Gaji Pertama: Urutan Sederhana ke Mana Uangnya Sebaiknya Pergi
Baca 5 menit
Baca 5 menit
Tanggal gajian akhirnya datang. Saldomu angkanya belum pernah sebesar ini. Tapi tanggal 10, separuhnya sudah hilang dan kamu bingung larinya ke mana.
Ini cerita paling umum soal gaji pertama. Bukan karena kamu boros. Masalahnya, kamu belum punya urutan.
Jawaban untuk "gaji pertama dipakai untuk apa" bukan persentase. Jawabannya urutan langkah. Selesaikan langkah satu dulu, baru langkah dua.
Berikut urutannya, lengkap dengan satu contoh hitungan.
Surat penawaran kerja menyebut satu angka. Yang masuk ke rekeningmu lebih kecil.
Selisihnya adalah potongan. Banyak karyawan dipotong untuk BPJS tiap bulan. Pembagian umumnya, dari ringkasan situs pihak ketiga (dicek 23 Oktober 2026, bukan dari situs resmi BPJS):
Jadi sekitar 4% dari gaji kotor hilang sebelum kamu sempat melihatnya. Pajak penghasilan juga bisa dipotong, tergantung gaji dan statusmu.
Jangan menyusun anggaran dari angka di surat penawaran. Pakai gaji bersih (take-home pay) di slip gaji. Itu uang yang benar-benar masuk ke rekeningmu.
Di sisa artikel ini kita pakai contoh gaji bersih Rp5.500.000 per bulan. Ini hitungan rekaan NetWort, bukan slip gaji asli.
Ini pengeluaran yang tidak bisa ditunda: kos atau kontrakan, makan, transport, pulsa dan internet, juga bantuan untuk keluarga kalau kamu sudah berjanji.
Catat harga aslinya. Jangan menebak. Lihat riwayat mutasi rekening atau e-wallet bulan lalu.
Dalam contoh kita:
| Kebutuhan wajib | Per bulan |
|---|---|
| Kos | Rp1.200.000 |
| Makan | Rp1.300.000 |
| Transport | Rp500.000 |
| Pulsa dan internet | Rp300.000 |
| Total | Rp3.300.000 |
Sisanya Rp2.200.000 dari Rp5.500.000. Semua langkah berikutnya memakai uang sisa ini.
Dana darurat adalah uang tunai untuk kejutan: HP rusak, tagihan rumah sakit, atau masa menganggur antar pekerjaan.
Mulai dari yang kecil. Target pertamamu satu bulan kebutuhan wajib. Di contoh kita, itu Rp3.300.000.
Kenapa kecil dulu? Karena target kecil terasa bisa dicapai, dan sudah cukup untuk mencegah banyak kejadian kecil berubah jadi utang.
Kalau kamu sisihkan Rp700.000 per bulan, targetnya tercapai sekitar 5 bulan (3.300.000 dibagi 700.000 hasilnya 4,7).
Setelah itu, naikkan jadi tiga bulan kebutuhan wajib, yaitu Rp9.900.000. Dengan Rp700.000 per bulan, totalnya sekitar 15 bulan.
Berapa besar yang pas? Itu tergantung siapa yang bergantung padamu. Bahasannya ada di besar dana darurat sesuai tanggungan keluarga.
Simpan di tempat yang cepat dijangkau tapi tidak mudah terpakai tanpa sengaja. Rekening terpisah sudah cukup. Untuk ide tempat menyimpan uang jangka pendek, lihat menabung untuk biaya nikah, simpan di mana. Logikanya sama.
Kalau kamu sudah punya utang berbunga tinggi, melunasinya didahulukan sebelum investasi. Cicilan kartu kredit atau pinjol bisa lebih mahal tiap bulan daripada keuntungan yang masuk akal kamu harapkan.
Dua peringatan:
Kalau kamu punya utang sekaligus uang nganggur, hitungan lunasi utang dulu atau investasi dulu bisa membantumu memutuskan.
Tidak punya utang? Langsung ke langkah berikutnya.
Ini trik yang sering terlewat. Jangan tunggu akhir bulan untuk melihat sisa uang. Jarang sekali ada sisanya.
Di hari gajian, langsung pindahkan uang tabungan dan investasimu. Pasang transfer otomatis kalau bankmu menyediakannya.
Contoh kita, dengan sisa Rp2.200.000 setelah kebutuhan wajib:
| Ke mana | Per bulan |
|---|---|
| Dana darurat | Rp700.000 |
| Investasi jangka panjang | Rp400.000 |
| Jajan, nongkrong, belanja | Rp800.000 |
| Cadangan kejutan | Rp300.000 |
| Total | Rp2.200.000 |
Perhatikan ada uang untuk senang-senang. Rencana tanpa hiburan biasanya bubar dalam dua bulan. Kalau diberi angka, rasa bersalahnya hilang.
Begitu dana darurat penuh, Rp700.000 itu bisa pindah ke investasi. Urutannya yang menentukan kapan.
Investasi artinya menaruh uang di saham, reksa dana, emas, atau aset lain dengan harapan tumbuh selama bertahun-tahun. Nilainya juga bisa turun. Uang yang mungkin kamu butuhkan dalam satu sampai dua tahun tidak cocok di sini.
Mulai dari nominal yang tidak bikin deg-degan. Rp400.000 per bulan cukup untuk belajar bagaimana harga bergerak. Kebiasaannya lebih penting daripada besarnya.
Belum tahu mulai dari mana? Panduan Rp10 juta pertamamu membahas cara berpikirnya. Kamu juga bisa melihat kondisi pasar hari ini di halaman Market. Melihat bukan berarti sinyal untuk membeli apa pun.
Suatu hari gajimu naik. Pengeluaran cenderung ikut naik tanpa terasa. Itu disebut lifestyle inflation.
Aturan sederhananya: saat gaji naik, naikkan dulu porsi tabunganmu. Baru putuskan mau dipakai belanja berapa. Bahasan gaya hidup naik gaji naik menunjukkan caranya.
Lebih suka pakai persentase? Aturan 50/30/20 adalah cara lain membagi gaji yang sama. Urutan di atas untuk kamu yang belum tahu mulai dari mana.
Buka Dashboard NetWort dan masukkan nominal pertama yang kamu investasikan. Melihatnya tumbuh di samping targetmu membuat kebiasaan ini lebih mudah dijaga.