Halaman Depan Exchange Kriptomu Bilang Dananya 'Diasuransikan.' Ini Arti Aslinya
Baca 6 menit
Baca 6 menit
Kamu buka halaman depan sebuah exchange kripto, dan ada lencana kecil yang bilang dananya "diasuransikan." Kedengarannya menenangkan, mirip kayak rekening bank. Padahal beda jauh. Asuransi dana kripto di exchange biasanya cuma berupa polis asuransi kejahatan (crime insurance) dari perusahaan asuransi swasta, dengan batas nominal tetap, dan batas itu hampir nggak pernah nutup cara kebanyakan orang beneran kehilangan uangnya di exchange. Ini yang sebenarnya ditanggung kata "diasuransikan" itu, apa yang nggak, dan gimana bedanya sama cara exchange terdaftar di Indonesia melindungi nasabahnya.
Kebanyakan exchange yang pakai kata "insured" atau "diasuransikan" sebenarnya lagi ngomongin polis asuransi kejahatan komersial, kontrak sama perusahaan asuransi yang bakal bayar kalau exchange-nya sendiri kena hack. Coinbase pernah konfirmasi ke publik di 2019 kalau mereka punya polis asuransi kejahatan senilai $255 juta, yang nutup sebagian aset kripto yang disimpan di sistem penyimpanan mereka, khusus buat kasus pencurian akibat serangan siber terhadap platform itu sendiri. Pusat bantuan Coinbase sendiri bilang polis ini nggak nutup kerugian akibat akun pribadi nasabah yang diakses tanpa izin, dan sama sekali nggak nutup NFT.
Gemini punya pendekatan yang mirip tapi strukturnya beda. Per Maret 2024, mereka punya asuransi kejahatan senilai $25 juta buat aset di hot wallet (dompet yang terhubung internet, dipakai buat penarikan harian), ditambah $100 juta asuransi cold storage (buat aset yang disimpan offline, di perangkat yang nggak terhubung internet), jadi total $125 juta. Perlindungan ini diatur lewat perusahaan asuransi captive milik Gemini sendiri, dengan lapisan tambahannya ditempatkan oleh broker Aon dan Marsh lewat sindikat Lloyd's of London, Arch Insurance International, jadi ini beneran perusahaan asuransi nyata yang berdiri di belakang polis yang beneran ada batasnya.
Dua angka di atas itu batas nominal tetap, bukan persentase dari saldo tiap nasabah. Kalau sebuah exchange kena hack lebih besar dari batas polisnya, asuransinya nggak bakal ngerentang buat nutup sisanya. Angka $125 juta atau $255 juta kedengarannya gede, sampai kamu inget kalau satu exchange bisa nyimpen aset nasabah senilai puluhan miliar dolar. Asuransinya beneran ada, tapi dari awal memang nggak dirancang buat bikin semua nasabah balik utuh kalau kejadian terburuknya beneran terjadi.
Pengecualian yang paling penting buat pengguna biasa, dan ini sama-sama berlaku di Coinbase maupun Gemini, adalah akun pribadi yang dibobol. Kalau ada yang phishing password kamu, SIM-swap nomor HP kamu, atau nipu kamu buat nyetujuin transaksi berbahaya, kerugian itu di luar cakupan polis kejahatan yang sifatnya platform-wide. Polisnya melindungi kalau exchange-nya sendiri yang dibobol, bukan kalau kamu pribadi kehilangan kendali atas akunmu sendiri. Kerugian karena harga kripto turun juga nggak pernah ditanggung asuransi exchange mana pun. "Diasuransikan" di sini artinya "ada yang mencuri dari kami," bukan "kamu rugi uang."
Beberapa exchange asal AS juga nyebut-nyebut asuransi FDIC, dan di sinilah kebingungannya paling parah. Federal Deposit Insurance Corporation itu ngasuransikan simpanan di bank, dan pengungkapan resmi Coinbase sendiri bilang kalau nasabah AS punya saldo dolar yang belum diinvestasikan, uang itu bisa disimpan di rekening gabungan di bank mitra yang diasuransikan FDIC, ditanggung sampai $250.000 per nasabah kalau bank spesifik itu kolaps. Bitcoin, Ether, atau aset kripto apa pun yang disimpan di exchange itu, sama sekali nggak pernah masuk asuransi FDIC, dalam kondisi apa pun. Lencana FDIC di situs exchange kripto itu ngomongin sisa dolar di akunmu, bukan aset kriptomu.
Secure Asset Fund for Users milik Binance, yang biasa disingkat SAFU, sering disebut-sebut kayak asuransi, padahal bukan polis asuransi pihak ketiga sama sekali. Itu dana darurat yang didanai dan dikendalikan Binance sendiri, dibangun dari sebagian fee trading yang disisihkan, dan Binance sendiri yang nentuin kapan dan berapa banyak yang dibayarkan. Nggak ada perusahaan asuransi eksternal, nggak ada regulator yang berdiri di belakang jaminannya, dan nggak ada hak kontraktual buat dapet pembayaran kayak klaim asuransi beneran. NetWort sudah bahas mekanisme SAFU secara khusus di artikel terpisah, karena SAFU sebenarnya ada buat tujuan yang lebih sempit, nutup kerugian dari jenis likuidasi paksa tertentu di trading leverage, bukan pencurian aset secara umum.
Indonesia nggak mengandalkan kata "diasuransikan" buat exchange kripto terdaftarnya. Sejak 10 Januari 2025, pengawasan aset kripto di Indonesia pindah dari Bappebti ke OJK (Otoritas Jasa Keuangan) lewat POJK Nomor 27 Tahun 2024, yang mengubah status kripto dari aset komoditas jadi aset keuangan yang diatur. Di bawah aturan ini, exchange terdaftar nggak bisa asal nyimpen kripto nasabah di dompet perusahaannya sendiri. Aset nasabah harus disimpan di lembaga kustodian terpisah dan khusus, dipisahkan dari dana operasional exchange itu sendiri, jadi kalau exchange-nya sendiri kena masalah keuangan, aset nasabah bukan bagian dari yang bisa dikejar krediturnya. Indodax misalnya, pakai kustodian khusus, Indonesia Coin Custodian (ICC), buat urusan ini. Ini perlindungan struktural lewat regulasi, bukan pembayaran asuransi swasta, dan jawabannya beda sama polis kejahatan ala AS: intinya soal memisahkan aset kamu secara hukum dari aset perusahaan, bukan soal ganti rugi setelah kena hack.
| Mekanisme | Apa itu | Apa yang ditanggung |
|---|---|---|
| Asuransi kejahatan exchange (Coinbase, Gemini) | Polis swasta dengan perusahaan asuransi nyata, batas nominal tetap | Pencurian platform-wide akibat hack, sampai batas polisnya. Nggak pernah nutup akun pribadi yang dibobol atau harga yang turun |
| Asuransi FDIC | Asuransi simpanan bank AS, sampai $250.000 | Cuma saldo dolar yang belum diinvestasikan, di bank mitra. Nggak pernah nutup kripto |
| SAFU Binance | Dana darurat swadana, pembayarannya diskresi Binance | Sekumpulan kejadian kerugian spesifik yang didefinisikan Binance sendiri, tergantung keputusan Binance |
| Pemisahan kustodian wajib OJK (Indonesia) | Kewajiban regulasi, bukan asuransi | Menjaga kripto nasabah terpisah secara hukum dari dana exchange kalau exchange-nya kolaps |
Nggak ada satu pun dari mekanisme ini yang melindungi kamu kalau kredensial login kamu sendiri yang bocor, dan nggak ada yang bikin kamu balik utuh kalau harga kripto yang kamu pegang sekadar turun. Hal terbesar yang beneran ada di kendalimu adalah paham profil risiko asli dari aset yang kamu pegang, bukan lencana marketing di exchange-nya. Fitur Explore NetWort bisa kamu pakai buat filter khusus aset kripto dan cek Health Score, volatilitas historis, sama maximum drawdown tiap asetnya, informasi risiko yang nggak bakal kamu dapat dari lencana asuransi mana pun.