Gadai Emas Bikin Kamu Bisa Pinjam Pakai Emas Tanpa Harus Jual. Ini Biaya Aslinya
Baca 5 menit
Baca 5 menit
Kamu butuh dana bulan ini, tapi emas yang sudah kamu simpan bertahun-tahun belum mau dilepas. Di situlah gadai emas berperan. Kamu titipkan emasmu ke Pegadaian, lalu Pegadaian kasih pinjaman berdasarkan emas itu. Lunasi pinjamannya, emas kamu kembali utuh. Kalau tidak, Pegadaian akan menjualnya lewat lelang untuk menutup pinjaman.
Kedengarannya sederhana, dan memang begitu. Tapi biaya aslinya bukan cuma slogan "tanpa bunga" yang sering muncul di iklan. Ada dua angka yang menentukan: berapa persen dari nilai emasmu yang benar-benar bisa kamu pinjam, dan biaya rutin bernama sewa modal yang jalan terus selama emas kamu ada di brankas Pegadaian. Berikut rincian keduanya, lengkap dengan simulasi angka, biar kamu bisa membandingkan gadai emas dengan jual emas sebelum benar-benar butuh jawabannya.
Gadai emas adalah pinjaman dengan jaminan. Emasmu jadi agunan, bukan barang yang kamu jual. Pegadaian dulu menaksir nilainya (proses ini disebut taksiran), baru kemudian meminjamkan sebagian dari nilai taksiran itu, bukan seratus persen. Kamu akan pegang Surat Bukti Gadai (SBG) sebagai bukti kepemilikan sekaligus kunci untuk menebus emasmu kembali.
Ini beda dari pinjaman bank dalam satu hal penting: Pegadaian bukan bank, jadi biaya yang dikenakan bukan disebut "bunga" secara hukum. Namanya sewa modal, harfiahnya "sewa atas modal yang dipinjamkan." Bedanya bukan cuma istilah, cara hitungnya juga tidak sama dengan bunga bulanan biasa.
Pegadaian tidak meminjamkan 100% dari nilai taksiran emasmu. Pinjaman dikelompokkan ke dalam empat golongan berdasarkan besarannya, dan tiap golongan dapat porsi berbeda:
| Golongan | Besar pinjaman | Porsi dari nilai taksiran |
|---|---|---|
| A | Rp50.000 sampai Rp500.000 | Sekitar 95% |
| B | Rp500.000 sampai Rp5.000.000 | Sekitar 92% |
| C | Rp5.000.000 sampai Rp20.000.000 | Sekitar 92% |
| D | Di atas Rp20.000.000 | Sekitar 91% sampai 93% |
Sumber yang dicek untuk tabel ini (artikel resmi Pegadaian, dicek silang lewat Kompas dan Viva) cukup sepakat soal angka 95% di Golongan A, tapi tidak sepenuhnya sepakat soal angka pasti Golongan D. Jadi anggap saja "di kisaran 91 sampai 93 persen" sebagai jawaban yang jujur untuk pinjaman besar, bukan satu angka pasti. Intinya, makin kecil pinjamanmu dibanding nilai emas yang digadai, makin besar porsi nilai yang benar-benar kamu bawa pulang jadi uang tunai.
Untuk produk gadai emas reguler Pegadaian (namanya KCA), sewa modal berkisar 1% sampai 1,2% dari pinjaman, dihitung tiap 15 hari, dengan jangka waktu maksimal 120 hari (empat bulan) per periode. Di luar itu, ada biaya administrasi sekali bayar saat pencairan, sekitar Rp2.000 sampai Rp125.000 tergantung besar pinjaman.
Kalau disetahunkan, sewa modal 1% sampai 1,2% per 15 hari itu setara sekitar 24% sampai 29% per tahun, dihitung sederhana, bukan berbunga majemuk. Sebagai pembanding, BI rate berada di 5,75% per rapat kebijakan Agustus 2026. Kamu bisa cek kondisi BI rate dan rupiah terkini kapan saja. Gadai emas memang jauh lebih mahal dari angka itu, karena produk ini bukan saingan KPR. Saingannya adalah kondisi tidak punya uang tunai sama sekali minggu ini, atau terpaksa menjual aset yang sebenarnya ingin kamu simpan.
Kalau 120 hari belum cukup untuk melunasi, kamu tidak langsung buntu. Kamu bisa perpanjang dengan membayar sewa modal yang sudah berjalan plus biaya administrasi lagi, lalu masa gadai dihitung ulang 120 hari berikutnya. Emasmu baru dilelang kalau kamu tidak melunasi maupun memperpanjang, dan secara aturan, kelebihan hasil lelang di atas total utangmu wajib dikembalikan ke kamu.
Harga jual emas Antam ditutup di Rp2.723.000 per gram pada 27 Agustus 2026, dengan harga buyback (beli kembali) Rp2.583.000 per gram di hari yang sama. Pegadaian punya patokan harga emas hariannya sendiri untuk taksiran, yang mengikuti pasar tapi tidak selalu persis sama dengan harga jual Antam, jadi simulasi ini memakai harga Antam sebagai perkiraan yang wajar.
Sepuluh gram emas berarti bernilai sekitar Rp27.230.000 di harga jual. Pinjaman sebesar ini masuk Golongan D, jadi dengan porsi taksiran sekitar 92%, kamu bisa pinjam sekitar Rp25.000.000.
| Komponen | Jumlah |
|---|---|
| Pinjaman yang kamu terima | ~Rp25.000.000 |
| Sewa modal per 15 hari (1% sampai 1,2%) | Rp250.000 sampai Rp300.000 |
| Sewa modal selama 120 hari penuh | Rp2.000.000 sampai Rp2.400.000 |
| Biaya administrasi (sekali bayar) | Sampai Rp125.000 |
| Total biaya untuk menebus emas setelah 120 hari | Sekitar Rp2 juta sampai Rp2,5 juta |
Artinya sekitar 8% sampai 10% dari nilai pinjaman untuk menebus emasmu kembali setelah empat bulan, di luar melunasi pokok Rp25.000.000-nya sendiri.
Kalau 10 gram emas yang sama dijual di harga buyback Antam, kamu dapat Rp25.830.000, sekali, permanen. Uangnya lebih besar dibanding pinjaman gadai, dan tidak ada biaya yang jalan terus di belakang. Tapi emasnya hilang selamanya.
Apa pun pilihannya, keputusan ini bergantung pada satu angka yang harus kamu cek sendiri: berapa nilai emasmu hari ini, dan berapa biaya untuk melepasnya sementara.
Kalau emas ada di portofolio kamu bareng saham atau kripto, keputusan seperti ini jadi lebih gampang kalau kamu bisa lihat nilainya sekarang, bukan mengira-ngira dari ingatan. NetWort mencatat emas sebagai jenis kepemilikan tersendiri, diperbarui mengikuti harga pasar terkini, jadi kamu bisa cek nilai emasmu yang sebenarnya sebelum memutuskan mau digadai, dijual, atau dibiarkan saja. Buka halaman Holdings kamu untuk lihat posisi emasmu hari ini.