Perhiasan Emas atau Emas Batangan untuk Menabung? Ongkos Pembuatan yang Diam-diam Hilang
Baca 4 menit
Baca 4 menit
Kamu beli kalung emas seharga Rp22 juta. Setahun kemudian harga emas naik dan kamu senang. Lalu toko menawar kalung itu sekitar Rp18 juta. Kok bisa selisih Rp4 juta?
Sebagian jawabannya ada di ongkos pembuatan perhiasan emas. Ini biaya untuk desain dan pengerjaan. Ongkos itu tertulis di nota saat kamu beli. Tapi saat kamu jual, ongkos itu tidak ikut dihargai.
Di artikel ini kamu akan lihat cara kerjanya, hitungannya dalam rupiah, dan apa saja yang perlu dicek di nota.
Ongkos pembuatan, atau sering disebut ongkos saja, adalah biaya tambahan di atas harga emasnya. Isinya upah pengrajin, desain, pengerjaan dan biaya operasional toko. Terminal Mojok dalam tulisannya soal cara toko emas menghitung harga menyebut komponen serupa: bahan, tukang, cuci, penyusutan dan operasional. Tulisan itu juga bilang cara hitungnya beda di tiap toko.
Emas batangan hampir tidak punya biaya seperti ini. Bentuknya polos. Kamu terutama membayar emasnya.
Karena itu, dua barang dengan berat sama bisa harganya jauh berbeda.
Kadar (karat atau K) menunjukkan seberapa murni emasnya. Emas murni itu 24K, sekitar 99% emas. Perhiasan sering memakai kadar lebih rendah, karena emas murni terlalu lunak.
Menurut Terminal Mojok, kadar yang umum adalah:
Sisanya logam lain. Jadi kalung 18K seberat 10 gram berisi sekitar 7,5 gram emas murni, bukan 10. Kamu membayar untuk 10 gram, tapi harga emas hanya berlaku untuk bagian emasnya.
Kita pakai angka biar jelas. Ini ilustrasi hitungan NetWort, bukan penawaran dari toko mana pun.
Kita pakai harga Antam 1 gram emas 24K pada 12 Oktober 2026, dari rangkuman harga di media Indonesia yang kami lihat lewat ringkasan pencarian:
Antam adalah produsen emas milik negara. Batangannya jadi patokan harga emas di Indonesia. Toko perhiasan menentukan harganya sendiri, jadi anggap ini model yang disederhanakan.
Emas batangan. Kamu mau punya 7,5 gram emas. Dalam bentuk batangan, kamu bayar sekitar Rp19.455.000 (7,5 g x Rp2.594.000). Dijual balik di harga buyback, kamu terima Rp18.060.000. Kamu rugi Rp1.395.000, atau 7,2%. Itu selisih beli-jual Antam, seperti yang dibahas di artikel kami soal selisih harga jual kembali perhiasan emas dan emas batangan.
Kalung. Misalnya kalung 18K seberat 10 gram berisi 7,5 gram emas. Sekarang kita butuh ongkos. Kita asumsikan 15% dari nilai emas (asumsi NetWort untuk contoh; angka asli beda-beda di tiap toko dan model, jadi tanyakan).
| Item | Rupiah |
|---|---|
| Nilai emas (7,5 g x Rp2.594.000) | 19.455.000 |
| Ongkos pembuatan 15% (asumsi) | 2.918.250 |
| Kamu bayar | 22.373.250 |
| Nilai emasnya saja di harga buyback (7,5 g x Rp2.408.000) | 18.060.000 |
| Selisih | 4.313.250 (19,3%) |
Ongkos saja sekitar 13% dari total yang kamu bayar. Hitungan ini juga mengandaikan toko membeli kembali di harga Antam. Banyak toko memotong lagi. Galeri24, toko emas di bawah Pegadaian, menyebut potongan buyback perhiasan 10% sampai 25%, seperti di artikel kami sebelumnya.
Jadi untuk 7,5 gram emas yang sama, batangan kehilangan sekitar 7%, sedangkan kalung ini sekitar 19% atau lebih.
Ongkos pembuatan biasanya "bersembunyi" di nota. Cek hal-hal ini sebelum bayar:
Simpan notanya. Nota juga membantu saat kamu mau menjual.
Itu tergantung tujuannya.
Kalau mau dipakai, ongkos pembuatan membayar sesuatu yang kamu nikmati. Itu wajar. Cuma jangan hitung sebagai tabungan.
Kalau mau menabung dalam emas, batangan atau bentuk lain dengan biaya kecil menyisakan lebih banyak uangmu di emasnya. Lihat perbandingan emas fisik vs emas digital untuk pilihannya. Antam, pembuat batangannya, juga perusahaan tercatat di bursa (ANTM).
Dua-duanya tidak salah. Fungsinya saja yang beda.
Emas dalam bentuk perhiasan gampang salah dinilai. Daftar harga bilang satu hal, tawaran toko bilang hal lain.
Buka Holdings di NetWort dan catat emasmu di harga yang benar-benar kamu bayar, termasuk ongkos pembuatan. Dengan begitu kamu bisa lihat selisih nyata antara yang kamu bayar dan nilai emasnya hari ini.