Semua Sharpe Ratio Pakai Angka 'Risk-Free Rate.' Di Indonesia, Angka Itu Sebenarnya yang Mana?
Baca 4 menit
Baca 4 menit
Portofoliomu untung 10% tahun ini. Temanmu bilang Sharpe ratio-nya 0,81. Sebuah blog bilang 0,53. Sebuah aplikasi bilang 0,37. Portofolionya sama, jawabannya tiga.
Bukan karena ada yang salah hitung. Masing-masing memakai risk-free rate yang berbeda, dan di Indonesia ada setidaknya tiga angka yang biasa dipakai.
Risk-free rate adalah return yang bisa kamu dapat tanpa risiko berarti. Rasio Sharpe mengurangkannya dari returnmu, lalu membaginya dengan volatilitas (seberapa besar naik-turun portofoliomu). Ganti satu angka itu, skornya ikut berubah.
Secara teori sederhana. Ini return dari investasi yang hasilnya pasti, di waktu yang pasti.
Dalam praktik, ada tiga ujian.
Aman untuk kamu, bukan cuma untuk bank. Risiko rugi harus mendekati nol bagi yang memakainya.
Jangka waktunya cocok. Kalau kamu menghitung Sharpe ratio satu tahun, ratenya sebaiknya untuk sekitar satu tahun. Obligasi 10 tahun bisa turun harganya kalau dijual setelah setahun, jadi tidak bebas risiko di jangka itu.
Bisa benar-benar kamu dapatkan. Patokan yang tidak bisa kamu beli hanya rujukan, bukan alternatif.
Sekarang kita lihat tiga kandidatnya.
Bank Indonesia (BI, bank sentral) menahan suku bunga acuannya di 5,75% pada rapat 22 sampai 23 September 2026, menurut pengumuman BI yang dikutip Warta Kepri. Deposit facility, bunga yang dibayar BI ke bank untuk simpanan semalam, tetap 4,75%.
Kelihatannya cocok jadi patokan. Aman, jangka pendek, dan diumumkan bank sentral.
Masalahnya di ujian ketiga. Kamu tidak bisa menabung di BI Rate. Itu suku bunga kebijakan untuk bank, bukan produk untuk nasabah. Bagus sebagai rujukan, tapi tidak bisa kamu nikmati.
SBN adalah Surat Berharga Negara, obligasi pemerintah Indonesia. Negara yang berutang dalam mata uangnya sendiri adalah yang paling mendekati "aman" dalam rupiah.
Yield SBN 10 tahun sekitar 7,08% pada 25 September 2026, menurut Trading Economics dan laporan pasar Bareksa di hari yang sama. Media lain pekan itu menyebutnya stabil di kisaran 7%.
Angkanya nyata dan bisa kamu beli lewat SBN ritel. Tapi untuk Sharpe ratio satu tahun, ini gagal di ujian jangka waktu. Obligasi 10 tahun membayar lebih tinggi salah satunya karena ada risiko harga: kalau bunga naik, harga pasarnya turun. Itu risiko, jadi bukan "bebas risiko" dalam satu tahun.
Untuk memahami cara yield bekerja, baca juga yield Treasury AS 10 tahun sebagai patokan global.
Ini yang paling sering dipakai orang Indonesia untuk tabungan sendiri.
Simpanan dijamin LPS sampai Rp2 miliar per nasabah per bank. LPS juga menetapkan tingkat bunga penjaminan: bunga tertinggi yang simpanannya masih dijamin penuh. Untuk simpanan rupiah di bank umum, angkanya 3,50% untuk periode 1 Juni sampai 30 September 2026, menurut laporan Kontan tentang keputusan LPS.
Hati-hati. Angka 3,50% itu batas penjaminan, bukan rata-rata bunga yang dibayar bank. Cek bunga deposito yang benar-benar akan kamu ambil. LPS menyesuaikan angka ini setiap beberapa bulan, jadi setelah 30 September bisa berbeda.
Deposito lolos ujian "aman" dan "bisa didapat". Tenornya fleksibel, jadi jangka waktunya juga bisa disesuaikan.
Ini portofolio rekaan. Return-nya 10% dalam setahun, dengan volatilitas 8%.
(10% − Risk-free rate) ÷ 8%
| Risk-free rate yang dipakai | Rate | Return di atasnya | Sharpe ratio |
|---|---|---|---|
| Bunga penjaminan deposito | 3,50% | 6,50% | 0,81 |
| BI Rate | 5,75% | 4,25% | 0,53 |
| Yield SBN 10 tahun | 7,08% | 2,92% | 0,37 |
Portofolionya tidak berubah. Penilaiannya bergeser dari "bagus" (di atas 1,0 solid, 0,5 sampai 1,0 cukup) ke "pas-pasan" hanya karena satu input diganti.
Portofolio dan angkanya hanya ilustrasi, bukan hasil nyata. Tiga rate di tabel adalah angka bersumber di atas.
Tidak ada jawaban tunggal. Tapi ada kebiasaan yang salah: memilih angka yang bikin hasilmu paling bagus.
Panduan praktis:
Untuk Sharpe ratio satu tahun, pakai rate jangka pendek yang benar-benar bisa kamu dapat. Bagi kebanyakan orang itu deposito atau instrumen pemerintah tenor pendek.
Untuk horizon panjang, pakai yield pemerintah dengan tenor mirip. Itu patokan yang adil bagi investor jangka panjang.
Pakai BI Rate sebagai rujukan, bukan janji. Transparan dan mudah dipantau.
Apa pun pilihanmu, pakai yang sama setiap kali dan catat. Sharpe ratio berguna untuk membandingkan portofoliomu dari waktu ke waktu, dan itu butuh penggaris yang tetap.
Setiap kali melihat Sharpe ratio di internet, tanyakan satu hal: pakai risk-free rate yang mana? Kalau sumbernya tidak bilang, angkanya sulit dibandingkan dengan milikmu. Ini berlaku juga untuk rasio Sortino yang memakai input yang sama.
Rate berubah. BI Rate, yield SBN dan bunga deposito bergerak sepanjang tahun, dan tiap gerakannya menggeser Sharpe ratio-mu.
Buka halaman makro NetWort untuk melihat BI Rate dan yield pemerintah saat ini berdampingan. Lalu pilih satu sebagai penggarismu dan pakai terus.