Asuransi Unit Link vs Term Life Plus Investasi Sendiri: Ini Biaya Aslinya
Baca 4 menit
Baca 4 menit
Agen asuransi bilang polis unit link melindungi keluargamu sekaligus mengembangkan uangmu, satu premi, dua fungsi. Yang biasanya nggak dijelaskan di awal adalah biayanya. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sendiri mengizinkan perusahaan asuransi memotong sampai 40 persen dari premimu sebagai biaya akuisisi di masing-masing tiga tahun pertama, sebelum satu rupiah pun masuk ke nilai investasi. Term life nggak motong itu sama sekali. Ini perbandingan biaya asuransi unit link dengan term life yang sebenarnya, pakai batas biaya resmi yang sudah ditetapkan OJK.
Unit link, atau PAYDI (Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi) dalam istilah regulasinya, menggabungkan asuransi jiwa dengan investasi reksa dana dalam satu premi. Tiap bulan, premi itu dipotong beberapa lapis sebelum sisanya benar-benar jadi investasi milikmu: biaya akuisisi (sebagian besar komisi agen), biaya administrasi, Cost of Insurance atau COI (harga murni perlindungan jiwamu, yang naik tiap tahun seiring usiamu bertambah), dan biaya pengelolaan dana atas sisa yang masih ada.
Setelah keluhan nasabah unit link ramai sampai ke Komisi XI DPR pada 2020 dan 2021, karena nilai tunai banyak polis susut nyaris sampai nol di tahun-tahun awal, OJK menetapkan batas minimum lewat Surat Edaran OJK Nomor 5/SEOJK.05/2022. Aturan ini mewajibkan porsi minimum dari premi dasar yang harus sampai ke nilai tunai:
| Tahun polis | Minimum sampai ke nilai tunai | Maksimum biaya akuisisi |
|---|---|---|
| 1 sampai 3 | 60% | 40% |
| 4 sampai 6 | 80% | 20% |
| 7 sampai 10 | 95% | 5% |
| 11 dan seterusnya | 100% | 0% |
Itu batas maksimum menurut hukum, bukan berarti semua perusahaan asuransi motong segitu. Produk Bahagia Bersama dari AIA, yang dirombak supaya sesuai aturan ini, justru pakai batas maksimumnya persis: 40 persen biaya akuisisi di tahun satu sampai tiga, 20 persen di tahun empat sampai enam, 5 persen di tahun tujuh sampai sembilan. Dan "sampai ke nilai tunai" itu beda dengan "berkembang". Setelah lolos potongan biaya akuisisi, uangmu masih kena COI dan biaya pengelolaan dana. Prudential Indonesia sendiri mencantumkan biaya pengelolaan dana 2,00 persen per tahun untuk salah satu pilihan dananya, PRULink Rupiah Equity Fund Plus, di atas semua potongan yang sudah disebutkan tadi.
Alternatifnya adalah memisahkan dua fungsi yang coba digabungkan unit link sekaligus: beli term life buat perlindungannya, sisanya kamu investasikan sendiri, dengan kendali penuh di tanganmu.
Anggap kamu punya Rp 1.500.000 sebulan yang disisihkan buat "perlindungan dan masa depan". Situs pembanding asuransi di Indonesia mempublikasikan kisaran premi term life 2026 untuk uang pertanggungan sekitar Rp 1 miliar di usia 30 tahun, non-perokok, ada di rentang Rp 200.000 sampai Rp 500.000 sebulan, tergantung jangka waktu dan perusahaan asuransinya. Ambil titik tengahnya, sekitar Rp 300.000 sebulan. Premi itu murni buat perlindungan jiwa, nggak ada potongan biaya akuisisi atau pengelolaan dana, karena memang nggak ada komponen investasi sama sekali di polis term life.
Rp 1.500.000 anggaran bulanan − Rp 300.000 premi term life = Rp 1.200.000 buat diinvestasikan
Rp 1.200.000 sebulan itu masuk ke rekening investasi pilihanmu sendiri, reksa dana, portofolio saham IDX, atau kombinasi keduanya, dan kamu bisa lihat nilainya utuh, bukan tersimpan di dalam "bungkus" dana milik perusahaan asuransi yang masih ditambah satu lapis biaya lagi di atas biaya dana itu sendiri.
Ini bukan berarti term life otomatis lebih baik buat semua orang. Polis unit link yang sudah lewat satu dekade, saat biaya akuisisi sudah turun ke nol dan seluruh premi sudah masuk nilai tunai, nggak lagi kena potongan biaya seberat tahun pertama. Struktur unit link juga cocok buat kamu yang tahu diri nggak akan rutin buka dan isi rekening investasi terpisah tiap bulan kalau nggak "dipaksa" lewat satu premi. Sebaliknya, term life plus investasi sendiri cuma jalan kalau kebiasaan "investasi sisa uangnya" itu beneran dilakukan tiap bulan. Term life tanpa investasi di baliknya cuma melindungi keluargamu, tapi nggak membangun apa-apa buat kamu.
Perbandingan yang jujur adalah soal biaya, bukan soal benar-salah: unit link mengenakan biaya lebih besar karena menggabungkan dua fungsi jadi satu premi dan satu kebiasaan otomatis, sementara term life plus investasi sendiri lebih murah tapi cuma berhasil kalau kebiasaan investasinya beneran jalan.
Apa pun struktur yang kamu pilih, angka yang perlu dipantau bukan besar premi yang kamu bayar tiap bulan, tapi apakah total asetmu beneran bertambah. Kalau kamu pilih jalur term life plus investasi sendiri, catat perlindungan term life dan rekening investasi terpisahmu di Dashboard NetWort supaya kamu bisa lihat net worth aslimu bertambah dari bulan ke bulan, bukan cuma kuitansi premi.