DeFi Lending Janjiin Yield Tinggi. Ini Asal Yield-nya dan Risiko yang Bisa Kejadian
Baca 6 menit
Baca 6 menit
Ada aplikasi yang nawarin kamu bunga 5%, bahkan 8% setahun, cuma buat naruh kripto yang udah kamu punya. Nggak ada lockup, angkanya keliatan update terus, dan kelihatannya mirip tabungan bank. Padahal risiko DeFi lending itu nggak sama sekali kayak tabungan bank, dan selisih itu justru tempat risikonya ngumpet.
Aave dan Compound, dua protokol DeFi lending terbesar, saat ini bayar sekitar 3,8% sampai 5,2% buat deposit USDC di market Ethereum-nya Aave, dan sekitar 3% sampai 5% di Compound, dua-duanya dari rangkuman rate yang diambil 2026-08-18. Angka itu lebih tinggi dari kebanyakan bunga deposito bank di Indonesia, tapi Aave dan Compound bukan bank, dan nggak ada yang nge-back deposit kamu kayak simpanan bank di-back. Ini cara yield itu beneran terbentuk, plus dua kejadian nyata yang nunjukkin apa yang bisa salah.
Protokol DeFi lending bukan bank yang narik uang kamu terus dipinjemin sesuka mereka. Lebih mirip kolam bersama: kamu naruh USDC atau ETH ke smart contract, dan user lain minjem dari kolam yang sama itu, dengan jaminan kripto senilai lebih dari yang mereka pinjem. Bunga yang dibayar peminjam itu, dikurangi fee kecil buat protokolnya, langsung mengalir ke kamu yang naruh dana. Itulah yield-nya.
Kebanyakan peminjam di Aave atau Compound nggak lagi ngabisin uangnya. Mereka minjem pake jaminan posisi kripto yang nggak mau mereka jual, biasanya buat buka posisi trading dengan leverage, atau butuh cash tanpa harus jual asetnya dan kena pajak. Yang nentuin bunganya itu permintaan buat minjem kayak gitu, bukan keputusan bank sentral.
Aave dan Compound sama-sama nentuin bunga pake rumus otomatis berdasarkan utilization, yaitu berapa persen dari kolam dana yang lagi dipinjem. Kalau utilization rendah, masih banyak dana nganggur di kolam, jadi bunga yang dibayar peminjam, dan yang kamu terima sebagai pemberi dana, tetap rendah. Makin tinggi utilization-nya, bunganya ikut naik, pelan-pelan dulu, terus naik tajam begitu utilization-nya lewat ambang batas yang biasanya di sekitar 80%. Bentuk kurva kayak gini disebut "kinked rate curve".
Ambang batas itu ada buat ngelindungin kolam dananya. Kalau hampir semua dana di kolam lagi dipinjemkan, pemberi dana yang mau tarik uangnya bisa aja kehabisan dana cash yang tersedia buat dibayar, jadi kenaikan bunga yang tajam di atas ambang batas itu tujuannya narik deposit baru, atau mendorong sebagian peminjam keluar, sebelum itu kejadian.
Pada 18 April 2026, seorang penyerang berhasil memalsukan pesan transfer lintas rantai di bridge yang dipakai Kelp DAO, protokol liquid restaking, dan berhasil ngelabuin sistemnya buat ngeluarin 116.500 rsETH, sekitar 18% dari seluruh token yang beredar, tanpa ada jaminan asli yang beneran berpindah (CoinDesk). rsETH itu, senilai sekitar $292 juta, tetap dianggap sah oleh protokol-protokol yang menerimanya sebagai jaminan.
Penyerangnya naruh sekitar 89.567 token itu ke Aave dan minjem hampir $190 juta dalam bentuk ETH dan aset terkait pake jaminan itu, ditambah pinjaman lain lewat Compound dan Euler yang bikin totalnya jadi sekitar $236 juta (CoinDesk). Ini bukan gara-gara kode smart contract Aave sendiri yang bermasalah. Celahnya ada satu lapis di atasnya, di bridge yang bilang ke Aave kalau jaminannya asli, dan Aave nggak punya cara buat tahu itu palsu. Laporan Aave sendiri pasca-kejadian ini nyebut potensi kerugiannya bisa sampai $230 juta, dan total dana yang terkunci (TVL) di Aave turun dari $26,4 miliar jadi mendekati $20 miliar cuma dalam hitungan hari setelah kejadian ini (CoinDesk; CoinDesk).
Pelajarannya bukan berarti Aave itu nggak aman. Tapi keamanan protokol lending itu tergantung sama semua sistem yang ngasih pasokan jaminan ke dia, termasuk bridge yang mungkin belum pernah kamu denger namanya dan nggak pernah kamu pilih sendiri buat dipercaya.
Setiap pinjaman di DeFi itu over-collateralized: peminjam harus naruh jaminan kripto senilai lebih dari yang dia pinjem, dan kalau nilai jaminan itu turun terlalu deket sama nilai pinjamannya, protokolnya otomatis jual jaminan itu buat nutup pinjamannya. Mekanisme ini yang biasanya bikin pemberi dana tetap aman. Tapi di kejadian pasar yang jatuh cepat dan luas, mekanisme yang sama ini bisa jadi cascade.
Juni 2022, hedge fund Three Arrows Capital dan lender Celsius sama-sama lagi bongkar posisi besar yang dibangun di Aave, di saat yang bersamaan runtuhnya TerraUSD dan pasar yang jatuh bikin derivatif staked-ETH jauh dari nilai yang diharapkan. Three Arrows kena likuidasi lebih dari $400 juta dari total utang sekitar $2 miliar, dan Celsius, yang lagi bekukan penarikan nasabahnya, narik sekitar $247 juta wrapped Bitcoin dan $74,5 juta ether dari Aave dalam satu waktu buat ngehindarin posisi mereka sendiri ikut kelikuidasi (CoinDesk; FXStreet).
Simpanan rupiah di bank umum Indonesia dijamin Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sampai Rp2 miliar per nasabah per bank, dengan tingkat bunga penjaminan yang saat ini ditetapkan LPS di 3,50% buat periode 1 Juni sampai 30 September 2026 (LPS). Kalau bunga simpanan di atas tingkat bunga penjaminan itu, kelebihannya nggak ikut dijamin sama sekali.
| DeFi lending (Aave/Compound) | Deposito bank Indonesia | |
|---|---|---|
| Yield umum (2026) | Sekitar 3% sampai 5% buat USDC | Sampai 3,50% (tingkat bunga penjaminan) |
| Dijamin oleh | Pinjaman kripto over-collateralized | Penjaminan LPS, sampai Rp2 miliar |
| Kestabilan bunga | Berubah terus ikut utilization | Tetap selama masa deposito |
| Yang bisa gagal | Risiko smart contract, bridge, atau harga jaminan | Bank gagal bayar di atas jumlah yang dijamin |
Bukan berarti salah satu di tabel ini otomatis lebih baik. Intinya, selisih satu-dua persen yang ditawarin DeFi lending itu bukan tabungan yang lebih bagus. Itu kompensasi buat risiko yang sama sekali nggak ada di deposito bank yang dijamin.
Sebelum naruh dana ke pool DeFi lending mana pun, lihat dulu sebenarnya kamu lagi pegang eksposur ke apa. Explore screener di NetWort bisa kamu pakai buat filter aset berdasarkan jenisnya dan bandingin volatilitas serta maximum drawdown-nya sekaligus, cara yang lebih cepat buat lihat gimana token protokol kayak AAVE beneran bergerak selama ini, dibanding cuma baca halaman marketing-nya. Kalau kamu udah punya stablecoin dan lagi mikir mau diputer buat cari yield, bahasan bunga stablecoin, aman atau tidak ngebahas sisi deposit dari trade-off yang sama ini lebih dalam lagi.