Kamu Jual Saham yang Untung Paling Gede. Persentase Gain Portofolio Malah Turun, Padahal Kamu Nggak Rugi
Baca 5 menit
Baca 5 menit
Kamu jual satu saham yang bikin tahun ini terasa bagus. Seminggu kemudian kamu cek persentase gain portofolio, berharap angkanya kira-kira masih sama. Ternyata turun, kadang jauh. Padahal posisi lain di portofolio kamu nggak ada yang rugi. Nilainya persis sama seperti sebelum kamu jual.
Ini bukan bug, dan bukan juga apes. Persentase gain portofolio kamu itu hasil rata-rata dari return tiap posisi, ditimbang berdasarkan seberapa besar modal yang kamu taruh di masing-masing. Begitu posisi dengan return paling tinggi hilang dari hitungan, rata-ratanya otomatis turun, karena yang tersisa memang kelompok dengan performa lebih rendah dibanding sebelumnya.
Persentase gain total portofolio bukan satu angka tunggal yang berdiri sendiri. Itu rata-rata dari gain setiap posisi, ditimbang menurut modal (cost basis) masing-masing.
Total gain ÷ Total modal yang masih tertanam
"Total modal yang masih tertanam" cuma menghitung posisi yang sekarang masih kamu pegang. Begitu satu posisi terjual habis, modalnya keluar dari penyebut itu, dan gain-nya keluar dari pembilangnya. Yang tersisa cuma rata-rata dari apa yang masih kamu punya, nggak lebih.
Kalau posisi yang kamu jual kebetulan adalah yang paling untung, rata-rata yang tersisa pasti lebih rendah dibanding sesaat sebelumnya. Itu murni hitungan matematika, bukan tanda ada yang salah dengan posisi lain yang masih kamu pegang.
Anggap portofolio kamu punya dua posisi, pakai angka bulat biar hitungannya gampang diikuti.
| Posisi | Modal | Nilai sekarang | Gain | Gain % |
|---|---|---|---|---|
| Saham A | Rp 10.000.000 | Rp 20.000.000 | Rp 10.000.000 | 100% |
| Saham B | Rp 10.000.000 | Rp 11.000.000 | Rp 1.000.000 | 10% |
| Total portofolio | Rp 20.000.000 | Rp 31.000.000 | Rp 11.000.000 | 55% |
Angka 55% itu bukan rata-rata sembarangan dari 100% dan 10%. Angka itu ditimbang berdasarkan besar modal di tiap posisi, dan karena keduanya sama besar, hasilnya jatuh kira-kira di tengah.
Sekarang, jual Saham A seluruhnya, kunci untung 100%-nya, lalu uangnya kamu tarik keluar atau pindahkan ke tempat lain di luar portofolio ini.
| Posisi | Modal | Nilai sekarang | Gain | Gain % |
|---|---|---|---|---|
| Saham B | Rp 10.000.000 | Rp 11.000.000 | Rp 1.000.000 | 10% |
| Total portofolio | Rp 10.000.000 | Rp 11.000.000 | Rp 1.000.000 | 10% |
Persentase gain portofolio kamu baru saja turun dari 55% jadi 10%. Saham B nggak berubah sama sekali. Kamu nggak rugi satu rupiah pun, malah baru saja mengunci untung beneran dari Saham A. Tapi satu angka yang muncul di aplikasi kamu turun 45 poin persentase dalam sekejap.
Kebanyakan orang membaca persentase headline portofolio sebagai papan skor yang jalan terus, satu angka yang harusnya cuma bergerak kalau pasar bergerak. Padahal bukan begitu. Itu potret sesaat dari kumpulan posisi yang terus berubah.
Ada dua hal berbeda yang sama-sama benar setelah penjualan seperti di atas. Pertama, soal transaksinya sendiri: kamu baru saja mengubah untung 100% yang belum direalisasi jadi uang beneran yang sudah masuk kantong, dan itu jelas bagus. Kedua, soal rata-rata yang tersisa: sisa portofolio kamu sekarang, secara rata-rata, memang performanya lebih rendah dibanding kumpulan sebelum kamu jual, tapi itu bukan penilaian buruk buat Saham B, cuma fakta soal apa yang tersisa di dalam sampel.
Mencampur dua hal ini bisa bikin panik yang sebenarnya nggak perlu: lihat angka headline turun, terus langsung mengira ada yang rugi di suatu tempat. Bedanya untung yang sudah direalisasi dan yang belum itu sisi lain dari cerita yang sama: penurunan 45 poin di atas terjadi justru bersamaan dengan untung yang berubah jadi uang beneran, bukan bersamaan dengan kerugian.
Efek yang sama juga jalan ke arah sebaliknya. Kalau kamu jual posisi yang paling rugi, bukan yang paling untung, persentase gabungan di atas kertas malah membaik, padahal sekali lagi, nggak ada yang berubah dari posisi yang masih kamu pegang. Nggak ada yang benar-benar salah dari kedua langkah ini. Intinya, persentase headline bukan angka yang tepat buat menilai keputusan jual-beli kamu sendirian.
Sebelum membaca perubahan di persentase gain total sebagai kabar soal performa, pisahkan dua pertanyaan ini:
Halaman Gain Insights di NetWort membedah gain per posisi, bukan cuma total gabungannya, jadi perubahan karena komposisi dan perubahan karena harga beneran nggak gampang tertukar. Sebelum memutuskan mau trim satu posisi atau nggak, cek dulu tren posisi itu sendiri di halaman Asset Detail-nya, yang nunjukkin return posisi itu terpisah dari sisa portofolio kamu.