Floating Profit 30% Itu Belum Jadi Uang. Ini Bedanya Untung di Layar dan Untung Beneran.
Baca 4 menit
Baca 4 menit
Aplikasimu bilang portofolio naik 30%. Itu hitungan nyata dari harga nyata. Tapi selama belum dijual, itu bukan uang. Itu pendapat pasar tentang asetmu hari ini, dan pasar mengubah pendapatnya tiap hari.
Beda antara untung yang belum direalisasi dan untung yang sudah direalisasi kedengarannya cuma istilah akuntansi. Bukan. Bedanya menentukan berapa yang kamu setor ke pajak, berapa yang bisa kamu pakai, dan berapa dari 30% itu yang benar-benar jadi milikmu.
Untung belum direalisasi itu cuan di atas kertas. Asetnya masih kamu pegang. Untungnya ada karena harga sekarang lebih tinggi dari harga belimu, dan angkanya bakal terus bergerak selama bursa buka. Istilah pasarnya floating profit.
Untung sudah direalisasi itu cuan yang kamu kunci dengan menjual. Posisinya sudah tutup. Angkanya berhenti bergerak. Uangnya milikmu.
(Harga sekarang atau harga jual − Harga beli) × Jumlah lot
Rumus sama, status beda jauh. Yang satu bisa menguap semalam. Yang satu lagi tidak bisa.
Di sinilah ada aturan Indonesia yang sering bikin kaget.
Setiap penjualan saham di BEI kena PPh final 0,1% dari nilai bruto transaksi, dipotong otomatis oleh sekuritasmu. Perhatikan kata bruto. Pajaknya dihitung dari total nilai penjualan, bukan dari untungmu.
Artinya kamu tetap bayar walaupun jualnya rugi. Tidak ada cerita "saya rugi jadi tidak kena pajak". Pungutannya menempel di transaksinya, bukan di hasilnya.
| Jumlah | |
|---|---|
| Nilai penjualan | Rp 100.000.000 |
| PPh final 0,1% | Rp 100.000 |
| Fee sekuritas (beda tiap broker, plus PPN) | tergantung broker |
| Uang bersih yang kamu terima | di bawah Rp 99.900.000 |
Pemilik saham pendiri yang dijual setelah IPO kena tarif lebih tinggi, 0,5% dari nilai bruto, bukan 0,1% seperti transaksi biasa.
Angka 0,1% kedengaran remeh. Untuk satu transaksi memang iya. Masalahnya, dia berlaku tiap kali kamu jual.
Jual lalu beli lagi dua belas kali setahun, berarti kamu bayar tolnya dua belas kali, plus dua belas kali fee sekuritas, plus PPN atas fee itu. Strategi yang unggul satu persen dari beli-dan-tahan sebelum biaya, gampang sekali kalah setelah biaya.
Ini argumen paling sepi buat tahan posisi. Bukan soal keyakinan, bukan soal disiplin, murni hitungan. Tiap realisasi itu kebocoran.
Ada kegagalan kebalikannya yang perlu disebut, karena ongkosnya lebih besar dari pajaknya.
Floating profit terasa seperti pencapaian. Orang mengeceknya, mem-screenshot-nya, lalu jadi sayang. Rasa sayang itu berubah jadi enggan menjual apa pun yang lagi hijau, dan sama enggannya menjual yang lagi merah, karena menjual berarti "membuat ruginya jadi nyata".
Ruginya sudah nyata. Menjual cuma mengubah apakah kamu mengakuinya. Posisi yang turun 40% sudah memakan uang itu; menahannya tidak membatalkan kerusakan, cuma menunda administrasinya.
Putuskan mau tahan atau lepas berdasarkan menurutmu aset itu berharga berapa dari titik ini, bukan berdasarkan warna angka di sebelahnya.
Kebanyakan aplikasi broker mencampur keduanya jadi satu angka utama. Praktis, tapi agak menyesatkan, karena bikin kamu memperlakukan cuan di kertas seolah sudah bisa dibelanjakan.
NetWort memisahkan kinerja capital gain di halaman Gains, yang menunjukkan berapa yang benar-benar kamu hasilkan di tiap kelompok aset dan tiap posisi, sekaligus memisahkan mana yang berasal dari setoranmu dan mana dari pertumbuhan. Pemisahan itu penting: portofolio yang naik karena kamu rajin nambah setoran itu situasi yang berbeda dari portofolio yang naik karena asetnya memang tumbuh, walaupun totalnya kelihatan sama.
Logika yang sama berlaku buat persentase return utamamu, dan itulah kenapa angka di aplikasi broker sering beda dengan return aslimu.
Tiga kebiasaan praktis.
Anggap floating profit itu sementara. Kalau kamu menyusun rencana pakai angka itu, pakai versi yang konservatif, bukan puncak yang sempat tersentuh minggu lalu.
Hitung tolnya sebelum transaksi. Tanya apakah pergerakan yang kamu incar itu cukup konsisten mengalahkan sekitar 0,1% plus fee, tiap satu putaran jual-beli.
Jangan pernah biarkan urusan sudah-atau-belum-direalisasi jadi dasar keputusan tahan atau jual. Itu batas pencatatan, bukan informasi investasi.
Buka halaman Gains, lihat angka realisasimu bersebelahan dengan yang belum realisasi. Buat kebanyakan orang selisihnya lebih besar dari dugaan, dan itulah gambaran jujur dari apa yang sudah portofoliomu hasilkan.