Returnmu 12%. Dari Pilih Sektor atau Pilih Saham? Cara Hitung Attribution Analysis
Baca 5 menit
Baca 5 menit
Portofoliomu untung 12% tahun ini. Indeks yang kamu jadikan patokan cuma untung 6,8%. Kamu menang 5,2 poin. Mantap.
Tapi kenapa kamu menang? Karena pilih sektor yang pas? Karena pilih saham yang pas di dalam sektor itu? Atau dua-duanya?
Attribution analysis (analisis atribusi kinerja) menjawab pertanyaan itu. Caranya, selisih antara returnmu dan benchmark dipecah jadi penyebab-penyebabnya. Di artikel ini kamu belajar metode klasiknya, namanya Brinson, lewat satu contoh kecil dalam rupiah.
Benchmark adalah patokan buat ngukur diri sendiri, misalnya sebuah indeks. Kalau mau ulang dasarnya, baca cara menilai return portofolio dibanding benchmark.
Selisih antara returnmu dan return benchmark disebut active return. Attribution analysis menjelaskan dari mana selisih itu datang.
Metodenya berasal dari dua makalah. Brinson dan Fachler menerbitkan satu di Journal of Portfolio Management tahun 1985. Brinson, Hood, dan Beebower menerbitkan yang satunya di Financial Analysts Journal tahun 1986. Keduanya dikenal sebagai model Brinson. Banyak laporan atribusi profesional sekarang dibangun di atasnya. (Detail penerbitan ini kami lihat dari ringkasan hasil pencarian, bukan dari makalah aslinya.)
Idenya sederhana. Kamu bisa mengalahkan benchmark lewat dua jalan utama:
Ada bagian ketiga bernama interaction, yaitu tumpang tindih keduanya. Nanti kita bahas.
Kita pakai angka rekaan. Ini buat belajar, bukan klaim soal reksa dana atau sektor tertentu.
Misalnya benchmark punya dua sektor, Perbankan dan Konsumer. Kamu juga pegang dua sektor itu, tapi porsinya beda.
| Bobot benchmark | Return benchmark | Bobotmu | Returnmu | |
|---|---|---|---|---|
| Perbankan | 60% | 10% | 75% | 13% |
| Konsumer | 40% | 2% | 25% | 9% |
Bobot artinya porsi uang di sektor itu.
Hitung total dulu. Tiap total adalah bobot dikali return, lalu dijumlah.
Dengan modal Rp100.000.000, kamu untung Rp12.000.000 dan benchmark Rp6.800.000. Selisihnya Rp5.200.000, atau 5,2 poin.
Alokasi bertanya: apakah pilihan bobot sektormu membantu?
Alokasi = (Bobotmu − Bobot benchmark) × (Return sektor benchmark − Return total benchmark)
Ini versi Brinson-Fachler. Kita hitung.
Perbankan: (0,75 − 0,60) × (10% − 6,8%) = 0,15 × 3,2% = +0,48 poin
Kamu pegang lebih banyak Perbankan, dan Perbankan mengalahkan benchmark. Keputusan yang tepat.
Konsumer: (0,25 − 0,40) × (2% − 6,8%) = (−0,15) × (−4,8%) = +0,72 poin
Kamu pegang lebih sedikit Konsumer, dan Konsumer kalah dari benchmark. Ini juga tepat. Dua angka negatif dikali jadi positif.
Total alokasi: +1,20 poin. Artinya Rp1.200.000 dari keunggulan Rp5.200.000-mu.
Seleksi bertanya: di dalam tiap sektor, apakah sahammu lebih bagus dari sektornya?
Seleksi = Bobot benchmark × (Return sektormu − Return sektor benchmark)
Perbankan: 0,60 × (13% − 10%) = 0,60 × 3% = +1,80 poin
Konsumer: 0,40 × (9% − 2%) = 0,40 × 7% = +2,80 poin
Total seleksi: +4,60 poin. Itu Rp4.600.000, bagian terbesar.
Perhatikan, seleksi pakai bobot benchmark, bukan bobotmu. Dengan begitu hasilnya murni menguji kemampuan pilih saham, seolah kamu memegang komposisi benchmark.
Sekarang kamu punya 1,20 + 4,60 = 5,80 poin. Padahal selisih aslinya 5,2. Ada yang hilang, yaitu tumpang tindih tadi.
Interaction = (Bobotmu − Bobot benchmark) × (Return sektormu − Return sektor benchmark)
Perbankan: 0,15 × 3% = +0,45 poin
Konsumer: (−0,15) × 7% = −1,05 poin
Total interaction: −0,60 poin.
Artinya: pilihan sahammu paling jago di Konsumer, tapi bobot Konsumermu lebih kecil dari benchmark. Jadi kemampuanmu dapat modal lebih sedikit. Itu menggerus 0,60 poin.
| Efek | Poin | Rupiah dari Rp100 juta |
|---|---|---|
| Alokasi | +1,20 | Rp1.200.000 |
| Seleksi | +4,60 | Rp4.600.000 |
| Interaction | −0,60 | −Rp600.000 |
| Total active return | +5,20 | Rp5.200.000 |
12% − 6,8% = 5,2 poin. Tiga efek itu pas menjumlah ke angka tersebut.
Jadi cerita jujur dari contoh ini: sebagian besar kemenangan datang dari pilih saham yang lebih bagus, bagian lebih kecil dari bobot sektor, dan sedikit hilang karena pilihan terbaikmu ada di sektor yang kamu pegang kurang.
Hitungan ini berguna. Tapi gampang disalahartikan. Ingat batasannya.
Mau melangkah lebih jauh dan menilai apakah active return itu sepadan dengan risikonya? Baca apa itu information ratio. Untuk tahu seberapa besar tiap taruhanmu terhadap benchmark, baca soal active weight.
NetWort belum membuatkan laporan atribusi Brinson buat kamu. Tapi idenya tetap bisa kamu hitung sendiri dengan angka yang sudah kamu punya.
Buka screener Explore. Cari saham yang kamu pegang, plus indeks atau ETF yang bisa jadi benchmark-mu, lalu bandingkan return-nya berdampingan. Setelah itu masukkan bobot dan return sektor ke tiga rumus di atas. Cuma butuh beberapa menit, dan kamu jadi tahu hasilmu datang dari ke mana uangnya ditaruh atau dari apa yang dipilih.