Pajak Penghasilan Sampingan: Kenapa Gigs Rp2 Juta Bisa Bikin Pajakmu Naik Lebih dari yang Kamu Kira
Baca 5 menit
Baca 5 menit
Dina digaji Rp8.000.000 sebulan. Di luar jam kerja, dia bikin desain logo dan dapat Rp2.000.000 sebulan. Pajak gajinya sudah dipotong kantor, jadi dia merasa urusan pajaknya beres.
Belum tentu. Uang sampingan itu juga kena pajak, dan bisa kena tarif yang lebih tinggi dari gajinya. Di sini kita bahas pajak penghasilan sampingan: apa saja yang dihitung, apa yang dilaporkan, dan kapan batasnya.
Pajak dihitung dari total penghasilanmu dalam setahun. Gaji, honor freelance, proyekan kecil: semuanya digabung jadi satu.
DJP bilang hal yang sama di artikel resminya soal penghasilan freelance. Uang yang tidak dipotong pajak di awal tetap harus dimasukkan saat kamu lapor SPT Tahunan. Itu formulir tahunan untuk memberi tahu DJP berapa penghasilanmu. (pajak.go.id, dibaca lewat ringkasan pencarian pada 23 Oktober 2026.)
Ini yang sering terlewat. Proyekan yang kelihatan kecil kalau dilihat sendiri bisa mengubah tagihan pajakmu ketika ditumpuk di atas gaji.
Tarif pajak penghasilan di Indonesia bersifat progresif. Artinya, makin besar penghasilan kena pajak, makin tinggi tarifnya. Tarif tinggi hanya berlaku untuk bagian yang masuk lapisan itu.
Untuk orang pribadi: 5% sampai Rp60 juta, 15% sampai Rp250 juta, 25% sampai Rp500 juta, 30% sampai Rp5 miliar, dan 35% di atasnya. Sebagian penghasilan juga bebas pajak. Untuk yang lajang tanpa tanggungan, itu PTKP (penghasilan tidak kena pajak) sebesar Rp54 juta setahun. (Ringkasan kewajiban perpajakan 2025, KKP, dibaca lewat ringkasan pencarian pada 23 Oktober 2026.)
Penghasilan kena pajak adalah sisa setelah dikurangi PTKP. Jadi Rp54 juta dikurangi dulu.
Angka di bawah ini rekaan NetWort untuk menunjukkan cara hitungnya. Biaya jabatan dan iuran BPJS sengaja diabaikan biar mudah diikuti. Tagihan aslimu akan berbeda.
Langkah 1: gaji saja.
Langkah 2: tambah penghasilan sampingan.
| Gaji saja | Gaji + proyekan | |
|---|---|---|
| Penghasilan kena pajak | Rp42.000.000 | Rp66.000.000 |
| Pajak | Rp2.100.000 | Rp3.900.000 |
| Tambahan pajak | Rp1.800.000 |
Proyekan menambah penghasilan Rp24.000.000 dan menambah pajak Rp1.800.000. Itu 7,5% dari proyekan, bukan 5% seperti yang mungkin kamu kira. Penyebabnya: Rp6.000.000 melewati batas Rp60 juta dan kena tarif 15%.
Beberapa klien memotong pajak sebelum membayarmu. Mereka seharusnya memberi bukti potong. Simpan semuanya.
Saat lapor, pajak yang sudah dipotong itu dikreditkan terhadap pajak yang harus kamu bayar. Kalau potongannya lebih besar dari tagihan akhir, selisihnya kembali. Kalau lebih kecil, kamu bayar kekurangannya. Penjelasan detik.com soal SPT freelance menyebut penghitungan ulang dengan tarif Pasal 17 ini bisa berujung kurang bayar atau lebih bayar (dilihat lewat ringkasan pencarian, 23 Oktober 2026).
Banyak klien kecil tidak memotong apa-apa. Itu tidak membuat penghasilannya bebas pajak. Kamu tetap memasukkannya ke SPT.
Cara praktis: kumpulkan semua bukti potong dan mutasi rekening setahun penuh di bulan Januari. Lalu cocokkan dengan daftar proyekanmu.
Wajib pajak orang pribadi harus menyampaikan SPT Tahunan paling lambat tiga bulan setelah tahun pajak berakhir, yaitu 31 Maret. (Ringkasan pencarian atas panduan DJP, dibaca 23 Oktober 2026.)
Penghasilan freelance di luar pekerjaan utama biasanya dilaporkan sebagai penghasilan usaha atau pekerjaan bebas. Artinya biasanya memakai formulir 1770, bukan formulir karyawan yang lebih sederhana. Bukti potong 1721-A1 dari kantor hanya mencakup gajimu. (Panduan Pajakku dan KlikPajak, lewat ringkasan pencarian.)
Telat lapor kena denda administrasi. DDTC, media berita pajak, menyebut Rp100.000 untuk orang pribadi menurut UU KUP. Artikelnya terbit sekitar 2020 sampai 2021, jadi cek nominal terbaru ke DJP sebelum kamu pegang angka ini.
Kalau proyekanmu dijalankan seperti usaha kecil, kamu bisa memilih cara menghitung labanya.
Ada juga aturan terpisah tarif 0,5% untuk usaha kecil. Aturannya baru berubah dan punya daftar siapa yang boleh memakai. Baca dulu siapa yang masih boleh memakai PPh Final UMKM sebelum kamu menganggapnya berlaku untukmu.
Kebiasaan paling gampang: begitu bayaran proyekan masuk, langsung pindahkan sebagian ke kantong terpisah. Pakai perkiraanmu sendiri dari hitungan lapisan tarif di atas, bukan angka asal.
Penghasilan yang tidak tetap membuat ini lebih sulit. Cara mengatur keuangan dengan penghasilan tidak tetap menunjukkan cara membuat patokan dari bulan terendahmu.
Kalau kamu juga berinvestasi, keuntungan dan dividen punya aturan lapor sendiri. Lihat cara lapor saham dan kripto di SPT.
Buka Dashboard NetWort, lalu catat penghasilan sampinganmu dan dana cadangan pajaknya di samping investasimu. Kamu akan lihat gambaran uang yang benar-benar bisa kamu pakai dalam satu tempat, jadi bulan April tidak bikin kaget.