Strategy Jual Bitcoin Lagi, dan Kali Ini Rugi. Ini Alasan Sederhananya
Baca 5 menit
Baca 5 menit
Strategy jual bitcoin lagi. Minggu ini perusahaan itu menjual 1.638 BTC senilai sekitar $104,73 juta, rata-rata $63.957 per koin, berdasarkan laporannya ke otoritas pasar modal Amerika (SEC).
Ini angka yang paling penting. Harga beli rata-rata seluruh bitcoin yang dipegang Strategy adalah $75.419 per koin. Artinya koin yang dijual minggu ini dilepas sekitar $11.462 lebih murah dari harga belinya, atau sekitar Rp207 juta per koin kalau dihitung dengan kurs di kisaran Rp18.053 per dolar.
Mereka jual rugi. Sengaja. Dan ini kali ketiga dalam sekitar sepuluh minggu.
Padahal ini perusahaan yang seluruh identitasnya dibangun di atas satu kalimat: kami tidak akan pernah jual.
Tiga kali penjualan, dalam sekitar sepuluh minggu.
| Kapan | Bitcoin dijual | Dana didapat | Harga rata-rata |
|---|---|---|---|
| Akhir Mei 2026 | 32 BTC | ~$2,5 juta | $77.135 |
| Akhir Juni sampai awal Juli 2026 | 3.588 BTC | ~$216 juta | sekitar $60.200 |
| Awal Agustus 2026 | 1.638 BTC | ~$104,73 juta | $63.957 |
Yang pertama kecil sekali, cuma 32 koin. Tapi itu pertama kalinya Strategy melaporkan jumlah bitcoinnya berkurang. Di situlah ceritanya berubah.
Setelah penjualan terakhir, Strategy memegang 842.138 BTC, turun dari 843.775.
Jawabannya jauh lebih sederhana dari yang dibahas kebanyakan media.
Strategy butuh uang untuk beli bitcoin. Jadi mereka cari dana dengan menerbitkan sesuatu bernama saham preferen. Saham preferen itu mirip utang yang tidak perlu dilunasi, tapi pemegangnya harus dibayar sejumlah uang tetap selamanya. Strategy menerbitkan empat jenis, dikenal dengan kode STRK, STRF, STRD, dan STRC.
Pembayaran itu disebut dividen, wajib dibayar tunai, tepat waktu, apa pun yang terjadi pada harga bitcoin.
Dividen saham preferen Strategy sekarang lebih dari $1,5 miliar per tahun.
Tagihan itu datang baik bitcoin naik, mendatar, maupun turun. Dan di sinilah masalah intinya:
Itu inti seluruh ceritanya. Sisanya cuma detail.
Laporannya cukup rinci soal penjualan terakhir, dan pembagiannya nyaris pas setengah-setengah:
Di periode yang sama Strategy juga mengumpulkan $290,6 juta dari penjualan lebih dari 3 juta lembar saham biasanya. Sekitar $250 juta dari situ masuk ke cadangan kasnya, yang sekarang ada di kisaran $4 miliar.
Jadi mereka melakukan dua-duanya sekaligus: jual saham dan jual bitcoin, lalu uangnya dipakai bayar dividen dan menebalkan cadangan kas.
Lupakan dulu perusahaannya. Ada pelajaran di sini yang berlaku untuk portofolio biasa, dan ini bukan pelajaran kecil.
Tagihan tetap ditambah aset bergejolak yang tidak memberi pemasukan sama dengan terpaksa jual di waktu paling buruk.
Strategy jual bukan karena mau. Mereka jual karena dividennya jatuh tempo dalam bentuk tunai, sementara bitcoin tidak menghasilkan uang tunai. Waktu harga bitcoin sedang turun, situasi itu memaksa mereka jual di harga rendah. Tagihannya tidak peduli harga.
Sekarang lihat kondisimu sendiri. Kalau kamu pegang kripto dan punya kewajiban bulanan tetap, cicilan KPR, cicilan kendaraan, uang sekolah, apa pun yang harus dibayar tunai di tanggal tertentu, kamu sedang menjalankan versi kecil dari struktur yang sama. Dan hasilnya akan sama: bulan saat kamu paling butuh uang sering kali bulan saat asetmu paling murah.
Ini bukan larangan memegang aset bergejolak. Ini alasan kenapa kewajiban tetap dan aset bergejolak tidak boleh ditaruh dalam satu rencana tanpa ada uang tunai di antara keduanya.
Soal ukuran porsinya kami bahas di alokasi kripto ideal berapa persen, dan soal kenapa bitcoin tidak bisa diandalkan menjaga nilai sesuai jadwalmu ada di apa yang benar-benar bertahan saat inflasi naik.
Kalau dilihat dari angkanya, tidak. Dan ini perlu disampaikan dengan akurat.
Penjualannya kecil dibanding total kepemilikannya. 1.638 koin dari 842.138 itu sekitar 0,19% dari total. Tiga penjualan digabung pun masih jauh di bawah 1%. Cadangan kasnya justru naik ke sekitar $4 miliar, bukan turun.
Yang benar-benar berubah adalah ceritanya, bukan kesehatan keuangannya. Bertahun-tahun Strategy dianggap cara praktis memiliki bitcoin lewat pasar saham. Sekarang mereka berperilaku seperti perusahaan yang mengelola neraca: beli saat bisa dapat dana murah, jual saat ada tagihan jatuh tempo.
Tiga hal, dan tidak satu pun butuh pendapatmu soal harga bitcoin.
NetWort mencatat harga beli rata-rata aslimu untuk kripto, saham, dan logam mulia dalam satu tempat, sekaligus memisahkan berapa bagian untung atau rugimu yang berasal dari pergerakan aset dan berapa dari pergerakan kurs. Gambaran pasarnya bisa kamu lihat di halaman market.