Stress Test Portofolio: What-If Sederhana Kalau Pasar Turun 20%
Baca 5 menit
Baca 5 menit
Portofoliomu Rp100 juta. Bulan depan pasar turun 20%. Berapa rupiah yang hilang?
Kebanyakan orang menjawab "Rp20 juta" lalu berhenti. Jawaban itu biasanya meleset. Ada aset yang turun lebih dalam dari pasar. Ada yang turun lebih sedikit. Kamu bisa tahu lebih dulu, sebelum kejadian, lewat stress test portofolio.
Stress test portofolio adalah simulasi what-if. Kamu pilih skenario buruk, terapkan ke tiap aset, lalu jumlahkan kerugiannya. Cukup sepuluh menit dan kalkulator. Di tulisan ini kamu akan mencobanya pada portofolio rekaan.
Stress test tidak meramal apa pun. Tidak ada yang tahu kapan pasar turun, atau seberapa dalam.
Ia menjawab pertanyaan yang lebih kecil: "Kalau ini terjadi, apakah aku sanggup menanggungnya?" Pertanyaan itu hanya bisa dijawab dengan tenang kalau kamu menanyakannya sebelum pasar turun.
Anggap saja simulasi evakuasi kebakaran. Kamu tidak berharap ada api. Kamu berlatih supaya tidak panik kalau api muncul.
Tulis tiap aset beserta nilainya. Ini contoh portofolio rekaan senilai Rp100 juta. Bukan rekening asli dan bukan saran mau pegang apa.
| Aset | Nilai |
|---|---|
| Reksa dana saham bank | Rp35 juta |
| Saham pertumbuhan | Rp20 juta |
| Reksa dana obligasi | Rp15 juta |
| Kripto | Rp10 juta |
| Emas | Rp20 juta |
Beta adalah angka yang menunjukkan seberapa besar sebuah aset cenderung bergerak saat pasar bergerak. Beta 1 berarti ikut pasar. Beta 1,5 berarti geraknya 50% lebih besar. Beta 0,2 berarti nyaris tidak bereaksi.
Kalau beta masih terasa asing, baca dulu beta portofolio saham adalah.
Beta di bawah ini rekaan untuk contoh. Ini tebakan kasar, bukan angka hasil ukur.
| Aset | Nilai | Beta |
|---|---|---|
| Reksa dana saham bank | Rp35 juta | 1,0 |
| Saham pertumbuhan | Rp20 juta | 1,5 |
| Reksa dana obligasi | Rp15 juta | 0,2 |
| Kripto | Rp10 juta | 2,0 |
| Emas | Rp20 juta | 0,1 |
Untuk tiap aset, kalikan penurunan pasar dengan betanya. Hasilnya adalah penurunan aset itu. Kalikan lagi dengan nilainya untuk dapat rugi dalam rupiah.
Ambil saham pertumbuhan. Beta 1,5 dikali penurunan pasar 20% jadi turun 30%. Dari Rp20 juta, ruginya Rp6 juta.
Ini tabel lengkapnya:
| Aset | Beta | Turun | Rugi |
|---|---|---|---|
| Reksa dana saham bank | 1,0 | 20% | Rp7,0 juta |
| Saham pertumbuhan | 1,5 | 30% | Rp6,0 juta |
| Reksa dana obligasi | 0,2 | 4% | Rp0,6 juta |
| Kripto | 2,0 | 40% | Rp4,0 juta |
| Emas | 0,1 | 2% | Rp0,4 juta |
| Total | Rp18,0 juta |
Portofolio turun 18%, dari Rp100 juta jadi Rp82 juta. Lebih kecil dari penurunan pasar 20%, karena reksa dana obligasi dan emas jadi bantalan.
Kripto hanya 10% dari portofolio, tapi kerugiannya lebih besar dari obligasi dan emas digabung. Posisi kecil dengan beta tinggi bisa menyakitkan.
Krisis sungguhan jarang serapi itu. Saat panik, aset yang biasanya menenangkan bisa ikut jatuh. Investor menyebutnya correlation breakdown: aset yang biasanya bergerak berlawanan malah jatuh bersamaan. Kita bahas di kenapa aset ikut turun saat market crash.
Jadi jalankan skenario kedua. Penurunan pasar tetap 20%, tapi beta reksa dana obligasi jadi 0,5 dan beta emas jadi 0,5. Lagi-lagi angka rekaan.
Total rugi sekarang Rp20,5 juta. Portofolio tinggal Rp79,5 juta.
Selisih dua skenario (Rp18,0 juta lawan Rp20,5 juta) adalah harga yang kamu bayar kalau aset "aman" ternyata tidak seaman dugaanmu.
Sekarang bagian yang berguna. Lihat angkanya, lalu jawab tiga pertanyaan sederhana:
Kerugian juga butuh keuntungan lebih besar untuk menutupnya. Setelah turun 18%, uang Rp82 juta harus naik sekitar 22% supaya kembali ke Rp100 juta (18 dibagi 82). Setelah turun 20,5% di skenario buruk, harus naik sekitar 26%. Ini hitungan biasa. Untuk gambaran lama pemulihan di dunia nyata, baca apa itu max drawdown.
Kalau jawabannya membuatmu cemas, solusinya bukan menebak krisis berikutnya. Solusinya mengatur porsi aset sampai angkanya bisa kamu terima. Bisa jadi porsi kripto lebih kecil, dana darurat lebih besar, atau cukup punya rencana yang jelas.
Jujur saja soal apa yang bisa terlewat.
Tes ini senter, bukan ramalan.
Buka Dashboard NetWort dan lihat kartu Portfolio Health. Di sana ada beta dan max drawdown-mu, yaitu penurunan terdalam sejauh ini. Salin angka itu ke lima langkah di atas dan lihat apa yang terjadi pada portofoliomu kalau pasar turun 20%.