanyakan cuma hitung-hitungan dari harga yang kelihatan. ByteDance tidak punya harga seperti itu. Angka versi Bloomberg bergantung pada model penilaian dan tingkat diskon buatannya sendiri, yang bisa dan memang direvisi tanpa ada perubahan apa pun di ByteDance, persis seperti yang terjadi pada 2 Juni. Angka Forbes senilai US$69,3 miliar terpaut hampir US$23,5 miliar di bawah angka Bloomberg pasca-pemangkasan diskon, dan riset untuk artikel ini tidak menemukan angka Forbes Real-Time bertanggal tahun 2026 yang secara spesifik menyebut Zhang, di luar daftar tahunan Maret-nya, meski sudah dicari. Selisih antar-tracker ini termasuk yang terlebar yang pernah ditemukan seri ini, sebanding dengan selisih sekitar 37% antara Forbes dan Bloomberg pada MacKenzie Scott, yang justru kekayaannya bertumpu pada satu saham publik yang sepenuhnya terbuka. Selisih milik Zhang muncul dari pilihan model penilaian atas perusahaan tertutup, bukan dari dua tracker yang membaca satu dokumen publik secara berbeda.
Kekayaan yang tersimpan di perusahaan tertutup selalu cuma taksiran, dibangun dari harga terakhir yang dibayar seseorang untuk sepotong kecil perusahaan itu, disesuaikan dengan risiko yang menurut tracker masih menempel. Begitu risiko itu selesai, seperti saat bisnis TikTok AS akhirnya benar-benar berpindah tangan, penyesuaian itu sendiri bisa bernilai puluhan miliar dolar, seketika, tanpa ada penjualan atau laporan laba apa pun yang menyertainya. Profil Sualeh Asif di seri ini membahas versi lebih kecil dari mekanisme yang sama, saham startup AI tertutup yang dinilai ulang persis saat akuisisinya benar-benar rampung. Profil Wang Xingxing menunjukkan risiko sebaliknya: begitu kekayaan taipan teknologi China yang tertutup akhirnya mendapat harga saham publik, harga itu bisa bergerak puluhan persen hanya dalam hitungan hari.