Coba buka rekening tabungan yang kamu pakai sehari-hari, bukan deposito, cuma rekening buat transfer dan belanja biasa. Kalau ada uang yang sudah berbulan-bulan tidak kamu sentuh di situ, uang itu sebenarnya tidak diam saja. Nilainya berkurang, pelan-pelan, tiap hari.
Itulah pengaruh inflasi ke tabungan: selisih antara secepat apa harga barang naik dengan sekecil apa bunga yang dikasih tabungan biasa. Di Indonesia sekarang, selisihnya lumayan lebar, dan hampir tidak ada yang sadar karena angka di layar aplikasi tidak pernah kelihatan turun.
Kenapa "uang nganggur" beda dengan deposito
Uang nganggur di sini maksudnya uang yang diparkir di rekening tabungan atau giro harian, yang kamu pakai buat belanja dan transfer sehari-hari, bukan uang yang dikunci di deposito berjangka.
Bedanya penting, karena bunganya jauh berbeda. Deposito berjangka setidaknya bisa kasih 2,5% sampai 3,5% setahun, walaupun itu pun sebenarnya masih kalah dari inflasi setelah kena pajak. Tabungan biasa bunganya jauh lebih kecil, malah sering nyaris nol, karena bank tidak punya alasan buat memberi bunga besar atas uang yang bisa kamu tarik kapan saja.
Inflasi itu sebenarnya apa
Inflasi adalah laju kenaikan harga barang dan jasa sehari-hari. Kalau inflasi 2,88% setahun, barang yang harganya Rp 100.000 sekarang, setahun lagi biasanya jadi sekitar Rp 102.880. Rupiahmu tidak berkurang jumlahnya. Yang berkurang itu apa yang bisa dibeli rupiah itu.
Inflasi utama Indonesia tercatat 2,88% year on year di Juli 2026, turun dari 3,34% di Juni. Harga barang malah turun 0,14% dibanding bulan sebelumnya, terutama karena harga pangan dan emas yang melandai, sementara inflasi inti, yang menyingkirkan harga pangan dan energi yang gampang bergejolak, stabil di 2,76% year on year.
Sumber: data BPS (Badan Pusat Statistik) sebagaimana dilaporkan Trading Economics dan Indonesia-Investments, diakses 4 Agustus 2026.
Angka 2,88% itu adalah target minimal yang harus dikejar uang nganggurmu, cuma buat mempertahankan daya belinya saja. Hampir tidak ada tabungan biasa yang berhasil mengejarnya.
Berapa sebenarnya kerugian inflasi buat uang di tabungan biasa
Kerugian riil ≈ Saldo tabungan × (Inflasi − Bunga tabungan setelah pajak)
Kerugian riil uang nganggurmu dalam setahun, dalam rupiah.
Ini bunga tabungan harian yang beneran dikasih bank-bank besar di Indonesia, per pertengahan 2026:
Bank, jenis tabungan
Tingkat saldo
Bunga per tahun
BCA Tahapan
Di bawah Rp 5.000.000
0,00%
BCA Tahapan
Rp 5.000.000 sampai di bawah Rp 10.000.000
0,07%
BRI Simpedes
Di bawah Rp 1.000.000
0,00%
BRI Simpedes
Rp 1.000.000 sampai di bawah Rp 50.000.000
0,70%
BRI Simpedes
Rp 50.000.000 sampai di bawah Rp 500.000.000
0,85%
Sumber: rangkuman tingkat bunga tabungan BCA dan BRI (rsjmenur.id, jurnalitpln.id, jumanto.net), diakses 4 Agustus 2026. Bunga ditetapkan masing-masing bank dan bisa berubah, cek tingkat bunga terbaru langsung di halaman resmi bankmu sebelum mengambil keputusan.
Bandingkan dengan BI rate acuan Bank Indonesia yang 5,75% dan inflasi Juli yang 2,88%. Bahkan tingkat bunga yang paling baik di tabel ini, 0,70% dari BRI, masih kalah lebih dari dua poin persentase dari inflasi. Tingkat bunga 0,00%, yang berlaku buat kebanyakan saldo harian di bawah Rp 5 juta sampai Rp 1 juta, malah tidak berusaha mengejar sama sekali.
Contoh hitungan dengan dua rekening sungguhan
Rekening satu: Rp 20.000.000 di rekening BRI Simpedes, tingkat bunga 0,70%.
Bunga kotor setahun: Rp 20.000.000 × 0,70% = Rp 140.000
Bunga tabungan dengan saldo di atas Rp 7.500.000 kena Pajak Penghasilan Final (PPh Final) 20% yang sama seperti bunga deposito, berdasarkan PP 131/2000 jo PP 123/2015: dipotong Rp 28.000
Bunga bersih yang diterima: Rp 112.000, setara return nominal bersih 0,56%
Kerugian daya beli akibat inflasi 2,88% setahun: Rp 20.000.000 × 2,88% = Rp 576.000
Kerugian riil: Rp 576.000 − Rp 112.000 = Rp 464.000, padahal buku tabungan kelihatannya untung sedikit
Rekening dua: Rp 3.000.000 di rekening BCA Tahapan Blue, tingkat bunga 0%.
Bunga yang didapat: Rp 0
Biaya admin bulanan jenis rekening ini: Rp 15.000, atau Rp 180.000 setahun
Saldo nominal setelah dipotong biaya admin saja, sebelum inflasi dihitung: Rp 3.000.000 − Rp 180.000 = Rp 2.820.000, turun 6% secara nominal
Inflasi lalu mengurangi lagi daya beli sisa saldo itu sebesar 2,88%
Sumber: rangkuman biaya admin bulanan BCA Tahapan Blue (jurnalitpln.id, Kredit Pintar), diakses 4 Agustus 2026.
Jadi, tabungan biasa itu gunanya buat apa?
Bukan buat menumbuhkan uang. Gunanya buat likuiditas: bisa bayar sesuatu hari ini juga, tanpa nunggu, tanpa kena penalti, dan tanpa risiko pasar. Itu fungsi yang beneran penting, dan uang yang bakal kamu pakai dalam beberapa hari atau minggu ke depan memang tempatnya di situ, bukan di tempat lain.
Kesalahannya adalah membiarkan uang tetap di situ padahal tidak akan dipakai sampai berbulan-bulan. Uang yang didiamkan di rekening berbunga 0% sampai 0,7% sementara harga naik 2,88%, itu bukan "aman." Itu dipastikan mengecil secara riil, dengan laju yang bisa dihitung persis, yang justru bikin kerugian ini sepenuhnya bisa dihindari.
Cek berapa kerugian uang nganggurmu yang sebenarnya
BI rate, angka inflasi, dan tingkat bunga tabungan bank sama-sama bergerak sendiri-sendiri, dan selisih di antara ketiganya berubah tiap kali salah satunya bergeser. Halaman Macro Context di NetWort menampilkan inflasi dan BI rate Indonesia berdampingan dalam satu tempat, jadi kamu bisa langsung lihat seberapa jauh tabungan biasa ketinggalan bulan ini, bukan cuma dalam setahun.
Kalau mau lihat kerugian sebenarnya dengan angka milikmu sendiri, tambahkan saldo uang nganggurmu sebagai aset di Dashboard NetWort, berdampingan dengan portofolio investasimu yang lain. Melihat uang itu bersanding langsung dengan aset yang diinvestasikan, bukan tersembunyi di aplikasi bank yang jarang dibuka, biasanya jadi alasan orang akhirnya mau memindahkan uang yang tidak dibutuhkan buat belanja harian ke sesuatu yang setidaknya berusaha mengimbangi inflasi.