Dua Reksa Dana Indeks Bisa Ngikutin Indeks yang Sama Persis Tapi Hasilnya Beda. Tracking Error yang Nunjukkin Selisihnya
Baca 6 menit
Baca 6 menit
Dua reksa dana indeks sama-sama bilang mereka ngikutin S&P 500. Kamu cek return setahunnya, ternyata nggak sama persis. Bukan berarti salah satunya rusak atau bohong. Setiap produk yang ngikutin indeks pasti sedikit melenceng dari indeks aslinya, dan tracking error adalah angka yang dibuat khusus buat ngukur seberapa besar selisih itu.
Tracking error adalah standar deviasi dari selisih antara return sebuah reksa dana atau ETF dengan return indeks acuannya, dihitung dari banyak periode lalu disetahunkan (annualized). Pertanyaan yang dijawabnya spesifik: bukan "dana ini menang atau kalah dari indeks," tapi "seberapa konsisten besarnya selisih itu dari satu periode ke periode berikutnya."
Tracking error = standar deviasi dari (Return dana − Return indeks acuan)
Dana yang selalu ketinggalan dari indeksnya dengan jumlah yang mirip terus-menerus punya tracking error rendah, walaupun dia nggak pernah benar-benar menyusul. Dana yang selisihnya kadang unggul kadang tertinggal, bahkan kalau rata-ratanya sama, punya tracking error lebih tinggi. Besarnya selisih rata-rata dan seberapa naik-turun selisih itu adalah dua hal yang berbeda, dan di sinilah kebanyakan penjelasan soal angka ini suka salah kaprah.
Banyak tulisan finansial memakai dua istilah ini seolah sama, dan riset Morningstar soal ETF sendiri sudah menandai ini sebagai sumber kebingungan yang umum. Tracking difference adalah selisih return yang sebenarnya terjadi dalam satu periode tertentu. Dana yang returnnya 9,4% sementara indeksnya 10,0% dalam setahun punya tracking difference -0,6% untuk tahun itu. Tracking error adalah standar deviasi dari selisih itu, diukur dari banyak periode. Sebuah dana bisa saja punya tracking difference rata-rata yang kecil tapi tracking error yang lebih besar, kalau besarnya selisih itu naik-turun banyak dari satu periode ke periode lain, bukan diam di angka yang sama.
Gampangnya: tracking difference kasih tahu kamu berapa yang sudah kamu untung atau rugi sejauh ini karena memilih dana itu. Tracking error kasih tahu seberapa bisa kamu percaya angka itu bakal berulang, atau seberapa besar kejutan yang mungkin muncul di periode berikutnya.
SPY dan VOO, yaitu SPDR S&P 500 ETF Trust dan Vanguard S&P 500 ETF, sama-sama ngikutin S&P 500 dan sama-sama memegang saham yang hampir identik dengan bobot yang hampir sama juga. Jumlah saham yang dilaporkan sedikit beda, 503 untuk SPY dan 518 untuk VOO, tapi selisih itu datang dari cara masing-masing dana menghitung saham dual-class sebuah perusahaan, bukan dari perbedaan nyata soal apa yang dipegang masing-masing dana.
Yang beneran beda itu biayanya. SPY mengenakan biaya pengelolaan tahunan 0,0945%. VOO cuma 0,03%, sekitar sepertiga biaya SPY. Selisih 0,0645 poin persentase itu dipotong dari return masing-masing dana setiap tahun, yang berarti ini juga jadi penyebab tracking difference paling besar dan paling bisa diprediksi antara keduanya.
Kalau kamu isolasi cuma selisih biaya itu saja, anggap semua faktor lain sama, lalu dimajemukkan selama sepuluh tahun: VOO bakal mempertahankan sekitar 99,70% dari return kotor yang identik, SPY sekitar 99,06%. Selisihnya kira-kira 0,64 poin persentase secara kumulatif, sekitar Rp640.000 dari posisi Rp100 juta, murni dari biaya pengelolaan saja, belum menghitung faktor lain. VOO juga otomatis menginvestasikan ulang dividennya di dalam dana, sementara SPY membagikan dividen sebagai uang tunai yang sempat menganggur sebelum investornya menanamkannya lagi, jadi ada hambatan kecil tambahan di sisi SPY yang kadang disebut cash drag.
Biaya pengelolaan adalah penyebab paling stabil, karena dipotong dengan cara yang sama setiap hari, jadi biasanya lebih kelihatan di tracking difference dibanding di tracking error itu sendiri. Tracking error justru lebih sering datang dari sumber yang kurang bisa ditebak:
Sampling, bukan replikasi penuh. Dana yang membeli semua saham dalam indeksnya persis sesuai bobot indeks, seperti yang dilakukan SPY dan VOO untuk S&P 500, biasanya ngikutin indeksnya dengan ketat. Dana yang malah membeli sampel yang mewakili, umum buat indeks dengan ratusan atau ribuan konstituen yang jarang diperdagangkan, memunculkan sumber selisih yang nggak bisa dijelaskan cuma dari biaya pengelolaan.
Cash drag. Dividen yang sudah diterima tapi belum diinvestasikan ulang, plus kas yang ditahan buat memenuhi penarikan harian, sempat nganggur di luar pasar dan bisa menarik return dana menjauh dari indeks yang sepenuhnya terinvestasi.
Biaya transaksi dan rebalancing. Setiap kali indeks menambah atau mengeluarkan satu konstituen, atau dana yang ngikutin indeks itu melakukan rebalancing buat menyesuaikan bobot baru, transaksi itu sendiri makan biaya yang nggak ditanggung oleh perhitungan indeksnya.
Efek mata uang dan likuiditas, buat dana yang ngikutin indeks luar negeri atau indeks yang kurang likuid dibanding pasar tempat dana itu sendiri diperdagangkan.
Nggak ada satu angka yang berlaku buat semua dana, karena seberapa susah sebuah indeks direplikasi sangat tergantung isi indeksnya. Buat acuan besar, likuid, dan gampang direplikasi seperti S&P 500, dana yang dikelola dengan baik biasanya punya tracking error di bawah kira-kira 0,20%, bahkan yang paling ketat bisa 0,05% sampai 0,15%. Indeks yang isinya saham lebih kecil, jarang diperdagangkan, atau lebih susah dicari, termasuk indeks mid-cap, small-cap, atau yang kurang likuid, lebih umum punya tracking error 0,25% sampai 0,50% atau lebih tinggi, dan di beberapa pasar angka sampai 1% masih dianggap wajar buat jenis indeks seperti itu. Satu kali pembacaan angka juga kasih tahu lebih sedikit dibanding pembacaan yang konsisten: dana yang tracking error-nya tetap rendah dan stabil selama beberapa tahun berturut-turut sedang menjalankan tugasnya lebih baik dibanding dana dengan rata-rata yang sama tapi naik-turun tajam dari tahun ke tahun.
Membandingkan dua dana yang ngikutin acuan yang sama dimulai dari baca fund fact sheet keduanya buat lihat biaya pengelolaan resminya, karena biaya adalah bagian paling bisa ditebak dari sebuah selisih tracking dan paling gampang dicek sebelum kamu beli. Dari situ, return sebenarnya sebuah dana selama beberapa tahun dibanding acuan yang diklaimnya, bukan cuma biayanya, yang bakal kasih tahu apakah sisa selisih tracking-nya tetap kecil dan stabil.
Jelajahi fitur screener NetWort buat menyaring khusus ETF atau indeks, lalu bandingkan return 3 tahun sebuah dana berdampingan dengan indeks yang diikutinya. Dana yang diam-diam sudah melenceng lebih jauh dari acuannya dibanding yang bisa dijelaskan biaya pengelolaannya saja layak dicek ulang sebelum kamu tambah investasi di situ, apa pun pasangan acuan dan dana yang sedang kamu periksa.