Ngalahin Pasar 4% Kedengarannya Kayak Skill. Jensen's Alpha Nanya Apa Kamu Cuma Ambil Risiko Lebih Gede Buat Nyampe ke Situ
Baca 6 menit
Baca 6 menit
IHSG turun sekitar 23 sampai 24% sepanjang tahun ini per awal September 2026, menurut Mandiri Sekuritas dan liputan pasar Kontan. Kalau portofoliomu cuma turun 20% tahun ini, secara teknis kamu ngalahin pasar 4 poin persen. Kedengarannya kayak skill. Jensen's Alpha adalah angka yang ngecek apa itu beneran skill, atau kamu cuma ambil risiko lebih gede dari indeks dan untung nggak kena lebih parah.
Jensen's Alpha bandingin return asli portofoliomu sama return yang menurut model harga standar seharusnya kamu dapetin, dilihat dari seberapa besar risiko pasar yang kamu tanggung. Model itu namanya Capital Asset Pricing Model (CAPM), dan alat ukur risikonya adalah beta, seberapa besar portofoliomu biasanya gerak buat setiap 1% pasar gerak. Beta 1,5 artinya portofoliomu biasanya goyang 50% lebih kenceng dibanding pasar, ke dua arah.
α = Return portofolio − [Suku bunga bebas risiko + Beta × (Return pasar − Suku bunga bebas risiko)]
Bagian dalam kurung siku itu prediksi return dari CAPM: suku bunga bebas risiko yang kamu dapetin walaupun nggak ngapa-ngapain, ditambah beta kamu dikali seberapa besar return pasar di atas suku bunga bebas risiko itu. Selisih antara return asli portofoliomu sama angka prediksi itu, itulah Jensen's Alpha. Positif artinya kamu ngalahin apa yang seharusnya dihasilin level risikomu sendiri. Negatif artinya kamu kalah dari itu, walaupun angka return mentahnya keliatan oke.
Michael C. Jensen, waktu itu di University of Chicago, ngenalin ukuran ini lewat "The Performance of Mutual Funds in the Period 1945-1964," diterbitin di Journal of Finance tahun 1968. Dia pakai ini buat ngetes apa manajer reksa dana bisa ngalahin pasar secara disesuaikan risiko, bukan cuma angka mentah. Temuannya, rata-rata Jensen's Alpha reksa dana itu deket nol atau malah sedikit negatif bahkan sebelum biaya dipotong, jadi salah satu bukti awal yang ngedukung investasi indeks: kebanyakan manajer aktif nggak beneran nambahin nilai begitu risiko ekstra yang mereka ambil dihitung.
Bayangin dua portofolio hipotetis yang sama-sama return -20% tahun ini, sementara IHSG return -24%. Dua-duanya "ngalahin pasar" persis 4 poin persen. Patokan suku bunga bebas risikonya BI Rate, yang ditahan Bank Indonesia di 5,75% pada rapat kebijakan terakhirnya di Agustus 2026.
Portofolio A itu defensif, isinya kebanyakan saham besar yang stabil. Beta-nya terhadap IHSG 0,6, artinya harusnya cuma gerak 60% dari gerakan indeks.
Portofolio B itu agresif, isinya saham-saham lebih kecil dan volatil. Beta-nya terhadap IHSG 1,5, artinya harusnya gerak 50% lebih kenceng dari indeks, ke arah mana pun.
| Portofolio A (defensif) | Portofolio B (agresif) | |
|---|---|---|
| Return asli tahun ini | -20% | -20% |
| Return IHSG | -24% | -24% |
| Selisih menang mentah | +4 poin | +4 poin |
| Beta | 0,6 | 1,5 |
| Suku bunga bebas risiko (BI Rate) | 5,75% | 5,75% |
| Return yang diprediksi CAPM | -12,1% | -38,9% |
| Jensen's Alpha | -7,9% | +18,9% |
Dua-duanya punya headline yang sama persis: ngalahin IHSG 4 poin. Jensen's Alpha nyeritain hal yang beda banget buat masing-masing. Beta rendah Portofolio A artinya dia seharusnya lebih terlindungi dari penurunan pasar, CAPM ngeprediksi dia cuma bakal turun sekitar 12,1%. Kenyataannya dia turun 20%, lebih jelek dari yang seharusnya buat portofolio defensif, jadi Jensen's Alpha-nya negatif. Beta tinggi Portofolio B artinya dia seharusnya turun lebih parah dari pasar, CAPM ngeprediksi sekitar -38,9%. Dia cuma turun 20%, jauh lebih bagus dari yang seharusnya dihasilin risiko sebesar itu, jadi Jensen's Alpha-nya positif banget.
Nggak ada patokan pasti, tapi arah tanda dan besarnya angka punya arti yang konsisten.
Alpha positif. Portofolio dapet lebih banyak dari yang diprediksi beta-nya sendiri. Ini angka tunggal paling deket sama bukti skill beneran yang disesuaikan risiko, atau keberuntungan yang belum habis.
Alpha deket nol. Portofolio hasilnya hampir persis sama kayak yang diprediksi level risikonya sendiri. Nggak mengesankan tapi juga nggak mengecewakan begitu risikonya dihitung.
Alpha negatif. Portofolio dapet lebih sedikit dari yang diprediksi beta-nya, walaupun angka return mentahnya keliatan oke atau portofolionya masih ngalahin indeks secara absolut, kayak Portofolio A di atas.
Jensen's Alpha satu tahun doang, positif atau negatif, itu bukti yang lemah kalau berdiri sendiri. Sama kayak information ratio misahin reksa dana yang ngalahin benchmark sekali doang sama yang konsisten ngalahin terus, Jensen's Alpha yang layak dipercaya itu yang bertahan di beberapa tahun, bukan cuma satu periode bagus atau jelek.
Jensen's Alpha cuma sekuat beta yang jadi dasarnya, dan beta cuma bisa dipercaya kalau R-Squared bilang benchmark-nya beneran nyambung sama gerakan portofoliomu. Kalau beta yang R-Squared-nya rendah dimasukin ke rumus alpha, hasilnya ikutan nggak jelas: beta portofolio yang isinya kebanyakan kripto terhadap IHSG, misalnya, hampir nggak jelasin apa-apa yang nyata, jadi alpha yang dihitung dari situ juga nggak layak dipercaya.
CAPM sendiri juga model satu faktor. Dia cuma jelasin return pakai risiko pasar doang, dan nggak ngomongin kecenderungan ke saham size kecil, value, atau momentum yang dipisahin sama model lain yang lebih canggih (kayak model tiga faktor Fama-French). Portofolio bisa nunjukkin Jensen's Alpha positif terhadap indeks luas cuma gara-gara dia condong ke saham small-cap atau value, kategori yang secara historis emang lebih unggul karena alasan yang nggak ada hubungannya sama skill manajernya.
Kamu butuh tiga input: return asli kamu di suatu periode, suku bunga bebas risiko di periode itu, dan beta portofoliomu terhadap benchmark yang beneran cocok.
Kartu Portfolio Health NetWort udah nunjukkin dua dari tiga input itu: return aslimu (dihitung dari riwayat transaksi asli kamu, bukan asumsi yang dirapiin) dan beta terhadap benchmark yang otomatis dipilih NetWort buat portofoliomu. Dia belum nggabungin keduanya jadi angka Jensen's Alpha buat kamu. Sampai itu ada, kamu bisa ngitung sendiri: ambil IRR kamu dari Portfolio Health, beta kamu dari kartu yang sama, BI Rate terkini sebagai suku bunga bebas risiko, dan return IHSG di periode yang sama sebagai return pasar, semuanya ada di halaman konteks makro, terus masukin ke rumus di atas.
Lakuin itu sebelum kamu anggep satu tahun ngalahin indeks artinya strategimu beneran jalan. Portofolio defensif, kayak yang biasanya dihasilin BBCA dan saham blue-chip sejenis, yang cuma rugi lebih sedikit dari pasar di tahun yang jelek belum tentu otomatis unggul secara disesuaikan risiko. Bisa jadi dia cuma ngelakuin persis apa yang diprediksi beta rendahnya, atau malah lebih jelek dari itu.