Jual Perhiasan Emas, Harga Buyback-nya Anjlok Jauh. Jual Emas Batangan, Nggak Sebegitu. Ini Selisihnya
Baca 4 menit
Baca 4 menit
Kamu punya kalung emas warisan, atau beli sendiri beberapa tahun lalu, dan sekarang mau dijual. Kamu bawa ke toko emas, berharap dapat harga yang mendekati harga emas hari ini. Ternyata, tawarannya jauh di bawah harga emas batangan untuk berat yang sama. Itu bukan apes ketemu toko yang pelit. Itu memang cara kerja harga buyback perhiasan emas dan harga buyback emas batangan, dan bedanya bisa besar sekali.
Emas batangan seperti Antam punya satu tugas: ngikutin harga emas dunia sedekat mungkin. Pada 2 September 2026, Antam menjual emas batangan 1 gram seharga Rp2.624.000, dan membeli kembali batangan yang sama, di hari yang sama, seharga Rp2.477.000 (Kontan, Liputan6, dan Okezone, semuanya tanggal 2 September 2026).
Selisihnya, Rp147.000, itu sekitar 5,6% dari harga jualnya. Itu total biaya bolak-balik kalau kamu beli emas Antam terus langsung jual lagi hari itu juga, sebelum harga emas sendiri sempat bergerak. Simpan bertahun-tahun pun, selisih 5,6% itu kira-kira tetap segitu, di luar naik-turun harga emasnya sendiri.
Perhiasan mulai dari titik yang beda. Emas batangan itu 24 karat, kemurniannya sekitar 99,99%. Perhiasan biasanya 9 sampai 18 karat, artinya kemurnian 37,5% sampai 75%, dicampur logam lain biar bentuknya kuat dan bisa dibikin desain (Tempo.co). Campuran ini baru bagian pertama ceritanya.
Waktu kamu beli perhiasan, harganya sudah termasuk ongkos pembuatan, biaya desain dan kerajinan tangan, biasanya 5% sampai lebih dari 20% dari nilai emasnya, tergantung serumit apa desainnya. Waktu kamu jual balik, ongkos pembuatan itu hilang. Toko cuma bayar kandungan emasnya, bukan desainnya.
Di atas itu, kebanyakan toko masih motong lagi 10% sampai 25% dari harga beli kamu dulu, menurut Galeri24, toko emas milik Pegadaian, yang juga sejalan dengan liputan Kompas.com soal cara jual perhiasan emas biar nggak rugi berlebihan. Potongan ini bisa mentok di angka tertinggi, atau bahkan lebih, kalau kamu sudah nggak punya nota atau sertifikat asli, atau kalau perhiasannya rusak.
Ditaruh berdampingan, bedanya kelihatan jelas.
| Format | Yang menentukan harga buyback | Biaya bolak-balik cuma dari formatnya |
|---|---|---|
| Emas batangan (Antam) | Ngikutin harga emas langsung | ~5,6% (angka 2 September 2026) |
| Perhiasan emas | Kandungan emas saja, ongkos bikin nggak dihitung, plus potongan toko | 10% sampai 25%, belum termasuk ongkos bikin yang sudah kamu bayar |
Biar kebayang, coba hitung contohnya. Misalnya kamu beli kalung emas 18 karat seharga Rp10.000.000 dua tahun lalu. Jual balik hari ini, potongan buyback 10% sampai 25% saja sudah bikin tawarannya di kisaran Rp7.500.000 sampai Rp9.000.000, rugi Rp1.000.000 sampai Rp2.500.000 murni karena formatnya, di luar naik-turun harga emas selama dua tahun itu. Emas batangan yang dibeli dan dijual dengan cara yang sama cuma rugi sekitar sepersepuluh dari itu, secara proporsional.
Bukan berarti perhiasan itu barang yang buruk untuk dipunya. Cuma, perhiasan bukan alat yang bagus buat ngikutin harga emas, dan memang bagus untuk dipakai. Dua tujuan itu beda, dan bedanya kelihatan jelas di angka rupiah waktu kamu jual balik.
Kalau kamu punya emas dalam bentuk apa pun, batangan, perhiasan, atau digital, catat di Holdings NetWort pakai harga yang beneran kamu bayar, bukan asumsi harga pasar rata-rata. Cuma dengan cara itu angka net worth kamu benar-benar mencerminkan berapa yang bakal kamu dapat kalau dijual, bukan harga emas yang seragam dan bersih di layar. Untuk perbandingan lengkap emas batangan, perhiasan, dan emas digital sekaligus, baca perbandingan emas fisik vs emas digital. Untuk beda harga antar merek emas batangan, baca emas Antam vs UBS.