Laba Rp14 Triliun Belum Tentu Bisnisnya Jago: Margin Operasional vs Margin Bersih di Laporan Emiten
Baca 6 menit
Baca 6 menit
Kuartal I 2022, Bukalapak (BUKA) melaporkan laba bersih sekitar Rp14,54 triliun. Padahal setahun sebelumnya, perusahaan yang sama masih rugi besar. Apakah tiba-tiba jualan di aplikasinya meledak?
Tidak. Menurut manajemen, lonjakan itu terutama datang dari keuntungan nilai investasi di Allo Bank (BBHI), bukan dari bisnis intinya (Bisnis.com).
Inilah alasan laporan keuangan punya lebih dari satu angka laba. Di artikel ini kamu akan kenal margin operasional dan margin bersih, lihat hitungannya pada perusahaan rekaan, lalu tahu di mana mencari tiap angka di laporan emiten BEI. Artikel ini tidak menyebut saham mana pun layak dibeli atau dijual.
Margin adalah laba yang dinyatakan sebagai persentase dari penjualan. Caranya: bagi angka laba dengan pendapatan.
Pendapatan adalah semua uang dari menjual barang atau jasa. Kalau perusahaan menjual Rp1.000 dan menyisakan laba Rp100, marginnya 10%.
Dengan margin, kamu bisa membandingkan perusahaan yang ukurannya beda. Laba Rp100 miliar artinya lain untuk perusahaan berpenjualan Rp500 miliar dibanding yang berpenjualan Rp5 triliun.
Di laporan laba rugi ada beberapa baris laba. Tiap baris mengurangi lebih banyak biaya. Dua yang paling berguna adalah laba usaha dan laba bersih.
Laba usaha (laba operasional) adalah sisa uang setelah membayar biaya menjalankan bisnis: biaya produksi, gaji, sewa, pemasaran, dan sejenisnya. Bunga utang dan pajak belum dihitung di sini.
Margin operasional adalah laba usaha dibagi pendapatan. Sejumlah panduan keuangan menjelaskannya begini, dan mencatat bahwa angka ini berada sebelum pengaruh pendanaan dan pajak (Saylor Academy).
Kalau barisnya negatif, namanya rugi usaha.
Margin operasional menjawab satu pertanyaan: saat perusahaan jualan, berapa yang tersisa setelah ongkos menjalankan bisnisnya?
Laba bersih adalah baris paling bawah. Dimulai dari laba usaha, lalu ditambah dan dikurangi semua hal lain: bunga yang dibayar, bunga yang diterima, keuntungan atau kerugian sekali jalan, dan pajak penghasilan.
Margin bersih adalah laba bersih dibagi pendapatan.
Di laporan emiten, ini disebut laba bersih atau laba tahun berjalan. Sumber berbahasa Indonesia menjelaskan laba bersih sebagai laba setelah dikurangi pajak yang berlaku (Bisnis.com).
Pertanyaannya beda: setelah semuanya, termasuk utang dan pajak, berapa dari tiap rupiah penjualan yang benar-benar tersisa?
Kita pakai dua perusahaan rekaan. Keduanya bukan emiten asli. Semua angka adalah hitungan NetWort dalam miliar rupiah, dan tarif pajak 20% hanya ilustrasi.
Keduanya punya pendapatan Rp1.000 miliar.
| Baris | PT Warung Stabil | PT Tanah Untung |
|---|---|---|
| Pendapatan | 1.000 | 1.000 |
| Laba usaha | 100 | 20 |
| Bunga utang | −40 | −40 |
| Untung sekali jalan dari jual tanah | 0 | +200 |
| Laba sebelum pajak | 60 | 180 |
| Pajak 20% | −12 | −36 |
| Laba bersih | 48 | 144 |
| Margin operasional | 10% | 2% |
| Margin bersih | 4,8% | 14,4% |
Lihat dua baris terakhir. Kalau kamu hanya melihat margin bersih, PT Tanah Untung tampak tiga kali lebih bagus: laba Rp144 miliar lawan Rp48 miliar.
Tapi bisnis intinya cuma menghasilkan Rp20 miliar. Sebagian besar labanya dari jual tanah. Itu terjadi sekali. Tahun depan tanahnya sudah tidak ada.
PT Warung Stabil tampak kecil di baris bawah. Padahal bisnis hariannya lima kali lebih kuat. Margin operasional yang memperlihatkannya.
Margin bersih bisa di atas atau di bawah margin operasional. Ada empat penyebabnya:
Kebiasaan baik: kalau cerita dua margin ini berbeda, cari baris mana yang bikin selisihnya. Baris itu ceritanya.
Kembali ke Bukalapak. Angka di bawah dari pemberitaan media yang kami temukan lewat pencarian pada 20 Oktober 2026. Kami tidak bisa membuka laporan keuangan perusahaannya langsung, jadi anggap angka ini apa adanya dari pemberitaan, bukan hasil pengecekan kami.
| Pos (menurut pemberitaan) | Jumlah |
|---|---|
| Pendapatan 2021 | Sekitar Rp1,86 triliun |
| Rugi usaha 2021 | Sekitar Rp1,7 triliun |
| Rugi bersih 2021 | Sekitar Rp1,67 triliun |
| Laba bersih kuartal I 2022 | Sekitar Rp14,54 triliun |
Sumber: Katadata dan Bisnis.com.
Dengan hitungan NetWort dari angka yang dilaporkan itu, rugi usaha 2021 sekitar 91% dari pendapatan. Artinya bisnis intinya masih jauh dari untung. Satu kuartal berikutnya, laba bersih tiba-tiba Rp14,54 triliun.
Menurut pemberitaan, lonjakan itu terutama dari keuntungan investasi Allo Bank. Itu untung dari saham yang dipegang, bukan tanda penjualan aplikasi naik berkali lipat.
Pelajarannya jelas. Margin bersih yang raksasa bisa datang dari baris yang bukan bisnisnya. Selalu cek laba usaha di sebelahnya. Riwayat harga sahamnya bisa kamu lihat di halaman BUKA.
Kamu tidak perlu menghitung dari nol. Buka laporan keuangan terbaru emiten di situs BEI, lalu cari laporan laba rugi.
Cari baris-baris ini:
Kami tidak menemukan halaman resmi BEI yang menetapkan urutan barisnya, jadi pastikan susunannya langsung di laporan. Bagi baris 2 dan baris 5 dengan baris 1. Selesai, kamu sudah punya kedua margin.
Tidak ada yang memberi vonis. Semuanya memberimu pertanyaan yang lebih baik.
Buka screener Explore dan pilih dua emiten BEI dari sektor yang sama. Lalu buka laporan terbaru keduanya dan hitung kedua marginnya. Catat emiten mana yang selisihnya lebih besar, dan cari baris yang menyebabkannya.