Saham Gorengan: Cara Kerja Pompa-Buang di BEI dan Ciri-Cirinya Sebelum Kamu Ikut Beli
Baca 5 menit
Baca 5 menit
Ada saham yang belum pernah kamu dengar. Dalam seminggu harganya naik 150%. Grup chat ramai membahasnya. Ada yang bilang, "ini baru mulai."
Kamu beli. Minggu depannya harga sudah turun 56%, dan kamu susah menjualnya.
Orang Indonesia punya sebutan untuk saham seperti ini: saham gorengan. Panas, murah, cepat habis. Banyak di antaranya mengikuti pola pump and dump atau "pompa lalu buang". Artikel ini menjelaskan ciri-ciri saham gorengan, cara kerjanya di BEI, dan apa kata regulator.
"Gorengan" adalah bahasa gaul, bukan istilah hukum. OJK dan BEI tidak punya daftar resmi saham gorengan.
Dalam percakapan sehari-hari, artinya saham yang harganya digerakkan segelintir pemain besar, bukan oleh bisnis di belakangnya. Sumber yang kami temukan menyebut ciri yang sama berulang kali: perusahaan merugi atau lemah, transaksi sepi, dan harga bergerak ekstrem (Bisnis.com, lewat ringkasan pencarian).
Ini patokan kasar. Saham dengan semua ciri itu bisa saja jujur. Saham yang dimanipulasi juga bisa tampak sehat. Anggap ciri-ciri ini alasan untuk memeriksa lebih dekat, bukan bukti.
Pump and dump punya dua separuh. Namanya sudah menjelaskan.
Laporan media menggambarkan pola yang sama: pemain menumpuk saham, mendorong harga naik, lalu menjual di dekat puncak (Bisnis.com, lewat ringkasan pencarian).
Ini contoh rekaan. Hitungan NetWort, bukan saham sungguhan.
Sebuah saham ada di Rp100. Pompa membawanya ke Rp250, naik 150%. Kamu beli Rp10 juta di harga Rp250. Itu 40.000 lembar saham, atau 400 lot. Biaya transaksi diabaikan.
Lalu terjadi dump, harga turun ke Rp110.
| Harga | Nilai uang Rp10 juta kamu | |
|---|---|---|
| Saat beli | Rp250 | Rp10.000.000 |
| Setelah dump | Rp110 | Rp4.400.000 |
Kamu rugi 56%. Untuk balik modal, harga harus naik dari Rp110 ke Rp250. Itu kenaikan sekitar 127%.
Satu tanda tidak membuktikan manipulasi. Kalau beberapa muncul bersamaan, pelan-pelan dulu.
1. Harga lompat tanpa kabar. Cek keterbukaan informasi perusahaan di situs BEI. Kalau bisnisnya tidak berubah, tanyakan kenapa harganya berubah.
2. Volume tiba-tiba meledak. Volume adalah jumlah saham yang berpindah tangan. Saham sepi yang mendadak ramai layak dipertanyakan.
3. Transaksi sepi di hari biasa. Saham yang jarang diperdagangkan lebih mudah digerakkan. Kamu juga lebih susah menjualnya saat mau keluar.
4. Pengumuman UMA dari BEI. UMA singkatan dari Unusual Market Activity. BEI memantau saham yang harganya bergerak di luar kebiasaan. BEI sendiri menegaskan pengumuman UMA tidak otomatis berarti ada pelanggaran (Bisnis.com, lewat ringkasan pencarian). Artinya "perhatikan baik-baik", bukan "bersalah".
5. Hype lebih cepat dari fakta. Tips di grup chat dan unggahan media sosial tanpa angka. Pada Februari 2026, OJK mendenda seorang pegiat media sosial Rp5,35 miliar atas manipulasi saham lewat penyebaran informasi di dunia maya pada 2021 dan 2022 (Kontan, lewat ringkasan pencarian).
Manipulasi pasar dilarang di Indonesia. Pasal 91 dan 92 UU Pasar Modal melarang pembuatan gambaran semu atau menyesatkan soal aktivitas perdagangan dan harga saham (Warta Ekonomi, lewat ringkasan pencarian).
Ini bukan sekadar teori. Pada Februari 2026, OJK menyebut sedang memeriksa 42 dugaan tindak pidana pasar modal. Sebanyak 32 di antaranya terkait manipulasi perdagangan saham, termasuk pump and dump dan wash sales (Bisnis.com, lewat ringkasan pencarian).
Wash sale artinya jual-beli saham bolak-balik antar rekening yang dikuasai kelompok yang sama. Sahamnya terlihat ramai, padahal tidak ada permintaan sungguhan.
Pada 20 Februari 2026, OJK juga mendenda tiga pihak total Rp5,7 miliar atas kasus tahun 2016. Mereka dinilai memakai perputaran transaksi semu sekitar Rp92 miliar (Kontan dan Bisnis.com, lewat ringkasan pencarian). Perhatikan jedanya: transaksinya tahun 2016, dendanya baru 2026. Regulator bertindak, tapi sering lama setelah uangnya hilang.
Kami mengambil laporan ini pada 20 Oktober 2026 lewat ringkasan pencarian. Artikel asli dan siaran pers OJK tidak bisa kami buka. Cek OJK dan BEI untuk teks lengkapnya.
Tanyakan ini berurutan:
Kalau pertanyaan pertama dan ketiga tidak bisa kamu jawab, itu sudah jawabannya.
Jangan percaya begitu saja omongan grup chat. Buka Explore di NetWort, cari saham yang bikin kamu penasaran, lalu bandingkan pergerakan harga dan angka risikonya dengan perusahaan sejenis. Harga yang lari jauh di depan pesaingnya, dengan ayunan harga sangat besar, adalah tanda untuk membaca keterbukaan informasi perusahaan lebih dulu.
Satu lagi cara saham bisa "membeku" di tanganmu ada di panduan kami soal suspend, auto reject, dan delisting di BEI.