Zakat Maal atas Portofolio Investasi Itu Wajib, Bukan Opsional. Ini Cara Hitungnya
Baca 5 menit
Baca 5 menit
Kalau saham dan reksa dana kamu digabung nilainya sudah di atas Rp220 juta, kemungkinan kamu sudah wajib zakat maal atasnya, ada yang kasih tahu atau tidak. Zakat maal itu kewajiban zakat tahunan untuk harta yang tersimpan, bukan cuma penghasilan, dan portofolio investasi termasuk harta tersimpan. Kebanyakan panduan cuma jelasin konsepnya secara umum. Artikel ini langsung ke angkanya: berapa nisabnya sekarang, apa saja yang dihitung, dan berapa zakat yang harus dikeluarkan untuk portofolio campuran yang beneran.
Ada tiga syarat yang harus terpenuhi dulu sebelum zakat maal wajib atas saham, reksa dana, atau harta tersimpan lainnya.
Kalau tiga syarat ini terpenuhi, kadar zakatnya flat 2,5% dari total nilai harta, sesuai ketentuan BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) dan dikonfirmasi juga oleh lembaga amil zakat lain seperti Dompet Dhuafa dan lembaga zakat yang berafiliasi NU.
Karena nisab dipatok ke harga emas, angkanya berubah setiap kali harga emas bergerak. Pakai harga buyback Antam Rp2.585.000 per gram per 21 Agustus 2026, nisab zakat maal sekarang adalah:
Artinya portofolio saham dan reksa dana yang nilainya sekitar Rp220 juta atau lebih sudah lewat nisab hari ini. Karena harga emas berubah setiap hari, cek dulu harga buyback Antam terbaru sebelum hitung punya kamu sendiri, jangan pakai angka ini lagi kalau sudah lewat beberapa bulan.
Untuk keperluan zakat maal, saham dan reksa dana dinilai pakai harga pasar saat ini, bukan harga beli kamu dulu. Saham yang dibeli seharga Rp1.000 dan sekarang harganya Rp1.500 dihitung pakai Rp1.500. Ini sesuai penjelasan BAZNAS sendiri soal zakat saham, yang bilang perhitungannya pakai harga pasar atau bursa, bukan harga beli.
Yang masuk hitungan totalnya:
Emas dan perak yang kamu simpan terpisah punya hitungan zakat sendiri, dan tidak digabung ke pool ini, kecuali kamu memang sengaja menggabungkan beberapa jenis harta yang masing-masing belum sampai nisab supaya bareng-bareng mencapai nisab, kasus khusus yang sebaiknya kamu konsultasikan langsung ke lembaga amil zakat.
Misalnya kamu punya saham IDX senilai Rp180 juta dan unit reksa dana senilai Rp90 juta, plus terima dividen Rp5 juta selama setahun. Totalnya:
Angka ini sudah lewat nisab sekitar Rp220 juta yang dihitung di atas, jadi kalau posisi ini sudah kamu pegang selama satu tahun haul penuh, zakat yang wajib dikeluarkan adalah:
Buat kebanyakan investor, titik awal yang paling praktis adalah tanggal saat total harta tersimpan kamu pertama kali mencapai nisab dan bertahan di sana. Kalau kamu mulai investasi sedikit-sedikit dan baru lewat Rp220 juta di tengah tahun, jam haul kamu mulai dari tanggal itu, bukan dari setoran pertama kamu. Kalau harta kamu sempat turun di bawah nisab lalu naik lagi, banyak ulama dan lembaga amil zakat menganggap ini mengulang jam haul dari awal, jadi ada baiknya kamu catat kira-kira kapan kamu lewat ambang batas itu.
Angka yang menentukan semua ini adalah total nilai portofolio kamu pas haul-nya selesai, dan angka itu gampang hilang jejak kalau kamu punya banyak akun sekuritas dan platform reksa dana yang terpencar. Dashboard NetWort kamu menampilkan total nilai portofolio dalam satu tempat, jadi kamu bisa bandingkan langsung dengan nisab saat ini tanpa jumlah-jumlahin laporan satu-satu. Buka Dashboard untuk lihat totalnya. Untuk harga pasar terkini dari saham tertentu yang masuk hitungan itu, cek dulu halaman Market sebelum kamu finalisasi perhitungan, karena harga yang basi bisa bikin kamu salah simpul di sisi mana dari garis nisab.