Leopold Aschenbrenner: Hedge Fund AI $45 Miliar Anjlok 67%
Baca 8 menitDiperbarui 22 Agustus 2026
Baca 8 menitDiperbarui 22 Agustus 2026
Tanggal 24 Juli 2026, Leopold Aschenbrenner menulis surat ke para investornya. Isinya: penurunan pasar yang sedang terjadi menciptakan "peluang paling menarik sejak awal 2025".
Enam hari kemudian, dia menjual seluruh portofolio saham publiknya ke Citadel.
Dalam surat berikutnya, kalimatnya berubah total. "Kami mengecewakan kalian bulan ini."
Leopold Aschenbrenner lahir di Jerman dari keluarga tenaga medis. Sekolah di John F. Kennedy School, Berlin, lalu kuliah di Columbia University.
Dia lulus tahun 2021 sebagai lulusan terbaik, di usia 19 tahun, dengan jurusan matematika, statistik, dan ekonomi.
Semasa kuliah dia ikut mendirikan cabang Effective Altruism di Columbia, gerakan filosofis yang fokus pada risiko jangka sangat panjang dan ancaman eksistensial. Dari situ dia masuk ke Global Priorities Institute di Oxford, meneliti model pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Awal 2022 dia bergabung ke tim pengelola FTX Future Fund, lembaga filantropi yang didanai FTX Foundation. Dia mengundurkan diri pada November 2022, tepat sebelum FTX ambruk dan mengajukan kebangkrutan.
Tahun 2023 dia direkrut OpenAI untuk tim Superalignment yang baru dibentuk, dipimpin bersama oleh Ilya Sutskever dan Jan Leike. Tim itu dijatah 20% dari total kapasitas komputasi perusahaan, dengan tugas mengendalikan sistem AI yang jauh lebih pintar dari manusia.
Di sana dia ikut menulis makalah "Weak-to-Strong Generalization", yang meneliti bagaimana model AI yang lebih lemah bisa mengawasi model yang lebih kuat. Makalah itu dipresentasikan di konferensi ICML 2024.
Lalu ada peretasan. Penyusup berhasil menembus sistem komunikasi internal OpenAI dan mengambil detail rancangan model. OpenAI memilih tidak mengumumkannya secara luas.
Aschenbrenner menyimpulkan keamanan lab itu tidak cukup kuat menahan operasi intelijen asing, khususnya yang disponsori negara Tiongkok. Dia menulis memo keamanan langsung ke Dewan Direksi, menyamakan bobot model AI dengan rahasia nuklir di era Proyek Manhattan. Dia menerima teguran resmi dari HR.
April 2024, dia dipecat. OpenAI menyebut alasannya kebocoran informasi non-publik. Aschenbrenner membantah keras, dan menyatakan yang dia bagikan adalah dokumen curah gagasan yang tidak rahasia, dikirim ke tiga akademisi luar untuk masukan. Menurutnya pemecatan itu berkaitan dengan memo keamanannya.
Sebulan setelah dia pergi, Sutskever dan Leike ikut mundur. OpenAI membubarkan divisi Superalignment.
Juni 2024 dia menerbitkan "Situational Awareness: The Decade Ahead", sepanjang 165 halaman.
Argumen intinya bertumpu pada tiga tren yang sama-sama tumbuh eksponensial: kapasitas komputasi, efisiensi algoritma, dan apa yang dia sebut unhobbling, yaitu mengubah chatbot statis jadi agen otonom yang bisa bekerja panjang.
Kesimpulannya: AGI sekitar 2027 sangat masuk akal, lalu memicu ledakan kecerdasan waktu AI mulai mengotomasi riset AI itu sendiri.
Kontribusi yang paling berpengaruh ke pasar modal justru bukan bagian filosofisnya, tapi bagian fisiknya. Dia berargumen hambatan utama menuju superintelligence bukan ide algoritma, melainkan hal-hal yang sangat nyata: produksi semikonduktor, memori pita lebar, pembangunan pusat data raksasa, dan ketersediaan listrik.
Esai itu jadi bacaan wajib di Silicon Valley. Tidak semua orang setuju. Yann LeCun, Kepala Ilmuwan AI Meta, menolak premis dasarnya, dan berpendapat memperbesar model bahasa saja tidak akan menghasilkan kecerdasan umum karena prediksi token tidak punya model dunia dan penalaran sebab-akibat.
Akhir 2024, di usia 22, Aschenbrenner mendirikan Situational Awareness LP. Dia belum pernah mengelola dana secara profesional sebelumnya.
Modal awalnya sekitar $225 juta, datang dari nama-nama besar ekosistem teknologi: Patrick dan John Collison (pendiri Stripe), Nat Friedman, dan Daniel Gross.
Strateginya adalah tesis esainya, diterjemahkan jadi posisi:
Beli pemasok tulang punggung fisik AI. Berdasarkan laporan kepemilikan per 31 Maret, isinya termasuk Nebius, Bloom Energy, Sandisk, CoreWeave, SharonAI, dan IREN.
Jual kosong perusahaan software lawas yang dianggap bakal digilas agen AI.
Hasilnya luar biasa.
| Ukuran | Angka |
|---|---|
| Return semester pertama 2026 | 439% |
| Return sejak awal sampai Juni 2026 | sekitar 1.551% |
| Modal awal | $225 juta |
| Puncak aset, awal Juli 2026 | $45 miliar |
Dari $225 juta ke $45 miliar dalam kurang dari dua tahun.
Pertengahan Juli, investor institusi mulai ramai-ramai ambil untung di saham infrastruktur AI.
Masalahnya, portofolio ini rugi di dua sisi sekaligus. Saham infrastruktur yang dia pegang jatuh. Menurut laporan CNBC, saham-saham di daftar kepemilikannya turun antara 50% sampai 78% dari puncak terkininya. Di saat yang sama saham software yang dia jual kosong justru naik.
Waktu kamu punya posisi beli dan posisi jual kosong, dan dua-duanya bergerak melawanmu, tidak ada bagian portofolio yang menyelamatkan bagian lain.
Total, portofolionya turun 67% hanya dalam bulan Juli.
Waktu harga jatuh, datang margin call: pemberi pinjaman menuntut tambahan jaminan. Kalau tidak dipenuhi, jaminannya dijual paksa. Penjualan paksa menekan harga lebih dalam, yang memicu margin call berikutnya.
Aschenbrenner sendiri menggambarkan mekanisme ini dalam suratnya sebagai dinamika mirip bank run, di mana kerentanan melahirkan kerentanan berikutnya.
Tanggal 24 Juli, Aschenbrenner mengirim surat ke investor. Dia membingkai kejatuhan itu sebagai peluang beli, menyebutnya salah satu kesempatan paling menarik sejak awal 2025, dan meminta tambahan modal.
Investornya menolak menyuntik dana ke struktur yang sedang kena margin call.
Tanggal 30 Juli 2026, Citadel milik Ken Griffin membeli seluruh portofolio saham publik Situational Awareness dalam satu blok transaksi. Salah satu likuidasi dana tunggal tercepat dan terbesar dalam sejarah keuangan modern.
Isi surat Aschenbrenner berikutnya, yang pertama kali dilaporkan Wall Street Journal, jauh berbeda nadanya:
"Kami mengecewakan kalian bulan ini."
"Kami lebih dekat ke kerugian modal permanen daripada yang bisa kami terima."
Ini bagian yang sering hilang di berita utama, dan ini jawaban langsung soal nasib dana publiknya.
Yang dijual habis adalah portofolio saham publik. Aset kelolaan turun dari sekitar $45 miliar ke sekitar $10 miliar.
Yang tidak dijual adalah kepemilikan privatnya, terutama saham di Anthropic yang bernilai sekitar $5 miliar. Justru karena aset itu tidak likuid, dia tidak bisa ditarik paksa oleh pemberi pinjaman.
Ke depan, dana ini dilaporkan akan beroperasi sebagai kendaraan investasi privat.
Dan ini yang bikin ceritanya makin aneh: karena kenaikan awal tahunnya begitu besar, dana ini dilaporkan masih untung sekitar 80% sepanjang 2026 sampai akhir Juli, bahkan setelah anjlok 67% dalam sebulan.
Leverage tidak menambah return, dia mengalikan hasil, dua arah. Naik 439% dalam enam bulan lalu turun 67% dalam sebulan bukan dua cerita berbeda. Itu satu mesin yang sama.
Aset tidak likuid justru selamat karena tidak likuid. Saham publik dihargai ulang tiap hari, jadi bisa kena margin call dan dijual paksa. Saham Anthropic tidak bisa. Ironisnya, bagian portofolio yang paling "susah dijual" itulah yang menyelamatkan dana ini.
Yang membunuh bukan kerugiannya, tapi paksaan menjualnya. Investor tanpa utang yang turun 50% masih boleh memilih menunggu. Investor dengan leverage tidak punya pilihan itu. Pemberi pinjaman yang menentukan kapan dia menjual, dan biasanya di harga terburuk.
Ini persis alasan kenapa max drawdown lebih penting dari return puncak, kenapa volatilitas harus dibaca bareng rasio Sharpe, dan kenapa konsentrasi di satu tema lebih berisiko dari jumlah tickernya.
Apakah Situational Awareness bangkrut? Tidak. Dana ini tidak ditutup. Portofolio saham publiknya dijual habis dan leverage-nya dilunasi, tapi dana tetap beroperasi dengan aset sekitar $10 miliar, terutama saham Anthropic.
Apakah ada dugaan pelanggaran hukum? Tidak ada. Berdasarkan laporan yang tersedia, ini murni kerugian perdagangan dan pelepasan posisi karena leverage, bukan dugaan penipuan atau tindak pidana.
Berapa umur Leopold Aschenbrenner? Dia lahir sekitar 2001 sampai 2002, jadi sekarang berusia sekitar 24 tahun. Dia mendirikan dananya di usia 22.
Apakah investornya kehilangan semua uang? Tidak. Karena kenaikan awal tahun yang sangat besar, dana ini dilaporkan masih mencatat untung sekitar 80% sepanjang 2026 sampai akhir Juli, meski turun 67% dalam satu bulan.
Buka bagian Kesehatan Portofolio di dashboard, lalu lihat tiga angka bersamaan: volatilitas, max drawdown, dan rasio Sharpe.
Lalu lakukan tes jujurnya. Bayangkan posisi terbesarmu turun 50%. Kalau kamu tidak pakai utang, itu menyakitkan tapi bisa kamu tunggu. Kalau kamu pakai margin, hitung di titik mana kamu akan dipaksa menjual, dan sadari titik itu ditentukan pemberi pinjamanmu, bukan olehmu.
Konsentrasi juga kelihatan di halaman Holdings lewat bar komposisi tiap kelompok. Kalau satu tema mendominasi grafikmu, jumlah ticker yang kamu punya tidak sebanyak kelihatannya.