Pemerintah Nyubsidi Bunga Kredit Usaha Kecil. Kebanyakan yang Bisa Ajukan Malah Belum Pernah Denger KUR
Baca 4 menit
Baca 4 menit
Kamu punya warung makan, laundry atau toko online. Kamu butuh modal Rp100.000.000 buat beli peralatan. Bank kasih penawaran bunga yang bikin kamu mikir ulang. Lalu temanmu bilang, "Coba tanya KUR."
KUR (Kredit Usaha Rakyat) adalah kredit untuk usaha mikro dan kecil yang bunganya disubsidi pemerintah. Jadi, bunga yang kamu bayar lebih rendah. Banyak pemilik usaha yang sebenarnya bisa ajukan, tapi belum pernah menanyakannya.
Di artikel ini kamu akan tahu apa itu KUR, berapa biaya sebenarnya dari bunga 6%, dan satu jebakan yang mengubah hitungannya: bunga flat atau bunga efektif.
Bank biasanya menganggap usaha kecil berisiko. Akibatnya bunga lebih tinggi, dan sering diminta agunan (aset, misalnya rumah, yang bisa disita bank kalau kamu berhenti bayar).
KUR mengubah itu. Pemerintah menyubsidi bunganya, dan ada skema penjaminan di belakang kreditnya. Penyalurnya bank seperti BRI, Mandiri dan BNI. Kamu mengajukan ke bank, bukan ke kantor pemerintah.
Aturannya ditetapkan tiap tahun. Untuk 2026, pedomannya adalah Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian No. 1 Tahun 2026, menurut ringkasan Veritask.
Ini yang dilaporkan media setelah rapat Komite Kebijakan KUR pada 17 November 2025:
Detik juga melaporkan plafon tertinggi naik jadi Rp1 miliar. Tiap bank punya batas sendiri per jenis KUR, jadi cek kamu masuk yang mana.
Dua kredit bisa sama-sama tertulis "6%", tapi biayanya jauh berbeda.
Kita pakai angka nyata. Pinjam Rp100.000.000 selama 36 bulan. Ini hitunganku sendiri, bukan penawaran bank:
| Jenis bunga | Cicilan per bulan | Total bunga dibayar |
|---|---|---|
| 6% efektif per tahun | Rp3.042.194 | Rp9.518.975 |
| 6% flat per tahun | Rp3.277.778 | Rp18.000.000 |
| 8% efektif per tahun | Rp3.133.637 | Rp12.810.916 |
Cicilan 6% efektif sebesar Rp3.042.194 cocok dengan tabel KUR BRI yang diterbitkan Bisnis dan media lain.
Sekarang lihat baris flat. "6% flat" untuk 36 bulan setara bunga efektif sekitar 11,1% per tahun. Itu lebih mahal dari kredit 8% efektif. Labelnya terlihat murah, biayanya tidak.
Data OJK yang dikutip media menyebut rata-rata bunga kredit modal kerja 8,00% pada Mei 2026 (IDX Channel, lewat ringkasan pencarian). Itu rata-rata semua debitur, kebanyakan perusahaan lebih besar yang punya agunan.
Usaha kecil tanpa rekam jejak sering kena bunga lebih tinggi. Bunga 6% efektif ada di bawah rata-rata itu. Untuk Rp100 juta selama 36 bulan, selisih ke 8% sekitar Rp3,3 juta bunga.
Itu uang yang nyata. Tapi bukan satu-satunya pertimbangan. Proses pengajuan KUR bisa lebih panjang, dan ada aturan soal penggunaan dananya.
Syarat dasarnya mirip di tiap bank. Menurut panduan KUR BRI dari Bisnis:
Aturan bisa berubah tiap tahun dan beda tiap bank. Konfirmasi ke kantor cabang sebelum datang.
Bunga murah bikin orang tergoda pinjam lebih banyak dari kebutuhan. Jangan. Pinjaman tetap harus dilunasi, walau penjualan lagi sepi.
Dua pengecekan yang membantu:
Sebelum tanda tangan, tulis total bunga dalam rupiah, bukan label persennya. Lalu lihat berapa hasil tabungan dan investasimu sekarang. Buka Dashboard NetWort untuk melihat IRR portofoliomu (return tahunan yang memperhitungkan kapan uang masuk), lalu bandingkan dengan biaya pinjamanmu.