Angka '24 Jam Volume' di Exchange Bisa Jadi Kebanyakan Wash Trading. Ini Cara Ngeceknya
Baca 5 menit
Baca 5 menit
Exchange bisa nampilin angka "24 jam volume" yang gede banget buat satu koin, tapi sebagian besar dari angka itu bisa jadi palsu. Tahun 2019, Bitwise Asset Management menganalisis 81 exchange kripto yang volume harian rata-ratanya di atas $1 juta, dan hasilnya 71 dari 81 exchange itu datanya sebagian besar wash trading, bukan transaksi beneran. Ini bukan gosip dari forum sembarangan. Wash trading adalah salah satu trik paling lama di dunia kripto buat bikin satu koin atau satu exchange kelihatan lebih rame dari kenyataannya.
Wash trading terjadi kalau orang yang sama, atau bot yang dikendalikan orang yang sama, beli dan jual aset ke dirinya sendiri. Nggak ada kepemilikan yang beneran pindah tangan, dan nggak ada pembeli atau penjual asli di sisi lain transaksi itu. Tapi exchange tetap mencatatnya sebagai satu transaksi, dan transaksi itu ikut masuk ke angka "24 jam volume" yang kamu lihat di CoinMarketCap, CoinGecko, atau halaman utama exchange itu sendiri.
Kenapa ada yang mau melakukan ini? Angka volume yang tinggi bikin satu koin kelihatan likuid dan laris, yang bisa menarik trader beneran karena mereka mengira volume tinggi berarti aman buat beli atau jual tanpa harga meleset jauh (slippage). Volume tinggi juga bisa membantu exchange kecil naik peringkat di tabel ranking yang diurutkan berdasarkan volume, karena volume yang kelihatan besar bisa mendatangkan lebih banyak visibilitas dan pengguna baru.
Temuan Bitwise itu bukan selisih kecil. Laporan mereka sendiri, yang diserahkan ke SEC Amerika Serikat pada Maret 2019 sebagai bagian dari pengajuan Bitcoin ETF, menemukan bahwa 81 exchange itu bersama-sama melaporkan sekitar $6 miliar volume bitcoin per hari, sementara Bitwise memperkirakan angka aslinya lebih dekat ke $270 juta, terkonsentrasi di cuma 10 exchange yang harganya saling mengikuti dengan selisih kurang dari 1%.
Masalah ini nggak hilang begitu regulator mulai memperhatikan. Analisis Forbes tahun 2022 oleh Javier Paz memeriksa 157 exchange, dan memperkirakan bahwa pada satu hari acuan di Juni 2022, volume bitcoin yang dilaporkan sendiri oleh exchange sekitar 51% lebih tinggi dari volume yang benar-benar bisa diverifikasi Forbes, dengan selisih yang jauh lebih lebar di platform-platform kecil. Studi yang lolos peer review dan terbit di jurnal Management Science tahun 2023 (Cong, Li, Tang, dan Yang) memakai uji statistik pada pola ukuran transaksi di 29 exchange, dan menemukan wash trading rata-rata di atas 70% dari volume yang dilaporkan di exchange yang nggak diregulasi, bahkan sampai sekitar 80% di beberapa platform tertentu.
Ini bukan cuma masalah platform kecil yang nggak dikenal. Pada 19 Maret 2021, regulator komoditas Amerika Serikat (CFTC) menjatuhkan denda $6,5 juta ke Coinbase karena pelaporan yang salah, menyesatkan, atau tidak akurat, plus wash trading di platform lama mereka, GDAX. Keputusan CFTC menemukan bahwa dari Januari 2015 sampai September 2018, dua program trading otomatis milik Coinbase sendiri kadang bertransaksi satu sama lain, dan transaksi yang saling cocok itu ikut masuk ke data volume yang dibagikan Coinbase ke pihak agregator data luar, tanpa dijelaskan apa sebenarnya transaksi itu. Terpisah dari itu, mantan karyawan Coinbase juga melakukan wash trading manual di pasangan Litecoin/Bitcoin selama enam minggu di tahun 2016. Coinbase tidak mengakui maupun membantah temuan ini.
Pelajarannya bukan berarti satu exchange tertentu nggak bisa dipercaya hari ini. Pelajarannya adalah angka volume yang mengalir ke agregator data publik sudah pernah tercemar wash trading di platform dari berbagai ukuran, termasuk beberapa nama terbesar di industri ini, dan itu bukan sesuatu yang bisa kamu ketahui cuma dari satu angka yang dilaporkan.
Bukan berarti semua angka volume yang kamu lihat itu palsu, atau kamu harus curiga ke semua exchange yang kamu pakai. Artinya, satu angka yang dilaporkan sendiri, tanpa cara verifikasi lain, memang dari awal bukan sesuatu yang bisa langsung kamu percaya begitu saja. Sekarang kamu tahu apa yang perlu dicek sebagai gantinya.
Kalau kamu lagi menimbang apakah satu koin cukup likuid buat ditradingkan dengan nyaman, angka volume headline dari exchange itu justru bukti yang paling nggak bisa diandalkan yang kamu punya, bukan yang paling kuat. Bitcoin adalah salah satu aset yang datanya cukup banyak diverifikasi silang secara independen, sehingga kamu bisa melihat lebih jauh dari sekadar laporan satu exchange saja, dan Explore screener di NetWort memungkinkan kamu cek pergerakan harga dan volatilitas aset secara langsung dari riwayat yang kamu lacak sendiri, bukan cuma percaya klaim volume dari satu platform. Kalau biaya trading di exchange yang kamu pakai juga jadi pertimbangan, perbandingan biaya trading Indodax, Tokocrypto, dan Pintu membahas sisi itu secara langsung.