Dividen Saham IDX Kamu Udah Kepotong 10% Sebelum Masuk ke Akunmu
Baca 5 menit
Baca 5 menit
Coba cek RDN (rekening dana nasabah, rekening kas yang nempel di akun sekuritas kamu) pas tanggal pembayaran dividen. Sering kali angkanya lebih kecil dari yang kamu hitung sendiri, dividen per saham dikali jumlah saham yang kamu punya. Selisihnya kira-kira sepersepuluh.
Itu bukan salah broker. Dividen tunai saham IDX kena pajak final 10%, dan untuk investor individu dalam negeri, potongan itu biasanya sudah hilang sebelum uangnya sampai ke akunmu.
Dalam aturan pajak Indonesia, pajak dividen ini namanya PPh Pasal 4 ayat (2), pajak penghasilan yang sifatnya "final". Final artinya dua hal sekaligus: tarifnya tetap (10% dari dividen bruto untuk wajib pajak orang pribadi dalam negeri), dan begitu sudah dipotong, penghasilan itu selesai urusan pajaknya. Kamu tidak akan ditagih lagi soal dividen itu di kemudian hari, tapi kamu juga tidak bisa mengurangkan biaya apa pun terhadapnya. Simpel, kayak tol, satu angka, dibayar sekali.
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mengonfirmasi tarif final 10% ini untuk wajib pajak orang pribadi dalam negeri, dan tarif ini masih berlaku sampai 2026. Belum ada perubahan.
Ini bagian yang sering bikin kaget orang yang terbiasa lapor dan bayar pajak sendiri. Untuk dividen tunai saham IDX, pemotongannya bukan urusan kamu. Yang motong adalah pihak pembayar, dalam praktiknya emiten lewat KSEI (Kustodian Sentral Efek Indonesia), sebelum uangnya masuk ke RDN kamu.
Sekuritas biasanya menjelaskan ini terus terang ke nasabahnya sendiri: dana yang masuk ke akunmu di tanggal pembayaran itu sudah bersih, sudah dipotong 10%. Kamu akan dapat bukti potong untuk arsip kamu, dan dividen itu tetap perlu kamu cantumkan di SPT Tahunan, tapi pajaknya sendiri sudah dibayarkan lebih dulu atas namamu di sumbernya. Tidak ada yang perlu kamu hitung atau setorkan sendiri untuk dividen itu.
Telkom Indonesia (TLKM) membagikan dividen tunai Rp212,46 per saham untuk tahun buku 2024, dari 89% laba bersih tahun itu, total sekitar Rp21 triliun. Ini yang benar-benar diterima pemegang saham per lembar, setelah potongan 10% standar:
| Jumlah | |
|---|---|
| Dividen bruto yang diumumkan | Rp212,46 |
| Pajak final 10% | Rp21,25 |
| Kas bersih yang masuk RDN kamu | Rp191,21 |
Angka Rp191,21 itu hitungan sendiri, bukan angka yang diumumkan terpisah: Rp212,46 dikurangi 10%. Kalau diterapkan ke total sekitar Rp21 triliun yang dibagikan TLKM tahun itu, total kas bersih yang benar-benar sampai ke rekening pemegang saham sekitar Rp18,9 triliun, sisanya otomatis masuk ke kas negara.
Kalau ada screener atau berita yang nyebut "dividend yield" suatu saham, angka itu dihitung dari dividen bruto, sebelum potongan 10%. Pakai angka TLKM di atas dengan harga acuan Rp2.620: yield headline-nya sekitar 8,1%, tapi yield dari kas yang benar-benar masuk ke akunmu lebih dekat ke 7,3%. Dua-duanya tidak salah, cuma jawab pertanyaan yang beda, bruto yang dibagikan perusahaan lawan bersih yang kamu simpan. Kalau kamu mau bandingkan dividend yield saham dengan bunga deposito yang diiklankan, pastikan kamu bandingin apel dengan apel. Baca juga dividend yield vs total return soal celah lain antara yield yang diumumkan dan yang benar-benar kamu kantongi, pengaruh harga sahamnya sendiri.
Ada fasilitas bebas pajak beneran, bukan celah nakal, kalau dividennya diputar lagi bukan dibelanjakan. Berdasarkan PP 9/2021 dan aturan turunannya PMK 18/PMK.03/2021, dividen wajib pajak orang pribadi dalam negeri dikecualikan dari pajak 10% kalau diinvestasikan kembali di dalam negeri, ke salah satu daftar instrumen yang diatur (contohnya penyertaan modal ke perusahaan Indonesia, surat berharga negara atau korporasi, deposito bank, atau investasi sektor riil dan infrastruktur), paling lambat tiga bulan setelah tahun pajak dividen itu diterima, dan ditahan minimal tiga tahun. Kalau lewat batas waktu itu, atau uangnya ditarik sebelum tiga tahun, pajak 10% tadi jadi harus dibayar juga. Ini mekanisme yang sama yang dibahas dari sisi compounding-nya di reinvestasi dividen dan compounding: diputar lagi bukan cuma strategi buat tumbuh, tapi juga satu-satunya cara biar dividen bruto penuh yang bekerja buat kamu, bukan cuma bersih 90 persennya.
Menurut pusat bantuan Stockbit untuk nasabahnya sendiri, kalau data NPWP kamu belum ada atau belum tervalidasi di akun sekuritas saat dividen dibagikan, KSEI bisa mengenakan potongan lebih tinggi, sampai 20%, bukan 10% standar. Praktiknya bisa beda antar sekuritas, tapi polanya sama di mana-mana: NPWP yang belum tervalidasi itu satu-satunya hal dalam seluruh proses ini yang benar-benar ada di tangan kamu, dan layak dicek jauh sebelum tanggal cum dividen suatu emiten.
Dividen bruto yang diumumkan perusahaan bukan angka yang penting buat hitungan kamu sendiri, kas bersih setelah potongan itu yang penting. Waktu kamu mau lihat gimana performa satu holding sebenarnya, pergerakan harga dan potongan pajak kayak gini sama-sama masuk ke gambaran itu. Fitur Gains di NetWort menunjukkan return portofolio kamu yang sebenarnya dari waktu ke waktu, dihitung dari apa yang beneran terjadi ke uangmu, bukan cuma angka headline-nya.