Daftar Satu Halaman Semua yang Kamu Miliki: Kenapa Keluargamu Membutuhkannya
Baca 5 menit
Baca 5 menit
Bayangkan kamu kecelakaan dan koma sebulan. Pasanganmu perlu bayar tagihan dari rekeningmu. Orang tuamu bertanya, "Dia punya investasi nggak ya?"
Apa mereka bisa menemukannya? Kebanyakan orang jawab: tidak.
Daftar harta untuk keluarga menyelesaikan masalah itu. Isinya satu halaman: apa yang kamu punya, di mana, dan siapa yang tahu cara menjangkaunya. Bikinnya sekitar 30 menit.
Uang tidak lenyap hanya karena pemiliknya tak bisa dihubungi. Uang itu cuma susah ditemukan.
Rekening bank diam di tempatnya. Saham tercatat di KSEI, lembaga penyimpanan efek, bukan cuma di aplikasi sekuritasmu. Sertifikat tanah ada di laci. Kalau tidak ada yang tahu semua itu ada, tidak ada yang mengurusnya.
Untuk kripto, risikonya lebih tajam. Siapa pun yang pegang private key menguasai koinnya, dan tidak ada layanan pelanggan yang bisa reset. Kami bahas di artikel tentang warisan aset kripto kalau pemiliknya meninggal.
Daftar ini tidak menyelesaikan semuanya. Tapi ia menyelesaikan langkah pertama: tahu apa saja yang ada.
Buat satu halaman dengan enam kotak. Tulis hanya yang dibutuhkan orang untuk menemukan asetnya. Jangan tulis password.
1. Rekening bank dan deposito. Nama bank, jenis rekening. Masukkan juga deposito dan rekening lama yang mungkin kamu lupa.
2. Saham dan reksa dana. Sekuritas atau aplikasi yang kamu pakai. Catat juga SID (Single Investor Identification), nomor identitas investormu di KSEI. Menurut ringkasan hasil pencarian panduan KSEI, portal AKSes KSEI menampilkan posisi dan mutasi efek di sub rekening efekmu, dengan riwayat mutasi sampai 30 hari terakhir. Jadi satu login di sana bisa menunjukkan apa yang kamu pegang. Kami belum membuka panduan KSEI langsung, jadi cek sendiri apa yang tampil di portalnya hari ini.
3. Kripto dan akun exchange. Sebutkan tiap exchange dan tiap dompet. Tulis di mana recovery phrase disimpan, bukan isinya. Panduannya ada di artikel cara simpan seed phrase kripto dengan aman.
4. Tanah dan properti. Di mana sertifikat asli disimpan dan atas nama siapa. Menurut ringkasan hasil pencarian panduan properti, kantor pertanahan meminta sertifikat asli saat hak dialihkan ke ahli waris. Kalau kertasnya hilang, urusannya jauh lebih repot. Tanyakan ke kantor pertanahan setempat apa yang berlaku untukmu.
5. Emas, jam tangan, perhiasan, dan karya seni. Apa barangnya, di mana disimpan, dan di mana nota atau sertifikatnya. Cara menaksir nilainya ada di panduan menghitung nilai barang koleksi. Soal asuransinya, baca asuransi barang berharga yang sering tidak tercover.
6. Asuransi, BPJS, dana pensiun, dan utang. Nomor polis, nama perusahaan, rekening BPJS atau pensiun, dan pinjaman yang masih jalan. Utang juga penting. Keluargamu sebaiknya tahu sebelum penagih menelepon.
Jangan berharap bank mencairkan dana lewat telepon. Menurut ringkasan hasil pencarian dari berita dan penjelasan hukum Indonesia, bank biasanya meminta akta kematian, KTP dan kartu keluarga pengurus, serta bukti bahwa ia ahli waris. Sebagian bank juga minta surat keterangan ahli waris dari kelurahan atau notaris. Aturannya beda tiap bank dan tiap kasus, dan kadang perlu penetapan pengadilan.
Intinya buat daftarmu: keluarga akan butuh sedikit dokumen. Daftarmu memberi tahu bank mana yang harus didatangi dulu.
Sumber: Detik Finance dan Kontan MomsMoney, dilihat lewat ringkasan pencarian pada 4 November 2026. Tanyakan ke banknya sendiri untuk daftar terbaru.
Salin ke catatan atau spreadsheet.
| Aset | Di mana | Atas nama | Siapa yang tahu | Dokumen ada di |
|---|---|---|---|---|
| Tabungan | Bank A | Namamu | Pasangan | Laci, map 1 |
| Reksa dana | Aplikasi B, SID dicatat | Namamu | Kakak | Folder email "Aset" |
| Kripto | Exchange C | Namamu | Pasangan | Recovery phrase di brankas |
| Rumah | Catatan kantor pertanahan | Bersama | Orang tua | Brankas di rumah |
| Emas batangan | Brankas rumah | Kamu | Pasangan | Nota di map 2 |
Baris di atas hanya contoh. Bukan rekening sungguhan.
Dua aturan.
Jangan tulis password atau recovery phrase di daftar. Tulis tempat penyimpanannya saja. Kalau daftarnya bocor, uangmu tidak ikut terbuka.
Cek ulang dua kali setahun. Pasang pengingat di kalender. Tiap kali buka rekening, beli properti, atau lunasi pinjaman, perbarui satu baris.
Beri tahu satu orang tepercaya di mana daftar itu disimpan. Daftar yang tak bisa ditemukan sama saja dengan tidak ada daftar.
Daftar bukan surat wasiat. Daftar tidak menentukan siapa dapat apa. Pembagian warisan di Indonesia bergantung pada agama, susunan keluarga, dan keinginanmu, dan pengaturan yang tepat perlu dibicarakan dengan notaris. Daftar ini hanya membuat percakapan itu, dan hidup keluargamu, lebih mudah.
Buka Holdings dan masukkan semua saham, reksa dana, posisi kripto, dan aset manual yang kamu punya. Holdings menampilkan gambaran lengkapnya di satu tempat, dan kamu tinggal menyalinnya ke daftar satu halamanmu. Lakukan sekali hari ini, lalu perbarui dua kali setahun.