Glide Path: Kenapa Porsi Saham Sebaiknya Turun Seiring Usia, dan Seberapa Cepat
Baca 6 menit
Baca 6 menit
Dua orang sama-sama rugi 30% di sahamnya saat pasar anjlok. Yang satu berusia 30 tahun. Yang lain berusia 64 tahun dan pensiun tahun depan.
Yang usia 30 punya 35 tahun untuk pulih. Yang usia 64 tidak punya waktu sebanyak itu. Anjloknya sama, dampaknya jauh berbeda.
Karena itulah banyak rencana pensiun memakai glide path. Glide path adalah jadwal yang sudah direncanakan untuk menurunkan porsi saham seiring bertambahnya usia. Di sini kamu akan lihat cara kerjanya, siapa yang bisa menjalankannya untukmu, dan seberapa cepat porsi saham sebaiknya turun.
Bayangkan pesawat yang mau mendarat. Dia tidak jatuh begitu saja. Dia meluncur turun di lintasan yang sudah dihitung.
Glide path bekerja sama untuk uangmu. Saat masih muda, sebagian besar tabungan ada di saham. Saham bisa tumbuh cepat, tapi juga bisa turun dalam. Mendekati pensiun, sebagian uang dipindah ke obligasi dan kas. Obligasi adalah pinjaman yang kamu berikan ke pemerintah atau perusahaan dan membayar bunga. Naik turunnya biasanya lebih kecil dari saham.
Perpindahannya mengikuti jadwal, bukan perasaan. Kamu tidak perlu menebak pasar.
Jawabannya waktu. Saham bisa turun 30% atau lebih dalam setahun yang buruk. Investor muda bisa terus menambah dana dan menunggu. Orang yang sebentar lagi memakai uangnya tidak bisa menunggu selama itu.
Tahun-tahun awal pensiun paling menentukan. Pasar anjlok tepat sebelum atau sesudah kamu berhenti kerja lebih menyakitkan daripada anjlok 20 tahun kemudian. Risiko ini ada namanya, dan kami jelaskan di tulisan tentang risiko urutan return.
Glide path berusaha menurunkan risiko itu tanpa membuang semua potensi pertumbuhan.
Ini hitungan NetWort sendiri. Angkanya rekaan untuk menunjukkan polanya. Bukan prediksi dan bukan komposisi yang disarankan.
Anggap saham turun 30% dan obligasi tidak berubah. Keduanya punya Rp1 miliar.
| Porsi saham | Kerugian dari Rp1 miliar | |
|---|---|---|
| Usia 30, saham 90% | 90% | Rp270 juta (27%) |
| Usia 64, saham 90% | 90% | Rp270 juta (27%) |
| Usia 64, saham 50% | 50% | Rp150 juta (15%) |
Rumusnya sederhana: porsi saham dikali 30%. Dengan saham 90%, portofolio turun 27%. Dengan saham 50%, turun 15%.
Buat yang berusia 30, turun 27% adalah tahun buruk dengan puluhan tahun untuk pulih. Buat yang berusia 64, penurunan sama datang tepat saat uang mulai ditarik. Porsi saham yang lebih rendah memangkas kerugian sebesar Rp120 juta.
Reksa dana target date adalah reksa dana yang menjalankan glide path untukmu. Kamu pilih dana sesuai tahun rencana pensiunmu. Manajer investasi yang mengatur perpindahannya.
Contohnya, dana 2050 cocok untuk orang yang berencana pensiun sekitar 2050. Awalnya isinya banyak saham, lalu bergeser ke obligasi seiring waktu.
Deskripsi dana Vanguard Target Retirement 2050 menunjukkan glide path yang nyata. Dana itu menahan saham 90% sampai 25 tahun sebelum pensiun. Lalu turun ke saham 30% tujuh tahun setelah pensiun. Angka ini berasal dari ringkasan hasil pencarian atas materi dana Vanguard, yang tidak bisa kami buka penuh. Cek dokumen dananya untuk angka terbaru.
Tidak semua glide path berhenti di titik yang sama. Ini pilihan terpenting di dalam reksa dana target date.
Survei Morningstar, seperti dirangkum media industri, menemukan dana "through" rata-rata punya saham sekitar 49% saat pensiun. Dana "to" sekitar 33%. Awalnya terasa aneh. Dana "through" memegang saham lebih banyak di tanggal itu karena masih akan berinvestasi bertahun-tahun lagi.
Morningstar juga tidak menemukan kesepakatan industri soal desain mana yang lebih baik. Jadi label itu kurang penting dibanding tahu apa yang dilakukan dananya setelah tanggal target.
Tidak ada kecepatan yang paling benar. Tiap penyedia punya titik awal dan kemiringan sendiri.
Berikut jadwal ilustrasi buatan NetWort untuk menunjukkan idenya. Ini bukan rekomendasi.
| Usia | Porsi saham | Porsi obligasi dan kas |
|---|---|---|
| 25 sampai 40 | 90% | 10% |
| 45 | 80% | 20% |
| 50 | 70% | 30% |
| 55 | 60% | 40% |
| 60 | 50% | 50% |
| 65 | 40% | 60% |
| 70 ke atas | 30% | 70% |
Di contoh ini, porsi saham turun 10 poin tiap lima tahun mulai usia 40. Kecepatannya adalah pilihan. Turun lebih cepat memberi lebih aman dan lebih sedikit pertumbuhan. Turun lebih lambat sebaliknya.
Kecepatanmu sendiri bergantung pada sisa tahun, stabilnya penghasilan, dan seberapa besar rugi yang sanggup kamu terima.
Ada studi terkenal yang berpendapat sebaliknya.
Wade Pfau dan Michael Kitces menerbitkan "Reducing Retirement Risk with a Rising Equity Glide-Path" pada 2014. Simulasi mereka menunjukkan bahwa memulai pensiun dengan porsi saham rendah, sekitar 20% sampai 40%, lalu menaikkannya ke sekitar 60% sampai 80%, bisa menurunkan peluang uang habis. Kami hanya membaca ringkasan makalahnya.
Alasannya lagi-lagi risiko urutan return. Porsi saham rendah melindungimu di tahun-tahun awal yang berbahaya. Menaikkannya kemudian membantu uangmu bertahan lebih lama.
Ringkasan itu juga mencatat dua catatan. Manfaatnya mengecil kalau asumsi return lebih rendah. Dan banyak pensiunan sulit membeli lebih banyak saham saat usia bertambah.
Jadi glide path yang menurun memang umum, tapi bukan satu-satunya ide yang punya bukti.
Indonesia punya aturannya. OJK menerbitkan POJK 34/2017 pada 3 Juli 2017 untuk reksa dana target waktu. Menurut ringkasan berita, manajer investasi wajib mencantumkan glide path di prospektus. Porsi saham bisa berupa angka tetap atau rentang paling lebar 20 poin persentase. Tiap tahap paling lama lima tahun.
Kami tidak bisa memastikan ada reksa dana target waktu yang saat ini dijual ke publik. Laporan awal menyebut belum ada yang meluncur, dan sumber yang kami temukan berasal dari 2016 sampai 2018. Cek daftar reksa dana terdaftar di OJK dan tanya manajer investasinya sebelum menganggap produknya ada.
Kalau tidak ketemu, kamu bisa membuat glide path kasar sendiri. Pilih jadwal, cek komposisimu setahun sekali, lalu geser pelan-pelan.
Kamu tahu porsi sahammu hari ini? Kebanyakan orang tidak, karena angkanya bergerak mengikuti harga.
Buka kartu Portfolio Health di dashboard NetWort. Kartu itu menunjukkan seberapa berisiko portofoliomu. Bandingkan dengan usiamu dan sisa tahun sebelum uangnya dipakai. Tanyakan: kalau saham turun 30% bulan depan, apakah aku punya waktu untuk pulih?
Untuk melihat latar suku bunga dan inflasi yang menggerakkan return obligasi dan kas, cek halaman makro.