Kekayaan Hilmi Panigoro: Forbes Pangkas dari $3,25 Miliar Jadi $2,9 Miliar Setahun
Baca 5 menit
Baca 5 menit
Kalau kamu cari nama taipan migas di daftar orang terkaya Indonesia, Hilmi Panigoro biasanya kalah tenar dibanding pemain batu bara atau sawit, padahal kekayaannya juga bergerak cukup jauh dalam setahun terakhir. Kekayaan Hilmi Panigoro tercatat $2,9 miliar menurut daftar "Indonesia's 50 Richest 2025" Forbes yang terbit 10 Desember 2025, menempatkan bos Medco Energi Internasional ini di peringkat ke-28 sektor Energi. Setahun sebelumnya, daftar "Indonesia's 50 Richest 2024" Forbes yang terbit 11 Desember 2024 menempatkannya di peringkat ke-21 dengan $3,25 miliar, jadi ada penurunan sekitar $350 juta, atau 11%, di dalam pelacakan Forbes yang sama. Hilmi memimpin Medco Energi, perusahaan migas yang didirikan kakaknya, Arifin Panigoro, pada 1980. Arifin meninggal pada Februari 2022; sejak itu Forbes mencatat kekayaan ini atas nama "Hilmi Panigoro & family".
Daftar "Indonesia's 50 Richest 2024" Forbes (Jane Ho, terbit 11 Desember 2024, dikonfirmasi ulang oleh rekap Kompas pada 13 Desember 2024 dari daftar yang sama) menempatkan "Hilmi Panigoro & family" di peringkat ke-21 nasional dengan $3,25 miliar. Setahun kemudian, daftar "Indonesia's 50 Richest 2025" Forbes, terbit 10 Desember 2025, menggeser keluarga ini ke peringkat ke-28 dengan $2,9 miliar, sektor Energi. Dua-duanya angka Forbes, jadi ini perbandingan naik-turun yang sah di dalam satu pelacak yang sama: turun sekitar $350 juta, kira-kira 11%, dan tujuh peringkat, dalam waktu dua belas bulan. Tidak ada angka Bloomberg Billionaires Index bertanggal yang menyebut nama Hilmi Panigoro atau keluarga Panigoro secara khusus, meski sudah dicari beberapa kali; alasannya dibahas di bagian bawah.
| Tanggal | Sumber | Angka | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 11 Desember 2024 | Forbes "Indonesia's 50 Richest 2024" | $3,25 miliar | Peringkat ke-21 nasional |
| 10 Desember 2025 | Forbes "Indonesia's 50 Richest 2025" | $2,9 miliar | Peringkat ke-28 nasional, sektor Energi |
Arifin Panigoro mendirikan Medco sebagai perusahaan jasa pengeboran minyak pada 1980, lalu membawanya melantai di bursa pada 1994. Dia mundur dari manajemen harian pada 1998 untuk terjun ke politik, dan Hilmi, adiknya, mengambil alih operasional: bergabung sebagai wakil presiden direktur pada 1997, menjabat direktur 1998 sampai 2001, jadi CEO sejak 2001, dan menjadi presiden direktur sejak Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 25 November 2015, jabatan yang masih dipegangnya sekarang, menurut halaman jajaran direksi resmi Medco Energi. Arifin meninggal pada Februari 2022 di usia 76 tahun.
PT Medco Daya Abadi, kendaraan holding keluarga Panigoro, memegang 51,5% saham Medco Energi (12,94 miliar lembar) per akhir Januari 2026, menurut VOI.id. Pemegang saham terbesar kedua, Diamond Bridge Pte dengan 21,46%, terkait dengan Anthoni Salim, yang sudah pernah diprofilkan di seri ini. Terpisah, afiliasi Medco memegang 20,92% saham Amman Mineral Internasional (AMMN), perusahaan tambang tembaga dan emas, berdampingan dengan kepemilikan yang sudah dibahas seri ini lewat AP Investment milik Agoes Projosasmito dan kendaraan terkait Salim, Sumber Gemilang Persada, menurut keterbukaan informasi yang dikutip Suara.com pada 29 Maret 2026. MEDC sudah dipastikan tidak ada di daftar ticker kurasi NetWort (frontend/scripts/curated-tickers.mjs, backend/app/services/asset_symbol_service.py), jadi di sini hanya disebut kodenya saja.
Medco sepakat pada 26 Juni 2025, menurut Forbes, membeli 24% saham Repsol di Blok Corridor, ladang gas terbesar ketiga Indonesia, senilai $425 juta, kesepakatan yang ditargetkan rampung kuartal ketiga 2025 dan menaikkan kepemilikan Medco sendiri jadi 70%, sisanya dipegang Pertamina Hulu Energi Corridor. Lebih baru lagi, hasil kuartal pertama 2026 Medco, dilaporkan Bisnis.com pada 2 Mei 2026, menunjukkan laba bersih melonjak 283% dari tahun sebelumnya jadi $67,4 juta, dari $17,6 juta, dengan pendapatan naik 19,2% jadi $668,3 juta dan EBITDA naik 5,7% jadi $351,1 juta, yang menurut Bisnis.com didorong harga minyak yang lebih tinggi sepanjang kuartal itu. Saham MEDC ditutup di Rp1.460 pada 18 September 2026, turun 4,26% hari itu, menurut Bisnis.com, berada di dalam rentang 52 minggu Rp1.005 sampai Rp2.000 yang dilaporkan Investing.com per 26 Agustus 2026.
Kurang bisa dipercaya dibanding semestinya untuk kekayaan sebesar ini. Cuma Forbes yang menaksir kekayaan Hilmi Panigoro secara individual; tidak ada angka Bloomberg Billionaires Index bertanggal yang menyebut namanya atau keluarga Panigoro, meski sudah dicari beberapa kali, sejalan dengan temuan tetap seri ini bahwa Bloomberg cuma menaksir Sukanto Tanoto, Prajogo Pangestu, Low Tuck Kwong, Robert Budi Hartono, dan Tahir secara individual di antara orang Indonesia. Sebagian sulitnya bersifat struktural: kekayaan yang tercatat ini berada di balik perusahaan holding keluarga yang privat, Medco Daya Abadi, di atas saham publik yang pemegang saham besar lainnya sudah dilacak seri ini ke dua taipan lain, sehingga lebih susah memisahkan bagian satu keluarga dibanding kalau sahamnya dimiliki bersih oleh satu pihak saja.
Kekayaan berbasis sumber daya alam di Indonesia ternyata lebih saling terkait daripada yang terlihat dari peringkat Forbes yang terpisah-pisah. Saham Amman Mineral yang sama ada sebagian di Medco milik Panigoro, sebagian di AP Investment milik Agoes Projosasmito, dan sebagian lagi di kendaraan keluarga Salim, sementara kendaraan Salim yang berbeda juga memegang lebih dari seperlima saham Medco Energi itu sendiri. Untuk kekayaan dan mekanisme terkait, baca juga:
Halaman pasar NetWort memantau saham-saham yang paling banyak bergerak hari ini, termasuk nama migas seperti Medco.